Jelang Pemilu, Caleg Perlu Waspadai 7 Penyakit Ini

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 15 Apr 2019, 16:20 WIB
Dalam perebutan kursi di Pemilu tahun 2019, para caleg perlu terus menjaga kesehatan. Jangan sampai ambisi terhalang oleh 7 penyakit ini.
Jelang Pemilu, Caleg Perlu Waspadai 7 Penyakit Ini (FabrikaSimf/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pemilihan Umum akan diselenggarakan 2 hari lagi, yakni pada Rabu (17/4). Tak hanya 2 pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, dalam Pemilu ini, ribuan caleg alias calon legislatif juga berebut untuk mendapat kedudukan di kursi DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota/Kabupaten.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, terdapat lebih dari 10.000 caleg bertarung untuk mendapatkan kursi untuk melayani negara. Sayangnya, kursi yang tersedia tidak mampu menampung semua. Alhasil, sebagian caleg yang telah berjuang mati-matian bisa saja hanya berujung menelan kekecewaan.

Tidak terpilih, rentan terserang penyakit

Para caleg yang kurang beruntung lantaran tidak memiliki cukup suara untuk duduk sebagai pejabat negara rentan didera perasaan tertekan. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, kondisi tersebut bisa membuat mereka berakhir pada kondisi stres atau depresi.

"Caleg mesti mewaspadai stres atau depresi. Kondisi ini menimpa mereka yang gagal. Salah satu alasannya karena sudah keluar uang banyak. Belum lagi perasaan tertekan karena sudah disokong atau mendapat dukungan sana-sini atau harus kepilih tapi ternyata tidak terpilih," ujar dr. Ega saat dikonfirmasi.

Sebagai akibat dari stres atau depresi, mereka juga rentan mengalami berbagai penyakit lain. Beberapa penyakit yang termasuk, di antaranya:

1. Sakit kepala

Stres dan depresi membuat tubuh kesulitan untuk menyesuaikan dengan keadaan sekitar. Akibatnya, kecemasan, kelelahan, kurang tidur, dan berbagai kondisi merugikan lainnya bisa terjadi kemudian. Padahal, menurut dr. Fiona Amelia dari KlikDokter, kurang istirahat, postur tubuh yang buruk, kecemasan, kelelahan, kelaparan, dan kadar zat besi rendah adalah awal mula terjadinya sakit kepala tegang atau tension-type headache (TTH).

2. Infeksi

Stres atau depresi bisa bikin tubuh kehilangan pertahanan terhadap zat berbahaya, termasuk radikal bebas. Oleh karena itu, saat sedang stres atau depresi, seseorang akan lebih mudah terserang penyakit.

3. Penyakit jantung

Berdasarkan keterangan dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, stres membuat jantung memompa darah dengan lebih cepat. Sebagai akibatnya, jantung akan kelelahan hingga fungsinya menurun secara berangsur-angsur. Ujung dari perkara ini adalah penyakit jantung.

1 of 2

Selanjutnya

4. Tekanan darah tinggi

Tekanan demi tekanan yang didapatkan akibat kekalahan saat Pemilu membuat seorang caleg tidak bisa tenang. Keadaan ini membuat jantung harus mempompa darah dengan lebih kencang dan kuat. Sebagai akibatnya, tekanan darah akan meningkat dan cenderung tinggi dalam waktu yang lama. Keadaan ini dikenal dengan sebutan penyakit darah tinggi alias hipertensi.

5. Diabetes

Saat stres, liver biasanya akan menghasilkan glukosa untuk meningkatkan energi. Namun, karena stres membuat orang yang mengalaminya enggan beraktivitas, glukosa tersebut tidak akan diubah menjadi energi, melainkan menumpuk menadi lemak.

"Jika Anda mengalami stres berkepanjangan, tubuh tidak mampu lagi menyimpan glukosa yang berlebih sehingga risiko penyakit diabetes tipe 2 akan melonjak," ujar dr. Theresia.

6. Nyeri dan pegal-pegal

Stres atau depresi juga bisa memicu otot untuk berkontraksi untuk melindungi diri dari cedera. Jika Anda stres terus-menerus, maka otot tidak sempat mengalami relaksasi. Otot yang tegang atau berkontraksi secara berkelanjutan dapat menyebabkan keluhan, seperti nyeri di bahu dan punggung, serta pegal-pegal seluruh tubuh.

7. Refluks asam lambung

Stres dapat memicu refluks asam lambung. Ini karena stres menyebabkan peningkatan kadar hormon, pernapasan, dan detak jantung.

"Stres memang tidak menyebabkan luka pada lambung, namun stres dapat memicu luka yang telah Anda alami untuk kembali aktif," ujar dr. Theresia.

Kegagalan dalam Pemilu memang terkadang tidak bisa dihindari. Atas dasar itu, para calon legislatif alias caleg yang mengajukan diri harus benar-benar mempersiapkan diri guna menghadapi segala kemungkinan yang nanti terjadi. Bagaimanapun hasilnya nanti, para caleg diminta untuk terus memperhatikan kesehatan diri dengan lebih teliti.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓