Terapi Online, Metode Penyembuhan Baru untuk Kesehatan Mental

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 16 Apr 2019, 15:00 WIB
Terapi online adalah hal baru di dunia pengobatan kesehatan mental. Yuk, cari tahu lebih jauh tentang terapi ini!
Terapi Online, Metode Penyembuhan Baru untuk Kesehatan Mental (Agenturfotografin/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Berkembangnya dunia teknologi juga ikut merambah ke dunia terapi kesehatan. Kini, sedang marak terapi online yang khusus digunakan untuk membantu mengatasi masalah kesehatan mental. Terkait hal ini, ada beberapa hal yang perlu Anda tahu, baik dari segi manfaat dan penggunaannya.

Mengenal terapi online

Terapi online dikenal juga dengan e-terapi, e-counseling, teletherapy atau cyber-counseling. Seperti disebutkan di atas, terapi online adalah hal yang relatif baru dan dikhususkan untuk penyembuhan kesehatan mental, di mana seorang terapis atau konselor memberikan saran dan dukungan psikologis melalui internet.

Kesehatan mental memang menjadi perhatian serius bagi banyak orang beberapa tahun belakangan ini. Penderitanya pun membutuhkan bantuan segera agar hidupnya lebih tenang.

Hal ini perlu menjadi perhatian serius karena kesehatan mental dapat dialami oleh siapa saja dan tak ada hubungannya dengan kelemahan karakter atau pribadi seseorang. Mengenai hal ini, dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter berkomentar.

"Pekerjaan penuh tantangan, masalah dalam keluarga, atau menjadi korban kekerasan seksual memang bisa bikin seseorang lebih rentan mengalami gangguan jiwa. Sebab, pengalaman hidup adalah salah satu dari sekian banyak faktor yang memengaruhi terhadap kesehatan jiwa,” ujarnya.

Dengan metode terapi online, harapannya risiko orang mengalami stres ataupun gangguan kesehatan mental lainnya bisa berkurang.

1 of 3

Harapan baru untuk kesehatan mental

Terkadang, orang yang mengalami gangguan kesehatan mental tidak bisa mendapatkan terapi yang tepat atau bahkan sama sekali tidak mendapatkan terapi untuk penyembuhan. Permasalahan yang kerap membebani adalah soal biaya. Pasalnya, terapi kesehatan mental biasanya lama dan akan menguras kocek.

Namun, kini ada terapi online yang bisa diakses oleh siapa pun dan kapan pun. Hal itu tentu memudahkan siapa saja yang punya masalah kesehatan mental. Terapi jenis ini dapat dilakukan melalui email, konferensi video, obrolan online, pesan, atau telepon internet.

Meski belum banyak penelitian yang membahas seputar efektivitas pengobatan online, terapi jenis ini menawarkan kepada profesional kesehatan mental tentang cara lain untuk memberikan layanan konseling kepada yang membutuhkan.

Sebenarnya terapi online yang berjenis tanpa tatap muka bukan hal baru. Jauh di masa lampau, komunikasi ini sudah pernah dilakukan. Bapak psikoanalisis, Sigmund Freud bahkan menggunakan surat untuk berkomunikasi dengan kliennya.

Belum lagi, saat ini ada banyak situs yang menawarkan informasi kesehatan mental serta klinik untuk melakukan terapi online. Tak heran, metode terapi ini lansung “naik daun”.

Dalam ulasan studi yang diterbitkan dalam jurnal World Journal of Psychiatry, pasien yang menerima perawatan kesehatan mental melalui konferensi video melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi.

Meski telah menunjukkan efektivitasnya, tapi satu hal yang harus diketahui adalah bahwa terapi online tidak sesuai untuk semua orang. Misalnya, banyak orang mungkin mendapat manfaat dari terapi online, terutama bagi mereka yang merasa tidak nyaman menghadiri terapi berkelompok atau bertatap muka secara langsung.

Jadi, sebelum mencoba terapi online, pertimbangkan soal kerahasiaan, masalah etika, hukum, dan kualifikasi terapis.

2 of 3

Pelatihan dan kualifikasi terapis online

Sama seperti terapis dan konselor di "dunia nyata" yang memiliki berbagai kualifikasi dan lisensi, terapis online juga memiliki pelatihan dan memiliki kualifikasi layaknya terapis lain.

Sementara itu, beberapa situs mungkin menjanjikan jalur cepat dan mudah untuk menjadi seorang terapis online, kenyataannya adalah bahwa persyaratan pendidikan dan pelatihan untuk menjadi seorang terapis online persis sama seperti terapis atau konselor pada umumnya.

Bedanya, terapis dapat beroperasi dari mana saja, sehingga sulit untuk menegakkan undang-undang negara yang mengatur pendidikan, pelatihan, dan ruang lingkup praktik. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan soal kualifikasi terapis online:

  • Mematuhi hukum dan pedoman yang ditentukan oleh lokasi geografis. Misalnya, hanya individu yang telah menerima pelatihan khusus dan telah melewati proses lisensi yang diwajibkan secara hukum untuk menyebut diri mereka psikolog.
  • Memperoleh pengetahuan, pelatihan, dan pengawasan dalam praktik dan teknik terapi online. Hal ini termasuk pelatihan formal (kursus perguruan tinggi atau universitas), pelatihan informal (lokakarya dan konferensi), dan supervisi klinis (tatap muka atau online).
  • Harus memiliki pemahaman yang kuat tentang teknologi. Hal ini termasuk cara menggunakan alat yang diperlukan untuk memberikan psikoterapi online, tetapi juga bagaimana memastikan bahwa informasi klien tetap aman dan terjamin kerahasiaannya.

Terapi online memang menarik bagi konsumen yang memiliki masalah kesehatan mental. Cara ini sering dilihat sebagai alternatif yang nyaman, ekonomis dan mudah diakses daripada terapi tatap muka.

Akan tetapi, hal ini juga menimbulkan sejumlah kekhawatiran, termasuk pertanyaan tentang kerahasiaan informasi klien, serta kesesuaian penggunaan terapi online sebagai metode pengobatan untuk berbagai gangguan psikologis.

Terlepas dari beberapa hal yang mesti diperhatikan, terapi online menawarkan cara-cara baru yang bisa diaplikasikan untuk penyembuhan gangguan kesehatan mental. Jika ada orang terdekat Anda yang tertarik untuk mencobanya, perhatikan beberapa hal yang dipaparkan di atas, ya.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓