Kiat Aman bagi Ibu Hamil Saat Pakai Produk Pembersih Rumah

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 18 Apr 2019, 16:00 WIB
Saat bersih-bersih rumah, ibu hamil harus mewaspadai paparan bahan kimia dalam produk pembersih. Simak kiat amannya di sini!
Kiat Aman bagi Ibu Hamil Saat Pakai Produk Pembersih Rumah (Pkproject/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tak hanya memastikan nutrisi makanan yang dikonsumsi dan lebih berhati-hati dalam aktivitas fisik, ibu hamil juga harus mewaspadai paparan bahan kimia tertentu. Salah satu ancaman ini datang dari produk pembersih rumah. Agar kesehatan dan kehamilan terjaga, ada beberapa kiat aman dalam memilih dan menggunakan berbagai produk untuk membersihkan rumah.

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, umumnya produk pembersih mengandung zat kimia kuat yang dapat mencetuskan reaksi iritasi, dan gejalanya dapat mirip seperti alergi.

“Bahan pembersih yang digunakan dapat menimbulkan gejala iritasi dari residu yang tertinggal pada perabot rumah tangga,” ujar dr. Karin.

Namun, lebih daripada itu, beberapa bahan pembersih mengandung bahan-bahan yang berhubungan dengan peningkatan risiko anomali kongenital. Ini terutama berlaku untuk bersih-bersih yang tergolong heavy-duty seperti membersihkan oven. Bahan-bahan dalam produk tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada janin, meski buktinya sebetulnya belum jelas. Produk tersebut bukannya berbahaya, tetapi masalahnya belum terbukti 100 persen aman.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan New York, Amerika Serikat, menemukan bahwa wanita yang bekerja sebagai petugas kebersihan rata-rata lebih cenderung memiliki anak dengan cacat lahir.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa para ilmuwan dan operator peralatan elektronik berada pada risiko yang meningkat. Paparan racun dan bahan kimia adalah faktor umum di antara pekerjaan ini.

Kiat aman bersih-bersih bagi ibu hamil

Jadi, yang bisa Anda lakukan adalah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi paparan terhadap bahan kimia berbahaya dari produk-produk pembersih (karena eliminasi total rasanya tak mungkin). Mengetahui apa yang harus dihindari dan apa alternatifnya bisa melindungi Anda dan janin.

1. Hindari membersihkan produk dengan eter glikol

Ini merupakan zat yang paling beracun yang ditemukan dalam produk pembersih rumah tangga dan telah dikaitkan dengan keguguran, penurunan kesuburan pria, dan cacat lahir. Zat-zat tersebut mungkin terdaftar sebagai 2-butoxyethanol (EGBE) dan methoxydiglycol (DEGME). Glikol eter adalah bahan kimia kuat yang ditemukan dalam produk pembersih seperti pembersih oven, pembersih karpet, dan beberapa pembersih kaca. Kandungan ini juga bisa ditemukan dalam cat, minyak rem, dan bahkan beberapa kosmetik.

2. Hindari produk yang mengandung ftalat

Paparan ftalat sebelum kelahiran dapat meningkatkan risiko kelainan reproduksi bawaan pada anak laki-laki. Memang ftalat jarang terdaftar di produk pembersih, tetapi jika ada, biasanya terdapat pada produk pewangi pakaian. Satu studi menemukan bahwa wanita hamil yang secara teratur menggunakan pelembut pakaian memiliki kadar ftalat tertentu yang lebih tinggi dalam urinenya.

1 of 3

Selanjutnya

3. Hindari paraben

Paraben bisa ditemukan di sebagian besar produk perawatan pribadi dan barang-barang rumah tangga, termasuk produk pembersih. Sementara beberapa ahli mengatakan kandungan tersebut aman, terutama dalam jumlah yang sangat rendah yang ditemukan dalam produk rumah tangga, ada pula beberapa ahli yang khawatir mengenai potensi paraben yang dapat mengganggu sifat endokrin.

Kekhawatiran datang dari fakta bahwa paraben dapat bertindak seperti estrogen dalam tubuh. Penelitian pada hewan menemukan bahwa butylparaben dapat membahayakan kesuburan pria.

4. Buat produk pembersih sederhana Anda sendiri

Ingin yang lebih aman? Buat saja produk pembersih Anda sendiri secara alami. Anda dapat mencampur cuka dan air dalam botol semprot. Larutan tersebut bisa dimanfaatkan untuk membersihkan jendela dan berbagai permukaan. Selain itu, Anda juga bisa mencampurkan soda kue dan air untuk membersihkan oven atau bak mandi.

5. Hindari pembersih semprotan dan aerosol

Banyak penelitian telah menemukan bahwa paparan produk pembersih semprot bisa risiko asma pada janin. Bahan-bahan yang ditemukan bermasalah termasuk alkohol, amonia, klorin, glikol dan etilen glikol, natrium hidroksida (soda kaustik), polimer akrilik, dan terpene.

2 of 3

Selanjutnya

6. Hindari pewangi ruangan

Seperti halnya pembersih semprot, penyegar udara pun juga dikaitkan dengan peningkatan risiko asma dan masalah pernapasan. Masalah lain dengan penyegar udara adalah mereka hampir selalu mengandung bahan "aroma" yang tidak jelas pada label mereka. Ini berarti produk itu mungkin mengandung ftalat. Daripada menyemprotkan pewangi ruangan, Anda bisa menghindari bau tidak sedap dengan membuka jendela Anda.

7. Pastikan ventilasi baik

Saat menggunakan bahan produk pembersih rumah, pastikan ventilasi rumah Anda cukup baik dengan membuka jendela. Ini penting agar Anda tidak “terperangkap” terus-terusan menghirup bau dari produk pembersih.

8. Minta bantuan

Terkadang, produk pembersih bisa membuat wanita hamil merasa mual atau memicu mual di pagi hari. Bagi ibu hamil, usahakan jangan membersihkan rumah sendiri, apalagi dengan menggunakan produk pembersih yang mengandung bahan kimia. Jangan sungkan untuk meminta bantuan. Dan baiknya lagi gunakan saja jasa untuk membersihkan rumah.

Ekspos bahan kimia tertentu sulit untuk dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Memang ada konsekuensi negatif akan paparan bahan kimia tertentu, tetapi ini lebih pada paparan yang tinggi atau berulang. Lakukan sebisa mungkin untuk mengurangi paparan dari bahan kimia, termasuk dari produk pembersih rumah. Jika memang Anda harus bersih-bersih, gunakan sarung tangan, masker, serta jangan lupa untuk membuka jendela. Langkah-langkah kecil seperti itu saja sudah bisa membantu melindungi ibu hamil dan janinnya.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓