Demam Tak Kunjung Turun, Perlukah Periksa Darah?

Demam yang tak membaik atau tak kunjung turun patut dicurigai. Perlukah pemeriksaan darah dilakukan?
Demam Tak Kunjung Turun, Perlukah Periksa Darah?

Klikdokter.com, Jakarta Demam merupakan salah satu gejala yang umum terjadi dan dirasakan oleh hampir semua orang. Demam yang tak terlalu tinggi umumnya tak terlalu dikhawatirkan, cuma butuh istirahat.

Namun, ketika demam tak kunjung turun, kekhawatiran pun muncul. Jika ini terjadi, apakah periksa darah diperlukan?

Perlu diektahui, suhu normal tubuh berkisar antara 35,5-37,5 derajat Celcius pada orang dewasa dan 36-37,5 derajat Celcius pada anak-anak.

Suhu tubuh bisa berubah-ubah, tergantung metabolisme dan kondisi yang terjadi di dalam tubuh. Selama dalam batas normal, Anda tak perlu mengkhawatirkannya, apalagi sampai berlebihan.

Anda tidak bisa mengatakan bahwa diri Anda mengalami demam hanya dengan cara menyentuh dahi dengan telapak tangan saja.

Pasalnya, diagnosis demam ditegakkan dengan mengukur suhu tubuh dengan termometer di ketiak atau telinga. Apabila suhu mencapai 38 derajat Celcius atau lebih, barulah Anda dikatakan demam.

Artikel Lainnya: Bolehkah Minum Obat Penurun Demam Saat Menyusui?

1 dari 4

Penyebab Demam yang Paling Sering

Anak sedang Demam
loading

Demam bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah gejala. Demam adalah respons tubuh saat melawan infeksi yang sedang terjadi.

Bagi orang yang tinggal di negara tropis, demam umumnya disebabkan infeksi bakteri, virus atau parasit. Di antara penyebab tersebut, infeksi virus adalah penyebab demam yang paling sering.

Di samping itu, demam juga bisa disebabkan oleh hal-hal lain sebagai berikut:

  • Dehidrasi atau kurang cairan
  • Alergi
  • Heat stroke, yaitu kenaikan suhu tubuh di atas normal akibat paparan sinar matahari yang terlalu panas
  • Trauma atau cedera berat, seperti serangan jantung atau stroke
  • Penyakit non-infeksi, seperti kanker atau penyakit autoimun.
2 dari 4

Tips Mengatasi Demam

Ilustrasi Wanita Kompres Dingin saat Demam
loading

Saat mengalami demam, tubuh pastinya merasa tak enak. Pada anak-anak, demam bisa menjadikan mereka cenderung rewel.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi demam sebelum memutuskan untuk berobat ke dokter:

  • Minum Obat

Anda dapat minum obat penurun demam yang dijual bebas di warung atau apotek, seperti paracetamol atau ibuprofen. Konsumsilah sesuai dosis yang dianjurkan.

Jika demam dirasa sangat parah dan berat, sebaiknya segera berobat ke dokter. Anda mungkin akan diberikan cairan infus dan obat-obatan yang sesuai dengan penyebab demam. 

  • Minum Air Putih

Perbanyak minum untuk memastikan kecukupan kebutuhan cairan tubuh. Pada saat terjadi demam, tubuh akan lebih mudah dehidrasi dan juga sebaliknya.

Demam akibat dehidrasi sering terjadi pada anak-anak.

  • Kompres Dingin

Pada anak-anak, Anda bisa memberikan pengompresan dengan es atau cool pack di dahi, leher, ketiak, dan lipat lutut.

  • Gunakan Pakaian yang Tipis

Hindari penggunaan baju yang terlalu tebal. Saat demam, tubuh berusaha mengeluarkan panas tubuh. Jika pakaian yang digunakan terlalu tebal, keluarnya panas menjadi terhalang sehingga suhu tubuh tidak turun.

Artikel lainnya: Demam Tinggi, Selalu Tanda Demam Berdarah?

3 dari 4

Jika Demam Belum Reda, Lakukan Pemeriksaan Darah

Ilustrasi Pemeriksaan Darah
loading

Berikut ini adalah beberapa penyebab demam yang mengharuskan penderitanya melakukan pemeriksaan darah:

  • Demam berlangsung selama 3 hari
  • Demam yang dialami lebih dari 40 derajat Celcius
  • Demam terjadi bersamaan dengan penurunan kesadaran
  • Badan sangat lemas dan lemah
  • Demam terjadi pada bayi di bawah usia 3 bulan

Pemeriksaan darah untuk demam dengan ciri-ciri tersebut adalah pemeriksaan darah rutin, yaitu hemoglobin (Hb), leukosit (sel darah putih), hematokrit, dan trombosit (sel keping darah).

Pemeriksaan darah ini cukup cepat pengerjaannya dan dapat digunakan untuk diagnosis penyakit akibat infeksi.

Pemeriksaan darah lainnya, seperti hitung jenis leukosit, widal, laju endap darah (LED), atau sediaan apus darah tepi atau preparat darah (SADT) mungkin dilakukan sesuai indikasi.

Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui kadar trombosit jika yang dicurigai adalah demam berdarah dengue (DBD).

Selain itu, jika masih demam lebih dari seminggu, pemeriksaan darah, termasuk widal, sebaiknya dilakukan untuk mendeteksi penyakit demam tifoid alias tifus.

Baca Juga

Demam memang tidak melulu butuh perlakuan khusus. Namun, Anda tetap mesti berobat ke dokter untuk sekaligus mendapat pemeriksaan darah khususnya jika mengalami kondisi kondisi demam degan ciri-ciri yang telah dijelaskan.

Jangan anggap sepele, karena demam dapat menjadi tanda dari adanya penyakit berbahaya yang bahkan bisa mengancam keselamatan jiwa.

(RN/ RVS)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Hati-Hati, 5 Penyakit Ini Berawal dari Demam

Info Sehat
07 Jan

Bolehkah Anak Demam Tidur Pakai AC?

Info Sehat
06 Jan

Bolehkah Minum Obat Penurun Demam Saat Menyusui?

Info Sehat
06 Jan

Normalnya, Berapa Hari Demam Berlangsung?

Info Sehat
20 Des

Demam Anak Naik Turun, Mungkin 4 Hal Ini Penyebabnya

Info Sehat
20 Des

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk