Cara Atasi Luka yang Tak Kunjung Sembuh pada Penderita Diabetes

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 19 Apr 2019, 08:00 WIB
Bagi penderita diabetes, luka kecil bisa makin parah dan tak kunjung sembuh. Begini cara mengatasinya!
Cara Atasi Luka yang Tak Kunjung Sembuh pada Penderita Diabetes (Koldunov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu keluhan yang paling sering dilaporkan para penderita diabetes adalah luka yang makin parah dan tak kunjung sembuh. Oleh karena itu, sangat penting bagi penderita dan orang-orang di sekitarnya untuk tahu cara mengatasi luka agar terhindar dari borok atau skenario terburuknya, amputasi.

Diabetes merupakan hasil dari ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi maupun menggunakan insulin. Insulin merupakan hormon yang dapat membantu tubuh mengubah gula menjadi energi. Pada pengidap diabetes, luka cenderung sembuh lebih lambat. Ini terjadi karena ketika kadar gula darah tinggi, hal tersebut mencegah nutrisi dan oksigen untuk memberi energi terhadap sel, mencegah sistem imun dari berfungsi secara efisien, serta meningkatkan peradangan dalam sel tubuh. Semua hal itu menghambat penyembuhan luka.

Walaupun luka lecet, bekas garukan, dan luka lepuh dapat terjadi di mana pun pada tubuh, kaki merupakan salah satu tempat tersering terjadi cedera. Luka kecil pada kaki secara cepat dapat menjadi borok. Antara 14-24 persen pengidap diabetes akan mengalami amputasi tungkai bawah. Inilah mengapa penting sekali untuk anda melakukan pemeriksaan rutin sendiri dan melihat luka secara saksama.

Mengetahui adanya luka sebelum meluas maupun lebih parah dapat mengurangi risiko komplikasi, seperti neuropati perifer (rasa kebas pada tangan dan kaki akibat kadar gula darah tinggi), sirkulasi yang buruk, penurunan daya tahan tubuh, serta infeksi. Penting untuk diingat, bakteri menyukai lingkungan dengan kadar gula tinggi.

Ketika Anda memiliki diabetes, penting untuk mengobati luka, terutama pada kaki, dengan tepat dan segera. Bahkan, luka kecil pun dapat menjadi luka yang serius, yang dapat membuat para pengidapnya kehilangan telapak kaki, bahkan satu tungkai.

Beberapa langkah sederhana ini dapat mencegah masalah maupun komplikasi yang dapat terjadi, dan mungkin menjadi penyebab mengapa luka tak kunjung sembuh dengan penyakit diabetes yang mendasari.

  1. Pencegahan pembentukan luka

    • Periksa kondisi kaki setiap hari. Minta bantuan seseorang untuk melihat luka yang mungkin terlewatkan.
    • Bersihkan dengan baik. Ketika mandi, sabuni, cuci dengan air hangat dan keringkan, tak lupa di sela jari kaki. Kelembapan yang terperangkap dapat berbahaya. Gunakan losion atau krim untuk mencegah kekeringan serta retaknya kulit yang dapat menyebabkan nyeri.
    • Gunakan pelindung kaki yang nyaman. Sol tebal serta kaos kaki yang lembut dapat melindungi kaki dengan baik. Hindari sepatu hak dan model sepatu yang mengerucut ke depan yang dapat memicu terbentuknya luka.
    • Gunting kuku secara rutin. Jika kesulitan, mintalah bantuan dari dokter bagaimana cara menggunting kuku dengan baik. Jika perlu, minta bantuan. Baiknya hindari gunting kuku di salon kuku untuk menghindari risiko infeksi dan teknik pemotongan yang salah.
  1. Mempertahankan daya tahan tubuh

Terapkan pola makan yang sehat. Ikuti saran dokter penyakit dalam maupun dokter gizi untuk meal plan di rumah. Dengan mengatur kadar gula darah, Anda akan terhindar dari pembentukan luka, serta luka pun dapat sembuh lebih cepat. Vitamin C, zink, serta protein adalah beberapa nutrisi tambahan yang Anda butuhkan untuk penyembuhan luka optimal.

  1. Tetap aktif

Berolahraga meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga gula yang ada dalam darah dapat masuk ke dalam sel lebih efisien.

  1. Berhenti merokok

Ini penting agar sel tubuh dapat membawa oksigen dengan baik, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengurangi risiko memburuknya keadaan pembuluh darah Anda yang kemungkinan besar sudah terganggu dengan tingginya kadar gula darah.

  1. Gunakan madu

Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa madu dapat digunakan sebagai balutan alternatif untuk luka diabetes dan mempercepat penyembuhan. Tanyakan kepada dokter Anda mengenai cara spesifik perawatan luka menggunakan madu.

  1. Membantu menjaga berjalannya proses penyembuhan

Jika belum tahu, mintalah dokter untuk menjelaskan cara perawatan luka di rumah untuk Anda maupun orang-orang yang membantu merawat.

  1. Membuang jaringan yang mati

Waspadai kelebihan jaringan yang dapat ditandai dari mengelupasnya atau penggelapan warna kulit. Kondisi tersebut menandakan tidak ada oksigen dari pembuluh darah yang menyediakan makanan untuk jaringan tersebut tetap hidup, yang sering kali didapat pada luka diabetes. Jaringan mati dapat menyebarkan bakteri serta toksin, dan ini meningkatkan risiko infeksi luka. Pada umumnya, dokter akan membuang jaringan ini tiap Anda kontrol.

  1. Ganti balutan secara teratur

Ini dapat menurunkan jumlah bakteri serta mempertahankan kadar kelembapan pada luka. Jika balutan mengalami rembesan cukup banyak dan terasa sudah basah dan tidak nyaman, ganti balutan tersebut sebelum ke dokter untuk mencegah infeksi.

  1. Hindari tekanan berlebih pada area luka

Ini sangat penting agar tekanan tidak merusak kulit baru yang terbentuk serta mencegah luka lebih dalam.

Jika terdapat keluhan seperti rasa terbakar, geli, sensasi yang berkurang atau hilang, nyeri terus-menerus, bengkak, maupun luka baru, datangi dokter jika keluhan bertahan selama satu minggu atau lebih. Semakin cepat Anda mendapatkan pertolongan, semakin kecil risiko luka mengalami komplikasi.

Itulah cara mengatasi luka pada penderita diabetes. Memang perawatannya perlu perhatian ekstra, bahkan pada luka kecil sekalipun. Dengan mengetahui tips perawatan yang benar, maka penderita bisa mencegah luka yang makin parah dan tak kunjung sembuh, yang bisa meningkatkan risiko terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan.

(RN/ RVS)