Benarkah Anak yang Terlalu Bersih Rentan Alergi?

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 19 Apr 2019, 13:30 WIB
Alergi biasanya diturunkan dalam keluarga. Lalu benarkah anak yang terlalu dijaga kebersihannya rentan mengalami alergi?
Benarkah Anak yang Terlalu Bersih Rentan Alergi? (JooFotia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sudah menjadi hal yang lumrah jika orang tua – terlebih lagi orang tua baru – sangat  menjaga kebersihan anaknya. Para orang tua khawatir jika anaknya akan mudah sakit jika bermain dengan benda-benda kotor. Namun, ternyata ada anggapan bahwa jika seorang anak terlalu bersih justru rentan mengalami alergi. Benarkah hal ini?

Alergi merupakan penyakit yang diakibatkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh yang hipersensitif terhadap lingkungan yang sebenarnya tidak membahayakan. Alergi dimulai ketika Anda mengalami kontak dengan pemicu alergi saat Anda menarik napas, menelan, atau bersentuhan pada kulit Anda.

Sebagai respons, tubuh Anda mulai membuat protein yang disebut IgE, yang akan melawan alergen. Kemudian histamin dan bahan kimia lainnya bisa dilepaskan ke dalam darah, yang lalu menyebabkan gejala-gejala alergi seperti gatal-gatal, hidung berair, dan lainnya.

Menurut Erika von Mutius, seorang ahli alergi anak-anak di Universitas Munich, sistem kekebalan anak membutuhkan pendidikan, sama seperti organ lain yang tumbuh di tubuh manusia. Hipotesis kebersihan menunjukkan bahwa paparan mikroba pada awal kehidupan membantu dalam pendidikan sistem kekebalan bayi yang sedang berkembang. Tanpa pendidikan ini, sistem kekebalan tubuh akan lebih rentan untuk menyerang target yang salah, contoh dalam kasus penyakit autoimun.

Banyak orang tua merasa takut ketika mereka melihat anak mereka bermain di tanah karena kotor. Namun, membiarkan anak-anak bermain bebas dan menjadi kotor sebenarnya sangat penting untuk perkembangan mereka, dan kesehatan mereka.

Berikut tips agar anak Anda tetap terlindungi dan aman saat bermain di tempat kotor:

  1. Awasi saat anak saat bermain

Langkah paling penting ketika anak bermain di luar rumah adalah terus awasi supaya anak tetap aman. Mengawasi anak bermain kotor bisa Anda terapkan untuk anak usia balita. Jangan khawatir karena anak bisa bereksperimen. Usahakan tidak over protective dengan menerapkan banyak aturan seperti kapan waktunya anak boleh bermain kotor. Agar anak tetap berada dalam pengawasan, lebih baik lagi jika Anda ikut bermain bersamanya. Jika sudah selesai bermain kotor, ajak anak membersihkan diri.

  1. Sediakan sarana anak untuk bisa berekspresi

Berikutnya, Anda bisa menyediakan sarana atau wahana untuk anak bisa menyalurkan bakat dan kreatifitasnya. Misalnya menyediakan cat atau krayon yang aman untuk anak. Sediakan pula alat pendukung lain seperti pensil, spidol, penggaris, stempel dan buku gambar. Supaya daya kreatifitasnya meningkat, sesekali ajak anak bermain ke pantai sambil membangun istana pasir, bermain tepung di rumah, atau menanam jagung di kebun.

  1. Ajari anak cara mencuci tangan

Anak-anak dan orang dewasa dari segala usia sering memasukkan jari dan tangan mereka ke mulut, hidung, dan mata mereka. Ini menyebarkan semua jenis kuman, baik dan buruk.

Ajari anak-anak Anda cara mencuci tangan yang benar. Mereka harus mencuci setidaknya selama 20 detik (mintalah anak Anda menyanyikan lagu kesukaannya untuk mengajarkan jangka waktu yang tepat), sambil menggosok di bawah kuku mereka dan menggunakan banyak sabun berbusa.

  1. Gunakan sedikit produk antibakteri atau tidak sama sekali

Produk antibakteri bukan produk yang diperlukan jika Anda memiliki anak, meskipun banyak orang menggunakannya setiap saat. Sabun antibakteri tidak diperlukan, karena sangat tidak efektif. Ini akan mengekspos anak-anak Anda terhadap bahan kimia yang tidak perlu. Jika Anda menggunakannya, jangan menggunakannya sepanjang waktu. Sabun dan pembersih tangan antibakteri dapat menghambat perkembangan sistem kekebalan anak Anda.

Jadi kini Anda tidak perlu lagi terlalu khawatir saat anak bermain di tempat kotor. Ada beragam manfaat bila anak bermain kotor. Selain bisa mencegah mereka dari alergi,  juga  dapat membantu meningkatkan fungsi kognitifnya, sekaligus juga mengurangi stres dan membantu anak lebih rileks. Meski demikian, Anda juga tetap perlu mengawasinya dan memimbingnya untuk membersihkan diri dengan cara yang benar usai bermain.

[RVS]