4 Penyebab Gigi Sensitif yang Jarang Disadari

Oleh drg. Callista Argentina pada 19 Apr 2019, 07:00 WIB
Beberapa kebiasaan sehari-hari yang tidak Anda sadari ternyata turut berkontribusi menyebabkan gigi sensitif.
4 Penyebab Gigi Sensitif yang Jarang Disadari (Master1305/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pernah minum es kopi, tapi tiba-tiba gigi terasa sangat ngilu? Atau, saat menikmati semangkuk es krim, lalu mendadak gigi terasa sangat ngilu? Jika ya, berhati-hatilah, mungkin saja Anda mengalami gigi sensitif.

Penyebab gigi sensitif bisa beragam. Beberapa di antaranya bahkan kebiasaan sehari-hari yang tidak Anda sadari turut berkontribusi menyebabkan gigi sensitif Anda. Simak penjelasannya di bawah ini.

  1. Langsung sikat gigi usai konsumsi makanan yang mengandung asam

Pada beberapa orang mungkin memiliki kebiasaan untuk selalu menyikat gigi sehabis makan, agar gigi selalu bersih dan napas segar. Akan tetapi, banyak yang lupa bahwa makanan atau minuman yang asam akan memberi dampak yang berbeda.

Makanan dan minuman yang mengandung asam, misalnya jus jeruk, lemon squash, pempek dan cukanya, rujak buah mangga muda, minuman bersoda, yoghurt, wine, dan minuman beralkohol adalah yang harus diwaspadai. Kandungan asam dalam makanan dan minuman dapat melunakkan permukaan email gigi.

Jika Anda langsung menyikat gigi, gesekan dari bulu sikat gigi dapat melarutkan mineral di dalam gigi sehingga menjadi sensitif. Oleh karena itu, saat akan menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan atau minuman mengandung asam, tunggulah 30-60 menit.

Nah, jika Anda sedang terburu-buru dan tidak bisa menunggu 30 menit, Anda dapat mengunyah permen karet sugar free. Mengunyah permen karet dapat merangsang produksi air ludah, yang dapat menetralisasi keasaman dalam mulut sekaligus mencegah gigi berlubang.

  1. Membuka kemasan plastik dan tutup botol dengan gigi

Demi kepraktisan dan ingin cepat, kadang Anda suka nekat dan menggunakan gigi sebagai alat pengganti gunting atau pengganti pembuka tutup botol. Gigi yang sering digunakan untuk membuka kemasan atau tutup botol lama-kelamaan bisa retak bahkan patah.

Jika Anda menggunakan gigi belakang, tambalan atau mahkota gigi berisiko rusak. Gigi yang mengalami patah atau retak adalah awal mula perjalanan untuk terjadinya gigi berlubang.

Bahkan kalau sampai terjadi akibat yang serius, misalnya gigi retak dan garis retaknya sudah mencapai bagian saraf, gigi tersebut terpaksa dicabut. Kalau sudah dicabut, mau tidak mau Anda harus menggantinya dengan gigi palsu atau implan gigi. Jadi lebih mahal kan?

  1. Menyikat gigi dengan cara yang salah

Menyikat gigi ternyata ada cara dan teknik yang berbeda untuk gigi dewasa dan anak-anak. Untuk gigi dewasa, ketika semua gigi tetap sudah tumbuh, sebaiknya gunakan metode Bass. Adapun untuk anak-anak, sebaiknya menggunakan metode Circular.

Jika Anda menyikat gigi dengan cara yang salah maka dapat terjadi penurunan gusi. Penurunan gusi akan menyebabkan sebagian akar gigi terbuka. Bagian akar gigi yang terbuka itu sering terasa ngilu sehingga sangat sensitif pada stimulan, seperti perubahan suhu, makanan asam, dan bahan kimia dari bleaching gigi.

  1. Mengunyah es batu

Kebiasaan yang satu ini sering kali tidak disadari kalau sebenarnya dapat menimbulkan bahaya. Saat mengunyah es batu, yang terjadi adalah permukaan enamel gigi yang berkontak saat menggigit es batu. Lama-kelamaan, kebiasaan ini dapat menyebabkan garis retakan pada gigi (the tooth cracked syndrome).

Hal ini dapat menyebabkan gigi menjadi sensitif. Rasa ngilu tidak selalu langsung muncul saat itu, tapi akan terpicu bila terkena rangsangan panas/dingin atau saat menggigit makanan.

Nah, meski kebiasaan sehari-hari itu tampak sederhana, Anda harus menghindarinya untuk mencegah gigi sensitif datang. Dengan gigi sehat dan terawat, Anda pun dapat dapat dengan tenang menyantap makanan dan minuman favorit.

[HNS/ RVS]