Komplikasi Akibat Gigi Sensitif yang Tidak Ditangani

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 15 Apr 2019, 13:00 WIB
Gigi sensitif akan menyebabkan berbagai gangguan pada penderitanya, apalagi jika tidak ditangani dengan baik. Bisa timbul komplikasi!
Komplikasi Akibat Gigi Sensitif yang Tidak Ditangani (Nestor Rizhniak/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda merasakan nyeri atau ngilu pada gigi saat mengonsumsi makanan atau minuman yang dingin? Jika ya, Anda mungkin mengalami gigi sensitif. Kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja itu harus segera diatasi. Jika tidak, kondisi Anda akan memburuk risiko terjadinya komplikasi akan meningkat.

Faktanya, gigi sensitif terjadi saat enamel gigi sudah tidak mampu lagi memberikan perlindungan terhadap bagian dalam gigi. Hal-hal yang mampu melatari terjadinya kondisi tersebut. Misalnya cara menyikat gigi yang salah, pola makan yang tidak tepat, kebiasaan mengertakkan gigi (bruxism), hobi mengunyah es batu, sering menggunakan gigi untuk menggigit benda, dan penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) yang tidak terkendali.

Apa pun penyebabnya, gigi sensitif mesti segera diatasi dengan cara yang tepat. Bila terus didiamkan tanpa tindakan pengobatan, terjadinya gigi berlubang tak bisa dihindari lagi.

Pada tahap lanjut, lubang yang terbentuk akan semakin besar dan dalam, hingga menembus ruang pulpa yang berisi saraf maupun pembuluh darah. Oleh karena itu, rasa nyeri akan semakin memburuk dan membuat orang yang mengalaminya kesulitan untuk beraktivitas. Pada beberapa kasus, lubang yang menembus hingga ruang pulpa juga dapat menyebabkan pembengkakan dan infeksi.

Cara tepat atasi gigi sensitif

Komplikasi yang terjadi akibat gigi sensitif bisa dicegah. Cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah dengan berobat ke dokter gigi. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu penyebab gigi sensitif yang mendasari dan jenis terapi yang paling sesuai.

Jika gigi sensitif timbul akibat adanya lubang pada gigi, tindakan yang dilakukan selanjutnya adalah penambalan. Sementara itu, apabila gigi sensitif timbul akibat adanya penurunan gusi, tindakan yang mungkin dilakukan adalah pembedahan.

Pada kasus yang sudah terlanjur parah, di mana gigi sudah memiliki lubang yang lebar dan dalam, dokter akan melakukan perawatan saluran akar pada pasien. Setelah itu, gigi pasien yang berlubang akan mendapatkan tambalan atau diganti dengan gigi palsu yang sesuai.

Di luar perawatan yang diberikan oleh dokter, penderita gigi sensitif juga mesti melakukan upaya supaya keluhan tak muncul kembali. Dalam hal ini, upaya yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Gunakan sikat gigi berbulu halus, dan lakukan prosedur menyikat gigi dengan metode yang tepat
  • Hindari konsumsi makanan atau minuman manis dan bersoda secara berlebihan. Jika sangat ingin, gunakan sedotan agar minuman tidak berkontak langsung dengan gigi
  • Kelola stres dengan baik
  • Gunakan mouth guard, khususnya jika Anda punya kebiasaan bruxism
  • Hindari menggigit atau mengunyah es batu
  • Tidak mengandalkan gigi selain untuk makan dan minum
  • Lebih berhati-hati saat menggunakan tusuk gigi.

Sebagai pelengkap, Anda sebaiknya juga menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif yang mengandung strontium acetat. Pasta gigi jenis ini berfungsi untuk menghalangi tubulus di dentin yang terbuka, sehingga rangsangan yang memicu rasa sensitif tidak sampai ke saraf.

Selalu ingat bahwa gigi sensitif bukanlah perkara sepele yang bisa didiamkan begitu saja. Sebab, bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, keluhan yang satu ini bisa berujung pada komplikasi yang benar-benar mampu menurunkan kualitas hidup orang yang mengalaminya.

(NB/ RH)