Tips agar Anak Tidak Takut ke Dokter Gigi

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 21 Apr 2019, 13:00 WIB
Si Kecil langsung nangis histeris saat ke dokter gigi? Cara ini dapat membantu anak Anda lebih tenang.
Tips agar Anak Tidak Takut ke Dokter Gigi (Pressmaster/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Belakangan ini anak Anda mengeluh nyeri pada giginya. Pakai obat yang dijual bebas sudah tak mempan. Berarti si Kecil harus segera diperiksakan ke dokter gigi. Tapi Anda sebagai orang tua malah bingung dan cemas. Pasalnya anak pasti akan langsung menangis histeris jika tahu harus ke klinik gigi. Bila berbohong, takutnya anak malah makin trauma.

Membawa anak ke dokter gigi memang dapat menjadi tugas yang berat bagi para orang tua. Terutama bila si Kecil pernah mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan dengan dokter gigi. Misal, melihat teman sebayanya menjerit keras saat diperiksa oleh dokter gigi yang datang ke sekolah.

Tak mau, kan, sakit gigi anak tak sembuh-sembuh hanya karena ia enggan ke dokter gigi? Berikut tips yang dapat dilakukan orang tua agar anak tidak takut pergi ke dokter gigi.

1. Berikan informasi tentang kesehatan gigi dan mulut

Hal pertama yang dapat Anda lakukan sebelum memeriksakan anak ke dokter gigi adalah dengan memberikan informasi mengenai gigi dan mulut. Jelaskan mengapa menjaga kesehatan gigi dan mulut itu penting, serta apa akibatnya jika alpa memelihara keduanya.  

Ceritakan juga apa saja yang akan dokter gigi lakukan selama kunjungan. Anda dapat membacakan buku cerita bergambar tentang dokter gigi agar menarik perhatian anak. Gunakanlah bahasa yang mudah dan dimengerti oleh anak.

2. Bermain peran

Sebelum membawa si Kecil untuk pemeriksaan gigi, bermain peran juga bisa Anda lakukan agar anak tidak kaget atau canggung sesampainya di tempat dokter gigi.

Anda bisa berpura-pura menjadi dokter dan si Kecil berperan sebagai pasien. Berikanlah informasi mengenai prosedur apa saja yang akan dilakukan dokter gigi selagi si Kecil berada di kursi pasien. Yang penting, biarkan anak familier dulu dengan tindakan-tindakan medis yang akan dilakukan dokter gigi.

3. Hindari menceritakan hal-hal yang menakutkan

Menceritakan pengalaman buruk yang pernah Anda alami saat berkunjung ke dokter gigi sama sekali bukanlah hal yang tepat. Ini justru akan membuat anak semakin takut sehingga dapat membuat mereka menjadi trauma dan tak ingin menemui dokter gigi. Kondisi ini bisa menjadi sulit jika si Kecil betul-betul memerlukan perawatan gigi.

4. Temani anak selama kunjungan

Selama proses pemeriksaan, temani si Kecil dengan berada di ruangan pemeriksaan agar mereka lebih nyaman dan percaya diri. Apalagi jika itu pertama kalinya anak datang ke klinik dokter gigi. Berikan pujian secukupnya atas keberanian anak.

5.  Mulailah sedari dini

American Academy of Pediatric Dentistry menyarankan orang tua untuk membawa anak mereka ke dokter gigi sedini mungkin, atau segera setelah gigi pertama muncul. Lakukan pemeriksaan minimal dua kali dalam setahun. Selain bermanfaat bagi kesehatan gigi, juga membiasakan diri anak untuk nyaman saat pemeriksaan selanjutnya.

Selain itu, mendorong kebiasaan menjaga kebersihan mulut dengan baik sejak dini dapat membantu mengurangi masalah gigi serius pada kemudian hari.

Itulah kelima tips yang dapat Anda lakukan sebelum mengajak si Kecil ke dokter gigi. Selain membersihkan  gigi dan mulut serta menghindari  makanan manis, berkunjung secara rutin ke dokter gigi merupakan cara yang dapat mendukung terciptanya gigi sehat dan kuat.

[RS/ RVS]