Tips agar Kolesterol Stabil Meski Suka Makanan Manis

Oleh dr. Melyarna Putri pada 13 Apr 2019, 14:00 WIB
Terkadang, makanan manis sulit untuk ditolak. Nah, Anda bisa menyiasatinya dengan cara ini agar kadar kolesterol tubuh tetap stabil.
Tips agar Kolesterol Stabil Meski Suka Makanan Manis (Baranq/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Siapa sih yang tidak suka rasa manis? Sebagian besar orang mungkin bisa menahan diri untuk tidak makan terlalu manis. Namun, ada kalanya donat, cokelat, dan permen tak terhindarkan. Tapi hati-hati, makanan dan minuman yang manis juga dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi yang bisa menyebabkan penyakit metabolik.

Apa itu penyakit metabolik?

Penyakit metabolik adalah penyakit yang berkaitan dengan metabolisme di dalam tubuh, sehingga menyebabkan penyakit, contohnya tekanan darah tinggi, diabetes atau kencing manis, asam urat tinggi, kelainan lemak dalam darah, perlemakan hati dan sebagainya.

Penyakit-penyakit ini bisa saja merupakan penyakit bawaan, namun juga sangat mungkin disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat seperti pola makan yang tidak teratur, tinggi gula, tinggi lemak jahat, serta jarang bergerak, jarang berolahraga, rutin mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak, dan merokok.

Gaya hidup yang demikian bisa memicu berbagai penyakit di atas. Bahayanya lagi, penyakit-penyakit metabolik tersebut menyebabkan gangguan jangka panjang seperti penyakit jantung dan stroke. Berbagai kondisi tersebut berkaitan dengan melonjaknya kadar kolesterol dalam darah.

Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah pola hidup yang tidak sehat, misalnya gemar mengonsumsi makanan manis namun jarang berolahraga. Anda juga demikian?

Ada baiknya hilangkan kebiasaan tersebut, dan mulailah menjalankan gaya hidup yang lebih baik dengan mengonsumsi makanan sehat.

Bahaya konsumsi makanan manis terhadap kolesterol tubuh

Biasanya, orang yang doyan sekali mengonsumsi makanan manis cenderung lebih mudah gemuk. Sebab, makanan manis akan meningkatkan kadar gula dalam darah. Bila jumlahnya berlebihan, maka tubuh akan menyimpannya dalam bentuk trigliserida di dalam jaringan lemak.

Makin banyak trigliserida yang disimpan di jaringan lemak, maka timbunan lemak akan semakin bertambah juga. Selain itu, peningkatan gula di dalam darah yang berlebihan lama-lama dapat menyebabkan insulin menjadi tidak sensitif.

Insulin adalah zat yang berfungsi memasukkan gula ke dalam sel. Akibatnya gula akan tertahan di dalam pembuluh darah dan diubah menjadi timbunan lemak. Hal ini yang kemudian menjawab mengapa diabetes, kegemukan dan trigliserida yang tinggi bisa saling berkaitan.

Selain itu, ketika gula darah dan tekanan tinggi, maka kolesterol juga bisa tinggi. Ketiga faktor inilah yang memiliki andil terhadap penyakit diabetes dan jantung. Hal ini juga sejalan dengan apa yang disampaikan oleh American Diabetes Association (ADA).

Oleh sebab itu, ADA merekomendasikan Anda untuk melakukan pemeriksaan kadar kolesterol setidaknya sekali dalam setahun, terutama bagi Anda yang memiliki penyakit diabetes.

Belum lagi, bila orang dengan diabetes memiliki kadar kolesterol tinggi dan tidak dikontrol dengan konsumsi obat-obatan, kolesterol harus diperiksa lebih sering lagi.

Tetap sehat meski suka makanan manis

Hati-hati, kebiasaan melahap makanan manis bisa menyebabkan penyakit jangka panjang yang merugikan bagi tubuh, termasuk juga memengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Lalu, apakah berarti orang yang memiliki kolesterol tinggi tidak boleh makan manis?

Sebenarnya makanan manis masih bisa dinikmati oleh orang dengan kolesterol tinggi sekalipun. Namun, ada trik untuk menikmatinya.

Bila Anda masih ingin mengonsumsi makanan atau minuman yang manis namun kolesterol dan trigliserida tetap bagus, gunakan gula khusus penderita diabetes yang kini telah banyak dijual di pasaran. Jenis gula tersebut tidak mengandung kadar gula tinggi, sehingga masih aman untuk dikonsumsi.

Selain itu, usahakan untuk menghindari makanan tinggi kolesterol. Hal ini untuk menghindari lonjakan kolesterol dan gula darah, yang berpotensi menyebabkan penyakit metabolik, seperti yang telah dipaparkan sebelumnya.

Jadi, mengonsumsi makanan manis boleh-boleh saja, asal harus dikontrol asupannya. Terutama bila Anda memiliki penyakit diabetes. Dengan demikian, kadar kolesterol dalam darah pun senantiasa stabil. Yuk, sayangi diri dengan mengatur pola makan jadi lebih sehat!

[NP/ RVS]