Kenali 10 Jenis Gangguan Tidur Paling Umum

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 16 Apr 2019, 14:45 WIB
Gangguan tidur adalah kondisi Anda tidak bisa tidur dalam kondisi normal. Mari kenali beberapa jenis gangguan tidur.
Kenali 10 Jenis Gangguan Tidur Paling Umum (Sam-Wordley/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tidur malam adalah waktu berharga untuk mengistirahakan fisik sekaligus pikiran setelah seharian beraktivitas. Oleh karena itu, tidur yang berkualitas akan sangat mendukung kebugaran tubuh keesokan hari. Akan tetapi, tak jarang gangguan tidur juga bisa menyerang Anda di malam hari.

Menurut dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, gangguan tidur adalah suatu kumpulan kondisi yang memengaruhi jumlah, kualitas, atau waktu tidur. Seseorang dengan gangguan tidur dapat mengeluh kesulitan untuk memulai waktu tidur dan/atau mempertahankan tidur.

"Untuk menentukan diagnosis apakah seseorang mengalami gangguan tidur, gejala harus bertahan setidaknya satu bulan," ujar dr. Devia Irine.

Gangguan tidur tentu bisa dialami oleh siapa saja. Dan macamnya pun beragam. Berikut beberapa gangguan tidur yang perlu Anda ketahui.

1. Mendengkur dan sleep apnea

Banyak orang mendengkur saat tidur. Meski kerap dianggap bukan masalah, mendengkur tetaplah gangguan tidur. Sementara itu, ada yang lebih serius dibanding mendengkur, yakni sleep apnea.

Apnea tidur adalah kondisi medis kronis saat orang berulang kali berhenti bernapas saat tidur. Ini bisa berlangsung 10 detik atau lebih dan menyebabkan kadar oksigen dalam darah turun atau membuat Anda terbangun dari tidur.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh obstruksi jalan napas atas yang mengakibatkan apnea tidur obstruktif atau kegagalan otak untuk memulai napas, yang disebut sleep apnea pusat. Sleep apnea dapat menyebabkan atau memperburuk kondisi medis lainnya, termasuk hipertensi, gagal jantung, dan diabetes.

2. Insomnia

Insomnia adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan jumlah tidur yang cukup. Hal ini dapat ditandai dengan kesulitan tidur atau tetap tidur untuk waktu yang lama.

Kebanyakan penderita insomnia menghabiskan 20-30 menit bahkan lebih untuk bisa kembali pulas di malam hari. Jika ini terjadi setidaknya 3 malam per minggu dan berlangsung selama setidaknya 3 bulan, itu disebut insomnia kronis. Insomnia adalah gangguan tidur yang paling umum, memengaruhi sekitar 10 persen orang dewasa dengan banyak faktor penyebab.

1 of 3

Selanjutnya

3. Kelumpuhan tidur

Gangguan ini ditandai dengan ketidakmampuan sementara untuk bergerak sambil beralih dari tidur ke posisi bangun. Di Indonesia, gangguan ini biasa dikenal sebagai ketindihan. Kelumpuhan tidur mungkin menakutkan karena seseorang tampak terjaga, tetapi tidak bisa bergerak. Kelumpuhan tidur dapat juga merupakan gejala narkolepsi.

4. Sindrom kaki gelisah

Sindrom kaki gelisah adalah gangguan gerakan neurologis yang ditandai dengan perasaan tidak menyenangkan pada kaki yang terkait dengan kebutuhan untuk bergerak. Sensasi ini mungkin termasuk rasa sakit, terbakar, kesemutan, atau perasaan serangga merayap di kaki.

Gejala-gejala ini dapat terjadi saat istirahat atau malam hari sehingga membuat penderitanya kesulitan tertidur. Sindrom kaki gelisah memiliki banyak penyebab, seperti kekurangan zat besi, kehamilan, dan obesitas.

5. Narkolepsi

Narkolepsi merupakan penyakit tidur kronis yang yang ditandai dengan rasa mengantuk yang berlebihan di siang hari dan menimbulkan serangan tidur. Orang yang mengalami narkolepsi mengalami kesulitan untuk tetap terjaga pada kondisi apa pun. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan saat menjalani aktivitas sehari-hari. Rasa kantuk bisa sangat dalam dan menyebabkan Anda tertidur dalam situasi apa pun.

6. Gangguan ritme sirkadian

Gangguan ritme sirkadian adalah kondisi yang dapat terjadi ketika jam biologis internal seseorang tidak selaras dengan isyarat waktu eksternal, termasuk siklus cahaya gelap alami. Ini dapat terjadi pada orang dengan kebutaan total, kerja sistem shift, jet lag, atau karena sindrom fase tidur lanjut atau tertunda.

2 of 3

Selanjutnya

7. Jet Lag

Jet lag adalah kondisi sementara yang disebabkan oleh perjalanan melintasi zona waktu. Misalnya, Anda dari Indonesia pergi ke Amerika Serikat dengan perbedaan waktu kurang lebih 12 jam. Perbedaan waktu yang besar itu akan membuat Anda jet lag. Orang yang jet lag dapat mengalami kelelahan, insomnia, dan mual.

8. Parasomnia

Parasomnia merupakan gangguan kualitas tidur karena adanya episode abnormal saat tidur. Beberapa episode abnormal yang dimaksud misalnya berjalan saat tidur, mimpi buruk, atau paralisis (yang dalam istilah awam juga sering disebut ketindihan).

9. Gangguan afektif musiman

Gangguan afektif musiman adalah gangguan mood berulang yang berhubungan dengan depresi dan kantuk berlebihan selama bulan-bulan musim dingin atau hujan. Ini disebabkan kurangnya cahaya terang yang biasanya memengaruhi jam biologis di nukleus suprachiasmatic, sebuah wilayah kecil di otak.

10. Sindrom kelelahan kronis

Sindrom ini ditandai dengan kelelahan berkepanjangan yang tidak dapat dijelaskan. Gejala ini tidak membaik saat istirahat dan dapat diperburuk oleh aktivitas fisik. Kelelahan ini bisa parah dan melumpuhkan, menyebabkan Anda menjalani aktivitas sehari-hari.

Itu adalah sepuluh gangguan tidur yang paling umum terjadi. Jika Anda mengalami salah satunya, beberapa hal bisa Anda lakukan. dr. Sepriani T Limbong dari KlikDokter menyarankan untuk menghindari konsumsi minuman berkafein saat sore hingga malam, berolahraga teratur, tidak merokok, hindari konsumsi alkohol. Selain itu, membuat suasana yang efektif dan efisien untuk tidur juga dapat Anda terapkan untuk mengatasi gangguan tidur.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓