Selain Minum Obat, 4 Hal Ini Bisa Mengobati Diabetes

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 20 Apr 2019, 10:00 WIB
Selain dengan minum obat yang diresepkan dokter, beberapa hal ini juga bisa dilakukan untuk mengobati diabetes.
Selain Minum Obat, 4 Hal Ini Bisa Mengobati Diabetes (Image Point Fr/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Berdasarkan data yang ada, jumlah penderita diabetes di Indonesia semakin meningkat. Selain itu, diabetes juga mulai banyak dialami oleh orang-orang yang berusia muda. Demikianlah fakta dari hasil Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Nah, bicara mengenai penanganan penyakit ini, selain minum obat, ternyata ada beberapa hal yang bisa para penderita lakukan untuk mengobati diabetes.

Diabetes tak boleh disepelekan. Pasalnya, penyakit ini kerap menyebabkan berbagai komplikasi seperti penyakit jantung koroner, stroke, penyakit arteri perifer, gangguan penglihatan, gagal ginjal, dan gangguan saraf. Selain itu, diabetes hingga kini belum bisa disembuhkan. Untuk mengontrol kadar gula darah agar tetap normal, penderita diabetes harus mengonsumsi obat-obatan secara jangka panjang.

Kabar baiknya, sekalipun diabetes belum dapat disembuhkan, penderita diabetes bisa hidup layaknya orang sehat dan terbebas dari komplikasi jika menjalani pengobatan dengan teratur dan menyeluruh. Pengobatan yang menyeluruh artinya tak hanya dengan menelan tablet obat atau menyuntik insulin saja.

Ada beberapa hal penting lainnya yang perlu dilakukan penderita diabetes agar dapat menjalani hidup sehat, yaitu:

  1. Aktivitas fisik

Prinsip dari aktivitas fisik adalah menggerakkan tubuh secara ritmis untuk membantu menurunkan kadar gula di dalam darah. Aktivitas fisik yang efektif bisa dilakukan dengan cara berolahraga (misalnya bersepeda, joging, berenang, atau berolahraga di gym), atau dengan melakukan aktivitas sehari-hari yang aktif seperti naik turun tangga, jalan cepat, mencuci pakaian, mengepel tanpa alat bantu, dan kegiatan lain sejenisnya.

Diabetesi, sebutan untuk penderita diabetes, perlu melakukan aktivitas fisik yang intens setidaknya lima kali seminggu, dengan durasi minimal 30 menit tiap kali.

  1. Durasi tidur yang cukup

Tidur yang cukup pada malam hari juga dapat membantu mengendalikan kadar gula darah. Studi menemukan bahwa orang yang tidur setidaknya 6 jam pada malam hari memiliki sensitivitas insulin yang lebih baik. Sensitivitas insulin yang baik berperan dalam mengontrol kadar gula di dalam darah. Penderita diabetes dianjurkan untuk tidur selama 6-8 jam tiap malamnya. Selain itu, agar kualitas tidur juga baik, sebaiknya Anda tidur dalam keadaan ruangan yang gelap dan tenang.

1 of 2

Selanjutnya

  1. Pengaturan makanan

Untuk para diabetesi, pengaturan dalam pola makan jelas merupakan hal yang penting. Prinsip utama dalam mengatur makanan adalah ”3J”, yang berdasar pada jumlah, jenis, dan jadwal. Ini menjadikan diabetesi harus mengetahui jumlah porsi makanan yang tepat, memilih jenis makanan yang tepat, dan selalu makan pada jadwal yang tepat.

Sekalipun mengalami diabetes, diabetesi tak boleh makan terlalu sedikit. Pasalnya, tubuh memerlukan makanan dalam jumlah yang cukup agar punya cukup energi untuk beraktivitas. Setiap kali makan, tetap harus ada karbohidrat, sayur, lauk, dan buah. Namun, pemilihan jenis makanannya harus lebih diperhatikan.

Untuk karbohidrat, sebaiknya diabetesi memilih karbohidrat dari sumber biji-bijian (whole grain). Contohnya adalah beras merah, beras cokelat, oat, quinoa, atau roti gandum. Sebaliknya, karbohidrat dengan indeks glikemik yang tinggi (mudah menyebabkan gula darah naik) seperti nasi putih atau mi sebaiknya dihindari. Untuk lauk, pilihlah sumber protein yang sehat seperti tahu, tempe, atau ikan.

  1. Jauhkan diri dari stres

Namanya juga hidup, kadang stres tak bisa dihindari. Meski begitu, penderita diabetes harus berusaha sebaik mungkin untuk bisa mengatasi stres. Pasalnya, studi sudah membuktikan bahwa stres dapat mengganggu metabolisme gula darah dan menyebabkan kadar gula di dalam darah menjadi tidak stabil.

Untuk dapat mengatasi stres, cobalah untuk rehat sejenak dari situasi yang menyebabkan stres, membicarakannya dengan orang terdekat, menghindari konsumsi minuman beralkohol, dan tetap berusaha menjalani pola hidup yang sehat. Jika stres menyebabkan kesulitan berkonsentrasi dan aktivitas kerja menjadi tidak optimal, pertimbangkan untuk meminta bantuan ahli seperti psikolog atau psikiater.

Jadi, agar pengobatan diabetes berhasil, minum obat setiap hari saja tak cukup. Kombinasikan juga dengan hal-hal seperti melakukan aktivitas fisik, tidur cukup, mengatur pola makan, dan mengendalikan stres juga tak kalah penting untuk membantu mengobati diabetes yang dimiliki. Dampaknya begitu besar agar para diabetesi bisa tetap hidup dengan sehat dan bebas dari komplikasi penyakit metabolik ini.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓