Cara Atasi Kelelahan bagi Petugas Pemilu Usai Hari Pencoblosan

Oleh Ayu Maharani pada 18 Apr 2019, 12:30 WIB
Jangan sampai kejadian meninggalnya petugas Pemilu di Tamansari, Jakarta Barat, terulang kembali. Atasi kelelahan dengan cara berikut ini.
Cara Atasi Kelelahan bagi Petugas Pemilu Usai Hari Pencoblosan (Masson/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pesta demokrasi yang dilakukan kemarin, Rabu (17/4), meninggalkan banyak cerita. Salah satunya kabar duka dari seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Dilansir dari Liputan6.com, Ketua KPPS 017 Tamansari, Jakarta Barat, berinisial AS meninggal dunia saat Pemilu dilakukan. Menurut keterangan beberapa orang, AS memang memiliki kondisi penyakit tertentu. Ada kemungkinan bahwa kelelahan yang menjadi pemicu kambuhnya penyakit yang diderita hingga berujung pada kematian.

Keluarga dan beberapa teman sebenarnya sudah menyarankan AS untuk beristirahat saja. Namun, AS tetap ingin bertugas hingga akhirnya meninggal dunia usai meminta izin tidur sejenak di salah satu ruangan kantor dekat dengan TPS tempat ia bertugas.

Faktor kelelahan mungkin saja menjadi penyebab meninggalnya AS. Itu karena, setelah waktu pencoblosan berakhir, penghitungan suara langsung dilakukan petugas KPPS. Padahal, sudah sejak malam sebelumnya, para petugas begadang untuk menyiapkan tenda dan segala perlengkapan agar pencoblosan di pagi hari bisa berjalan lancar. Kurangnya waktu istirahat ini bisa jadi pemicu menurunnya kondisi AS.

Tips atasi kelelahan

Kondisi kelelahan yang dialami AS sebenarnya bisa diminimalkan. Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, biasanya yang menyebabkan kematian mendadak seperti itu adalah serangan jantung ataupun stroke.

Meski saat ini belum diketahui secara pasti penyakit yang diderita AS, beberapa hal ini dapat Anda lakukan untuk meminimalkan efek kelelahan yang dapat berujung pada kematian. Di antaranya adalah:

  • Jangan melewatkan sarapan. Sarapan sangat penting bagi cadangan energi Anda sekaligus untuk tenaga sepanjang pagi hingga siang hari.

“Usahakan Anda memiliki asupan makanan yang baik. Biar tetap ada tenaga, harus ada karbohidrat dan protein. Usahakan juga protein yang disantap adalah protein rendah lemak,” kata dr. Alvin. Bila Anda tetap mengonsumsi protein yang tinggi lemak, risiko untuk mengalami kekambuhan penyakit pun akan lebih tinggi.

  • Selalu bawa camilan untuk hindari perut kosong. Terlalu lama membiarkan perut kosong, akan membuat kadar gula darah menurun drastis, terutama bagi penderita diabetes. Kalau gula darah sudah menurun drastis (hipoglikemia), penderitanya akan sangat lemas dan bahkan bisa kehilangan kesadaran.
  • Cukupi kebutuhan cairan. Saat bertugas, para petugas pemilu biasanya sering minum banyak kopi supaya mereka tetap bisa “melek”. Padahal, baik kopi maupun teh, bersifat diuretik sehingga justru rentan membuat Anda dehidrasi. Ketimbang kebanyakan minum kopi atau teh, perbanyaklah konsumsi air putih.
  • Kalau sudah merasa sakit, jangan paksakan diri. “Bila sedari awal atau saat bertugas terasa sakit dada atau ada kelemahan di satu sisi, sebaiknya jangan paksakan diri untuk melanjutkan pekerjaan,” tutur dr. Alvin.

Gejala seperti itu lebih baik tidak diatasi dengan tiduran saja, tetapi harus segera menghubungi petugas medis atau bawa diri ke rumah sakit terdekat. Yang ditakutkan saat Anda mengistirahatkan diri sendiri - seperti yang dilakukan AS - adalah Anda tidak bisa mendapat bantuan ketika gejala mendadak semakin parah.

Kelelahan usai bertugas atau beraktivitas sehari-hari – termasuk pada momen khusus seperti Pemilu – memang wajar terjadi. Namun, bukan berarti hal tersebut tak bisa dicegah dan diatasi. Bila memang sebelumnya Anda pernah divonis menderita suatu penyakit, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk beraktivitas berat jika tak mau kekambuhan terjadi. Jangan lupa, tetap prioritaskan makan dan minum karena dua hal tersebut sangat bisa menopang diri Anda.

[HNS/ RVS]