Menu MPASI si Kecil, Cukupkah Hanya Sayuran dan Buah?

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 20 Apr 2019, 14:00 WIB
Buah dan sayuran selalu jadi menu MPASI unggulan untuk si Kecil. Tetapi, cukupkah hanya dengan keduanya?
Menu MPASI si Kecil, Cukupkah Hanya Sayuran dan Buah? (Nitr/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Setelah mendapatkan ASI eksklusif di 6 bulan pertama, bayi akan mulai diperkenalkan dengan makanan padat melalui MPASI (makanan pendamping ASI). Hal itu dilakukan karena kebutuhan gizi si Kecil semakin bertambah dan ASI saja sudah tidak cukup untuk memenuhinya.

Selain itu, di usia 6 bulan, bayi juga biasanya akan menunjukkan tanda kesiapan makan seperti duduk tanpa ditopang, kepala tegak, dan menunjukkan ketertarikan pada aktivitas makan. Itulah mengapa, setelah usia 6 bulan, bayi akan diberi bermacam-macam makanan padat secara bertahap.  

Dalam beberapa minggu pertama, menu MPASI yang paling sering diberikan adalah buah dan sayuran yang dijadikan pure. Buah dan sayuran memang makanan yang kaya akan zat gizi, terutama mikronutrien. Berbagai vitamin, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan mineral seperti zat besi terdapat di dalamnya.

Selain itu, buah dan sayuran juga kaya akan antioksidan yang akan mencegah tubuh si Kecil terkena infeksi, dan serat untuk melancarkan pencernaannya. Tak heran bila buah dan sayuran sering dijuluki sebagai superfood.

Kendati begitu, buah dan sayuran saja tidaklah cukup untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil. Keduanya hanya mengandung sebagian dari seluruh kebutuhan gizi harian anak. Karena pada dasarnya, untuk tumbuh kembang yang optimal, si Kecil memerlukan zat gizi lain yang tak kalah penting, seperti:

  • Protein

Sering disebut sebagai “zat pembangun”, protein sangat penting bagi tubuh anak. Protein adalah penyusun dari sel maupun jaringan tubuh, yang juga berperan dalam banyak proses metabolisme.

Kebutuhan protein anak usia 1–3 tahun adalah sekitar 1,1 gram protein per kilogram berat badan. Karena itu, zat ini harus ada dalam menu MPASI si Kecil. Bahan makanan yang kaya akan protein adalah daging, ikan, produk turunan susu seperti keju dan yoghurt, serta kacang-kacangan.

  • Lemak

Lemak penting untuk pertumbuhan sel-sel otak dan dapat berfungsi sebagai pelarut untuk sejumlah vitamin. Apabila si Kecil mengonsumsi hanya buah dan sayuran, tanpa adanya asupan mengandung lemak, vitamin yang terkandung dalam buah dan sayur tersebut sulit untuk diserap maupun dicerna.

Selain itu, untuk mendukung aktivitas si Kecil, lemak juga dapat menjadi sumber energi. Oleh sebab itu, anak harus mengonsumsi lemak, terutama lemak tak jenuh, seperti yang terkandung di dalam ikan, telur, minyak kanola, dan minyak zaitun.

  • Zink

Zink memang diperlukan dalam jumlah sedikit, yaitu hanya 3 miligram per hari. Namun, zat ini harus ada dalam makanan si Kecil, karena zink merupakan komponen penyusun DNA ― materi genetik dalam tubuh manusia.

Tak hanya itu, zink juga berperan dalam memperkuat daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Beberapa makanan yang kaya akan kandungan zink, misalnya daging, ikan, dan serealia yang difortifikasi zink.

  • Kalsium

Untuk pertumbuhan tulang dan gigi yang optimal, si Kecil memerlukan pasokan kalsium setiap hari. Kurangnya asupan kalsium akan menyebabkan tulang anak mudah mengeropos saat ia dewasa. Sumber kalsium yang mungkin Anda ketahui adalah susu dan produk olahannya, seperti keju dan yoghurt.

Semua kebutuhan gizi di atas harus dipastikan ada dalam menu MPASI si Kecil. Jadi, jangan hanya memberikan buah dan sayuran saja. Anda juga perlu mengenalkan si Kecil pada berbagai jenis bahan makanan sejak awal MPASI. Tentu, dengan frekuensi, volume, dan tekstur yang disesuaikan dengan usianya. Dengan menu MPASI yang tepat dan lengkap, tumbuh kembang si Kecil akan terus optimal!

(NB/ RVS)