7 Kesalahan dalam Mencukur Bulu Kaki

Oleh Ayu Maharani pada 15 Apr 2019, 13:30 WIB
Mungkin tanpa disadari, Anda melakukan kesalahan ini saat mencukur bulu kaki. Segera hentikan sebelum menyesal!
7 Kesalahan dalam Mencukur Bulu Kaki (Yuriy Maksymiv/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ketimbang waxing atau terapi laser, mencukur bulu kaki dengan pisau cukur banyak dipilih karena praktis dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Ini  sah saja, asal dilakukan dengan benar. Sayangnya, mungkin tanpa disadari Anda sering melakukan beberapa kesalahan saat mencukur bulu kaki sendiri, sehingga bisa menyebabkan gangguan kulit seperti munculnya ruam, iritasi, hingga pembengkakan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa kesalahan yang kerap dilakukan wanita saat mencukur bulu kakinya.

  1. Mencukur terlalu cepat

Mungkin karena terburu-buru, Anda jadi mencukur bulu kaki terlalu cepat. Padahal, ini bisa menimbulkan luka dan iritasi pada kulit, apalagi jika pisau cukur yang Anda pakai benar “fresh” dikeluarkan keluar dari kemasannya. Pisau cukur yang masih baru memiliki ketajaman yang lebih tinggi. Jika ditambahkan dengan gerakan tangan yang terlalu cepat, risiko Anda untuk mengalami luka pun semakin besar.

  1. Jarang mengganti pisau cukur

Dianggap masih bisa dipakai dan tak terlihat adanya karat atau cacat apa pun, beberapa orang jarang mengganti pisau cukurnya. Padahal, menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes, dari KlikDokter, alat cukur yang lama tidak diganti dapat menjadi sarang  tumbuhnya bakteri.

“Kebanyakan ahli menyarankan untuk mengganti alat cukur setelah 5-7 kali penggunaan. Untuk yang jarang bercukur, penggunaan alat cukur sebaiknya maksimal selama sebulan,” kata dr. Sara.

Jika ingin terhindar dari iritasi, pisau cukur wajib diganti secara rutin. Tanda-tanda bahwa sudah waktunya Anda mengganti pisau cukur untuk mencukur bulu kaki antara lain:

  • Pisau cukur sudah terlihat kusam
  • Ketajaman berkurang
  • Tampak agar berkarat
  • Setrip pelembap pisau cukur sudah memudar

Jika terdapat tanda-tanda di atas, baiknya segera ganti pisau cukur dengan yang baru sebelum Anda melukai diri sendiri atau terkena infeksi bakteri. Untuk mengganti mata pisaunya, baiknya ganti setelah sepuluh kali pemakaian.

“Begitu juga dengan alat cukur yang tumpul atau menimbulkan tarikan atau goresan pada kulit sebaiknya segera diganti,” kata dr. Sara menambahkan.

  1. Tidak pernah melakukan eksfoliasi

Wanita tak jarang terlalu menganakemaskan wajah dan mengabaikan kesehatan kulit di bagian tubuh lainnya, seperti kulit kaki. Padahal, kulit kaki yang sering dicukur juga sama-sama membutuhkan eksfoliasi, agar sel kulit mati terangkat. Ini penting untuk mencegah terjadinya kondisi bulu yang terjebak atau tumbuh ke dalam, sehingga bisa membuat kulit kaki menggelap.

Dari KlikDokter, dr. Theresia Rina Yunita mengatakan, terkelupasnya sel kulit mati akibat eksfoliasi dengan scrub dapat membuat kulit lebih mudah menyerap nutrisi dan pelembap yang Anda gunakan. Ia pun menyarankan Anda untuk melakukan eksfoliasi dengan scrub sebanyak 2-3 kali per minggu.

  1. Mencukur sebelum mandi

Waktu yang dianggap paling baik dalam mencukur adalah setelah Anda mandi. Ketika Anda mandi dengan air hangat, rambut cenderung akan lebih lembut dan folikel rambut pun akan lebih terbuka, sehingga dapat mempermudah dan mencegah terjadinya iritasi usai mencukur. Jangan lupa, sebelum mencukur aplikasikan krim cukur terlebih dahulu dan gunakan pelembap setelah seselesainya.

  1. Menggunakan sabun mandi

Sabun disinyalir dapat menyumbat mata pisau. Oleh sebab itu, Anda lebih disarankan untuk menggunakan krim cukur, sebab krim tersebut dirancang khusus melembutkan bulu. Krim cukur akan melapisi setiap helai bulu dan memungkinkan penyerapan air, sehingga mempermudah Anda dalam mencukur. Jika Anda sedang kehabisan krim cukur, untuk sementara gunakan kondisioner rambut.

  1. Berbagi pisau cukur

Setiap orang memiliki pola penggunaan yang berbeda untuk pisau cukur. Menggunakan pisau cukur orang lain atau meminjamkan pisau cukur Anda kepada orang lain bisa meningkatkan risiko terjadinya luka, infeksi, atau mungkin tertular gangguan kulit tertentu.

  1. Menggunakan alat cukur dengan satu mata pisau

Pada dasarnya, mata pisau pertama dirancang untuk mengangkat rambut, sedangkan mata pisau berikutnya berguna untuk memotong bulu lebih pendek. Bila Anda ingin mendapatkan hasil pencukuran yang halus, hindari menggunakan alat cukur yang hanya memiliki satu mata pisau. Gunakanlah alat cukur yang mata pisaunya berjumlah 4-5.

Apakah Anda sering melakukan satu atau beberapa kesalahan saat mencukur bulu kaki seperti yang disebutkan di atas? Segera perbaiki, ya, agar terhindar dari luka, iritasi, atau masalah kulit lainnya. Memilih pisau cukur pun jangan hanya tergiur yang harganya murah. Pilih yang aman! Jangan lupa juga untuk mengoleskan pelembap setelah selesai mencukur, serta jangan lewatkan eksfoliasi.  Dengan begitu, kondisi kulit kaki akan tetap terjaga dengan baik.

(RN/ RVS)