Benarkah Makanan Bisa Pengaruhi Kualitas Tidur?

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 22 Apr 2019, 10:00 WIB
Untuk memastikan kualitas tidur yang baik, coba, deh konsumsi beberapa makanan ini!
Benarkah Makanan Bisa Pengaruhi Kualitas Tidur? (Elvira Koneva/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tidur berperan krusial dalam mengistirahatkan tubuh. Durasi tidur yang disarankan untuk orang dewasa adalah 7-8 jam per hari. Namun, seringnya kurang dari itu karena alasan tertentu. Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya dari pola makan Anda. Bukan cuma waktu dan porsi makan, tetapi beberapa jenis makanan juga bisa memengaruhi, lho!

Manfaat tidur cukup sangat menunjang kesehatan tubuh, seperti mencegah kanker, bikin Anda panjang umur, membantu menurunkan berat badan, dan masih banyak lagi. Kurang tidur bisa memengaruhi produktivitas Anda, bikin suasana hati menurun, belum lagi risiko timbulnya kantung mata yang bisa merusak penampilan!

Pola makan pengaruhi kualitas tidur

Coba cek apakah Anda memiliki pola makan seperti di bawah ini.

  • Sehabis makan langsung tidur atau makan tepat sebelum tidur

Jika Anda makan malam sesaat sebelum tidur, metabolisme tubuh akan dipaksa bekerja keras untuk membakar kalori, yang pada akhirnya bisa bikin Anda sulit tidur.

Selain itu, makan sesaat sebelum tidur juga akan membuat perut begah dan tidak nyaman, khususnya pada penderita mag. Oleh karena itu, banyak pakar menyarankan Anda untuk memberi jeda makan malam minimal 4 jam sebelum waktunya tidur malam.

  • Konsumsi kafein sebelum tidur

Ingat, kafein tidak hanya terdapat pada kopi saja, tetapi juga teh dan minuman bersoda. Selain itu, kafein juga terkandung dalam beberapa makanan seperti dark chocolate, protein bar, es krim, dan kuaci.

Jadi, sebisa mungkin hindari makanan dan minuman di atas jika tak ingin kualitas tidur malam Anda terganggu. Perlu Anda ketahui, efek kafein bisa membuat Anda terjaga sepanjang malam. Batas terakhir konsumsi kafein sama halnya dengan waktu makan, yaitu 4 jam sebelum tidur.

  • Konsumsi makanan tinggi lemak

Memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak ternyata dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang. Terbukti, mereka yang gemar konsumsi makanan cepat saji lebih banyak mengalami gangguan tidur dibandingkan yang tidak mengonsumsinya.

  • Konsumsi minuman alkohol

Memang  benar bahwa konsumsi alkohol akan membuat Anda lebih cepat tertidur, tetapi ini tak berlaku dalam kualitas tidur. Konsumsi minuman beralkohol ini ternyata bisa membuat Anda mudah terbangun mendadak.

  • Konsumsi makanan tinggi serat

Makanan tinggi serat ini juga harus dihindari karena dipercaya dapat mengganggu kualitas tidur. Contohnya oatmeal. Oatmeal mengandung serat larut yang cukup tinggi dan sulit dicerna secara sempurna. Ini bisa membuat organ pencernaan bekerja keras pada malam hari.

  • Konsumsi makanan pedas

Makanan pedas harus dihindari jika ingin tidur nyenyak sepanjang malam. Studi dalam jurnal medis “The International Journal of Psychology” menyebutkan, makanan yang kaya cabai dan lada efeknya buruk untuk perut dan akan membuat Anda terjaga pada malam hari.

1 of 2

Makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi?

Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan fungsi serotonin di otak agar dapat membantu Anda tidur lebih cepat dan nyenyak. Contoh makanan ini adalah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, kalsium, dan  triptofan. Anda bisa mengonsumsi telur, susu dan produk olahannya, udang, tahu, ikan salmon, serta kacang-kacangan dan biji-bijian.

Selain itu, Anda juga bisa meningkatkan kualitas tidur lewat tips di bawah ini:

  • Hindari konsumsi minuman yang mengandung kafein pada sore hingga malam hari.
  • Olahraga secara rutin akan membuat tidur lebih mudah dan nyenyak.
  • Hindari rokok dan alkohol.
  • Cobalah mengatur pola tidur Anda dengan bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap harinya, termasuk ketika hari libur.
  • Hindari terlalu lama tidur pada siang hari.
  • Ciptakan suasana yang menunjang seperti mengatur lampu kamar, menggunakan pendingin ruangan, dan tempat tidur harus dirancang senyaman mungkin.
  • Hindari melakukan aktivitas di tempat tidur seperti kerja di depan laptop atau main gawai.
  • Hindari penggunaan obat tidur, terutama tanpa anjuran dokter.

Nah, nyatanya memang pola makan bisa berpengaruh terhadap kualitas tidur Anda. Cobalah perbaiki waktu makan, porsi, hingga pemilihan jenis makanan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas tidur Anda. Selain itu, tips yang disebutkan di atas juga sama bergunanya! Jika sulit tidur yang Anda alami berlangsung terus-menerus ditambah Anda juga mengalami stres berat, tak ada salahnya untuk minta bantuan tenaga profesional.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓