10 Alasan Mengapa Lengan Anda Sakit

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 14 Apr 2019, 15:00 WIB
Tak sekadar capek atau terantuk pintu. Ada beragam alasan mengapa lengan sakit, beberapa di antaranya harus sangat diwaspadai.
10 Alasan Mengapa Lengan Anda Sakit (Zynatis/Shutterstofck)

Klikdokter.com, Jakarta Ada banyak alasan mengapa lengan Anda sakit. Rasa sakit pada lengan biasanya dideskripsikan sebagai rasa sakit, tak nyaman, atau kekakuan di bagian mana saja antara bahu hingga jari di satu atau kedua lengan. Penyebab lengan sakit bisa bermacam-macam, mulai dari hal ringan hingga berat.

"Biasanya sakit di lengan karena ada masalah di otot atau saraf. Keluhan yang terjadi pada kelainan otot di antaranya adalah kelemahan, spastis (kaku), myoklonus, dan nyeri otot," ujar dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

Umumnya, sakit pada lengan diakibatkan karena cedera atau kerjanya terlalu berlebihan. Namun, ada juga beberapa kondisi, bahkan tergolong serius, yang bisa mendasari sakit pada lengan yang Anda rasakan. Mengenalinya bisa membantu proses diagnosis, sehingga bisa segera ditangani jika memang ada kondisi serius.

1. Keseleo

Diungkapkan oleh dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, MSc, dari KlikDokter, keseleo atau terkilir bisa menggambarkan dua kondisi, yaitu sprain dan strain.

Sprain merupakan cedera pada sendi yang disebabkan oleh robeknya ligamen (jaringan yang menghubungkan dua atau lebih tulang pada persendian) dan kapsul sendi, sedangkan strain adalah cedera pada otot atau tendon (jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang),” kata dr. Nitish membedakan.

Dilanjutkan oleh dr. Nitish, untuk mengatasi keseleo, lakukanlah teknik RICE pada dua hari pertama setelah cedera terjadi. Teknik yang dimaksud adalah:

  • Rest: istirahatkan sendi yang mengalami nyeri
  • Ice: gunakan ice pack
  • Compression: berikan balutan pada persendian yang cedera
  • Elevation: lakukan elevasi pada persendian yang terasa nyeri

2. Dislokasi

Jatuh atau hantaman secara tiba-tiba bisa memisahkan dua tulang pada persendian alias dislokasi, yang sering kali terjadi di bahu dan pergelangan tangan. Jika ini terjadi, area yang terdampak akan tampak janggal dan menjadi bengkak, mati rasa, dan tentu saja sakit. Tak jarang, kondisi ini juga bisa merusak tendon, ligamen, atau saraf.

Dokter biasanya akan mendorong tulang untuk menempatkannya kembali ke tempat asalnya. Setelah itu, istirahat, penggunaan ice pack, dan terapi fisik bisa membantu proses pemulihan. Untuk meredakan rasa sakit dan bengkak, Anda biasanya juga akan diresepkan obat-obatan. Pada kasus yang jarang, dislokasi membutuhkan operasi.

1 of 4

Selanjutnya

3. Fraktur stres

Meski lebih sering dialami di kaki, tetapi fraktur stres juga bisa terjadi di lengan. Fraktus stres adalah kondisi saat tulang retak, yang biasanya retakannya tergolong ringan. Penyebabnya adalah tekanan atau gerakan pada tulang secara berulang, bahkan berlebihan. Misalnya terus-terusan melompat, lari jarak jauh, memukul raket tenis, dan lain-lain.

Rasa sakit yang timbul bisa lebih buruk ketika mencoba melakukan aktivitas yang menyebabkan cedera ini. Karenanya, Anda dianjurkan untuk beristirahat selama 6-8 minggu. Jika tidak, kerusakannya bisa lebih serius dan tentunya jadi makin sulit untuk pulih.

4. Patah tulang

Jika lengan langsung sakit setelah terjadi cedera fisik, bisa jadi Anda mengalami patah tulang. Area yang terdampak juga bisa bengkak, memar, mati rasa, atau terasa lemah. Segera cari bantuan medis sehingga lengan bisa pulih seperti sedia kala. Dokter akan mencoba memperbaiki tulang yang patah, yang selanjutnya Anda akan menggunakan gips atau arm sling (penyangga tangan). Kasus patah tulang yang parah bisa membutuhkan operasi dan sekrup tulang atau pin.

5. Tendinitis

Melakukan gerakan berulang terus-terusan, seperti memutar obeng, mencabuti rumput, atau mengayunkan palu bisa menyebabkan robekan kecil di tendon yang menyatukan otot ke tulang di lengan. Jika ini terjadi lengan bisa terasa lemah, nyeri, atau terdapat sensasi terbakar, khususnya ketika Anda mencoba menggunakannya. Mereka yang gemar berolahraga dengan raket bisa menghalami bentuk lain tendinitis, yaitu tennis elbow, akibat pengulangan ayunan raket yang konstan.

2 of 4

Selanjutnya

6. Serangan jantung

Rasa sakit di lengan bisa berkaitan dengan jantung. Angina, kondisi yang disebabkan karena peningkatan aliran darah ke jantung, bisa menyebabkan rasa sakit di lengan dan bahu. Serangan jantung terjadi ketika suplai oksigen ke jantung terputus akibat penyumbatan yang menghalangi darah mengalir ke otot.

Hal ini dibenarkan oleh dr. Andika Widyatama dari KlikDokter. Ia mengatakan bahwa rasa tidak nyaman atau nyeri juga dapat dialami di area lengan kiri, bahu, leher, rahang, hingga punggung.

“Pada lengan dapat dirasakan sensasi berat, sehingga lengan sulit digunakan untuk beraktivitas,” ujarnya.

Serangan jantung bisa terjadi tiba-tiba, tetapi juga bisa bertahap. Gejala yang Anda rasakan bisa bermenit-menit, atau datang dan pergi. Perut, rahang, punggung, atau leher juga bisa terasa sakit. Anda juga bisa merasakan mual, pusing, dan berkeringat. Jika ini terjadi, segera cari bantuan medis.

7. Carpal tunnel syndrome

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, juga dari KlikDokter, carpal tunnel syndrome (CTS) atau sindroma lorong karpal adalah nyeri akibat penekanan saraf di lekukan anatomis di pergelangan tangan. Penekanan saraf ini biasanya disebabkan oleh penebalan ligamen di aera tersebut.

“Pasien dengan CTS biasanya mengeluhkan adanya rasa nyeri, terbakar, atau kebas di jari tangan, yang dapat meluas hingga ke siku,” jelas dr. Astrid.

Gangguan saraf ini dapat diakibatkan oleh stres, kesalahan posisi, atau trauma berulang jangka panjang pada pergelangan tangan. Setiap aktivitas yang banyak melibatkan pergelangan tangan seperti mengemudi, merajut, mengetik, dan lain-lain dapat menyebabkan CTS.

8. Osteoartritis

Tulang rawan yang menutupi dan melindungi ujung sendi bisa rusak seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut bisa akibatkan rasa sakit, dan bengkak yang timbul bisa membuat persendian sulit digerakkan. Kerusakan akibat penuaan atau pemakaian (wear and tear) bisa menyebabkan kondisi ini secara perlahan, yang dimulai saat usia paruh baya dan kondisinya makin memburuk. Selain itu, cedera juga bisa terjadi akibat cedera. Alat bantu penopang tubuh atau splint, obat antiinflamasi, dan latihan fisik sederhana bisa membantu mengurangi rasa sakit dan bengkak. Sendi yang sakit perlu dirawat, tetapi sebisa mungkin tetaplah aktif bergerak semampunya.

3 of 4

Selanjutnya

9. Herniated disk

Herniated disk atau hernia nukleus pulposus (HNP) adalah kondisi ketika salah satu bantalan atau cakram (disk) tulang rawan dari tulang belakang menonjol keluar dan menjepit saraf. Penyakit ini sering disebut oleh awam sebagai saraf terjepit. Kondisi ini bisa mendorong saraf, sehingga tercipta rasa sakit, mati rasa, atau kelemahan. Utamanya saraf terjepit yang terjadi di leher adalah yang menciptakan rasa sakit di bahu atau lengan. Rasa sakit ini juga bisa dirasakan di lengan atau kaki ketika bersin, batuk, atau bergerak dengan cara tertentu.

10. Nyeri rotator cuff

Nyeri rotator cuff adalah cedera pada salah satu atau semua bagian ligamen di sendi putar bahu. Bagian pada bahu ini terbuat dari otot dan tendon. Bagian tersebut memungkinkan bahu bergerak atau diam.

Seiring bertambahnya usia, tendon dalam rotator cuff mulai usang. Jika pekerjaan Anda mengharuskan gerakan mengangkat beban di atas kepala terus-menerus, bagian tersebut juga bisa rusak. Gejala kondisi ini beragam, mulai dari rasa nyeri tumpul dan kelemahan di tangan, hingga bisa juga dirasakan berat dengan rasa sakit konstan. Kondisi ini membutuhkan intervensi dokter.

Itulah berbagai alasan mengapa lengan Anda sakit. Jika Anda sering mengalaminya, coba cocokkan dengan gejala dan penyebabnya. Jika rasa sakit ini dirasa tak wajar, berlangsung terus-menerus, hingga mengganggu aktivitas, sebaiknya segera temui dokter.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓