Kelebihan Konsumsi Vitamin D Picu Kanker Tulang?

Oleh dr. M. Dejandra Rasnaya pada 12 Apr 2019, 11:30 WIB
Vitamin D dibutuhkan untuk tulang yang sehat. Namun, katanya kelebihan vitamin D justru bisa picu kanker tulang. Benarkah?
Kelebihan Konsumsi Vitamin D Picu Kanker Tulang? (Bakhtiar Zein/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Vitamin D punya manfaat krusial untuk kesehatan manusia. Meski manfaat paling populernya adalah untuk tulang yang sehat dan kuat, tetapi vitamin D juga mampu mengurangi risiko penyakit seperti kanker, diabetes, depresi, serta menunjang kehamilan. Nah, katanya kelebihan konsumsi vitamin D bisa picu kanker tulang. Dari sudut pandang medis, apakah ada fakta yang mendukung anggapan tersebut?

Vitamin D yang juga kerap dijuluki sebagai sunshine vitamin ini bisa dengan mudah didapat hanya lewat paparan sinar matahari. Di kulit, terdapat bahan vitamin D yang belum matang. Ketika kulit terkena cahaya matahari, bahan yang belum matang tadi akan diubah menjadi vitamin D matang, yang siap digunakan oleh tubuh.

Para ahli menyarankan Anda untuk terkena paparan sinar matahari setidaknya 1-3 kali seminggu, dengan durasi 5-10 menit. Sebagai catatan penting, pastikan mendapatkan sinar matahari di bawah jam 10 pagi, ya. Hindari berjemur siang hari ketika matahari tepat berada di atas kepala.

Menurut para ahli, 90 persen kebutuhan vitamin D bisa didapat hanya dari sinar matahari. Sisanya bisa Anda dapat dari makanan. Fakta tersebut membuat penduduk yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia patut bersyukur, karena adanya paparan sinar matahari yang (lebih dari) cukup sepanjang tahun. Beda dengan negara-negara empat musim yang paparan sinar mataharinya terbatas.

Lantas, apakah ini menjadikan orang-orang yang tinggal di negara empat musim lebih mungkin mengalami defisiensi vitamin D? Tidak juga. Karena faktanya, kekurangan vitamin D merupakan masalah global tanpa pandang iklim. Di Indonesia, lebih dari 90 persen anak di bawah usia 13 tahun tidak mencukupi kebutuhan vitamin D, sedangkan 35 persen kelompok lansia kekurangan vitamin D.

Sepenting apa, sih, vitamin D?

Seperti yang sudah disebut sebelumnya, manfaatnya vitamin D beragam. Di antaranya adalah:

  • Meningkatkan sistem imun
  • Membantu menurunkan berat badan
  • Mencegah depresi
  • Mencegah tekanan darah tinggi dan diabetes
  • Membantu penyerapan kalsium di usus

Untuk poin terakhir, dengan adanya kalsium yang diserap lebih banyak, maka manfaat yang paling dikenal adalah keampuhannya dalam mencegah pengeroposan tulang alias osteoporosis. Tak hanya itu, penyakit tulang lainnya baik pada anak-anak, dewasa, maupun lansia juga bisa dicegah.

Vitamin D bukan vitamin “biasa” yang jika kebutuhannya tidak dicukupi tak berdampak apa-apa pada tubuh. Karena banyak membantu dalam kerja metabolisme tubuh, kekurangan vitamin D bisa menimbulkan gejala tertentu, seperti nyeri otot dan tulang, dan yang paling ditakutkan khususnya pada kelompok lansia adalah pengeroposan tulang.

1 of 2

Kelebihan vitamin D bisa picu kanker tulang?

Karena alasan untuk memastikan kebutuhan vitamin D terpenuhi, maka banyak orang yang mengonsumsi vitamin D dalam bentuk suplemen. Lalu, bagaimana jika dosis suplemennya tergolong tinggi sehingga menyebabkan kelebihan vitamin D, apakah lantas bisa picu kanker tulang?

Berbagai penelitian mengatakan vitamin D yang berlebihan tidak dapat menyebabkan kanker pada tulang. Malah, dalam jumlah yang cukup, vitamin D dapat membantu mencegah terjadinya kanker baik pada anak-anak maupun dewasa. Meskipun begitu kelebihan vitamin D mempunyai dampak lain pada kesehatan, seperti diare atau konstipasi, batu ginjal, dan yang paling ditakutkan adalah gagal ginjal.

Setelah membaca artikel ini, hapus pikiran bahwa kelebihan konsumsi vitamin D picu kanker tulang. Dengan begitu banyaknya manfaat vitamin D untuk tubuh, penuhi kebutuhan hariannya. Berjemurlah di bawah sinar matahari pagi sesuai rekomendasi, serta konsumsi makanan yang mengandung vitamin D seperti ikan tuna, tenggiri, dan salmon, susu, telur, sereal, dan yogurt. Jika mengonsumsi suplemen vitamin D, baiknya konsultasikan dengan dokter Anda mengenai dosis yang tepat untuk menghindari efek samping yang mungkin terjadi.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓