7 Bahaya Oral Piercing pada Kesehatan Gigi dan Mulut

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 14 Apr 2019, 10:30 WIB
Piercing adalah tren atau bentuk ekspresi diri. Tertarik tindik di mulut? Kenali dulu bahaya oral piercing pada kesehatan gigi dan mulut.
7 Bahaya Oral Piercing pada Kesehatan Gigi dan Mulut (Misha-Beliy/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Selain tato, tindik atau piercing adalah salah satu cara “menghias tubuh”, bisa karena tren atau sebagai salah satu bentuk mengekspresikan diri. Bagian tubuh yang tergolong sering ditindik adalah mulut (oral piercing). Tindakannya adalah melubangi bagian kecil di daerah bibir, lidah, pipi, atau uvula (jaringan kecil yang menggantung di belakang tenggorokan), sehingga bisa diselipkan perhiasaan tertentu di bagian tersebut. Tertarik melakukannya? Jangan terburu-buru, baiknya kenali dulu bahaya oral piercing pada kesehatan gigi dan mulut.

Sayangnya, semakin banyaknya permintaan, maka makin banyak tempat untuk piercing yang tak profesional. Kalau dari tampilan, sih, mungkin menambah nilai plus. Namun, oral piercing yang tidak dilakukan secara benar dapat mengancam kesehatan gigi dan mulut. Tak percaya? Ini buktinya!

1. Ada jutaan bakteri, jamur, dan virus dalam mulut

Mulut mengandung jutan bakteri, jamur, dan virus. Bagian dalam mulut pun merupakan daerah yang lembap, sehingga merupakan tempat yang ideal untuk terjadinya infeksi. Kondisi ini tentunya bisa berbahaya jika tidak ditangani secara tepat.

2. Bisa ganggu kemampuan berbicara, mengunyah, dan menelan

Ya, tiga kemampuan tersebut bisa terganggu akibat tindakan oral piercing. Selain itu, melakukan tindik di bagian mulut juga akan menyebabkan timbulnya rasa sakit, bengkak, dan infeksi.

Sebagai contoh, setelah melakukan tindik di lidah, Anda mungkin akan mengalami mati rasa akibat kerusakan saraf. Meskipun keluhan mati rasa ini sifatnya sementara, tetapi terkadang bisa terjadi kerusakan yang permanen. Saraf yang terluka dapat memengaruhi indra perasa.

Selain itu, jika tindik dilakukan di lidah, lidah bisa mengalami pembengkakan dan membuat Anda sulit untuk bernapas.

3. Mengancam kesehatan jantung

Lebih seramnya lagi, pada beberapa orang dengan panyakit jantung, bakteri dapat bisa menyebabkan suatu kondisi yang dapat merusak katup jantung.

1 of 2

Selanjutnya

4. Risiko kehilangan darah

Tindakan di lidah juga bisa membuat Anda mengalami perdarahan dan kehilangan darah karena begitu banyaknya pembuluh darah di area tersebut. Produksi air liur pun bisa mengalami peningkatan dan keluar dari mulut tak terkontrol.

5. Kerusakan gigi dan tambalan

Kebiasaan seperti menggigit, memutar, atau memainkan perhiasan yang ada di dalam mulut dapat menimbulkan kerusakan pada gigi dan tambalan. Tak cuma itu, kebiasaan ini juga bisa melukai jaringan gusi.

6. Lebih rentan alami kerusakan gusi

Orang-orang yang memiliki tindikan di dalam mulut lebih rentan mengalami kerusakan pada gusi daripada yang tidak. Nantinya, bukan tak mungkin dokter gigi akan mengalami kesulitan dalam melakukan perawatan.

7. Reaksi alergi

Reaksi alergi juga mungkin saja terjadi akibat material logam pada perhiasan yang digunakan. Selain itu, perhiasan juga mungkin saja pecah atau patah di dalam mulut sehingga membuat Anda tersedak dan menelannya.

Oral piercing tidak disarankan pada orang dengan kondisi tertentu

Karena pengaruhnya yang besar bagi kesehatan, American Dental Association (ADA) mengeluarkan pernyataan. Orang-orang dengan kondisi tertentu seperti jantung, diabetes, kelainan darah hemofilia, dan penyakit autoimun untuk tidak melakukan tindakan oral piercing.

Jika Anda sudah memiliki tindik di daerah mulut, jaga agar tetap bersih dan bebas dari bakteri dan sisa makanan. Dan bila Anda berencana untuk melakukan oral piercing, konsultasikan dulu dengan dokter gigi dan pilih tempat piercing yang terpercaya.

Jangan tergoda oleh oral piercing dengan harga murah dan mengabaikan kebersihan dan keamanan, karena ada bahaya yang mengintai pada kesehatan gigi dan mulut. Jika setelah tindik rasa nyeri menetap sampai dua hari, timbul nyeri dan bengkak tak wajar, adanya nanah kuning berbau tak sedap, perdarahan yang berkepanjangan, dan kemerahan yang berlebihan, itu tanda-tanda infeksi. Segera periksakan diri ke dokter gigi terdekat.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓