Mengapa Jemaah Haji Perlu Vaksin Meningitis?

Oleh dr. Nadia Octavia pada 23 Apr 2019, 08:00 WIB
Vaksin meningitis merupakan hal yang wajib didapatkan oleh orang yang hendak berangkat haji. Apa alasannya?
Mengapa Jemaah Haji Perlu Vaksin Meningitis? (Foto: Reza Kuncoro/Liputan6.com)

Klikdokter.com, Jakarta Menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu. Selain persiapan untuk beribadah, orang yang hendak melakukan ibadah haji juga perlu melakukan persiapan secara fisik. Selain manasik, salah satu persiapan yang diwajibkan oleh pemerintah untuk dilakukan oleh calon jemaah haji sebelum berangkat ke tanah suci adalah vaksin meningitis.

Alasan yang mendasari pemberian vaksin meningitis pada calon jemaah haji adalah untuk memperkecil risiko terjadinya penyakit terkait. Perlu Anda tahu, meningitis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri neisseria meningitides, yang menyebabkan peradangan pada selaput otak dan selaput sumsum tulang. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Jikapun sembuh, penderita mungkin akan mengalami kecacatan seperti tuli, buta, hydrocephalus, dan lainnya.

Gejala-gejala yang bisa terjadi akibat meningitis, di antaranya:

  • Demam mendadak
  • Nyeri kepala
  • Mual dan muntah
  • Nyeri sendi
  • Kaku kuduk
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran

Meningitis adalah penyakit yang sangat menular, yaitu melalui kontak dengan sekret (lendir) saluran pernapasan dari pembawa penyakit (carrier). Kontak lama dan dekat dengan orang yang terkena meningitis, seperti berciuman atau tinggal bersama dengan carrier meningitis, juga dapat mempermudah proses penularan.

Selain itu, meningitis juga akan lebih mudah menular saat banyak orang berkumpul di satu tempat, seperti halnya saat ibadah haji atau umrah. Terlebih, saat beribadah haji, orang-orang yang berkumpul berasal dari seluruh dunia, yang bisa saja merupakan carrier meningitis.

Faktanya, data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa negara-negara endemis meningitis meliputi sub-sahara Afrika yang terbentang dari bagian barat (Senegal) hingga ke bagian timur (Ethiopia). Setiap tahunnya, sekitar 30.000 kasus baru meningitis dilaporkan berasal dari negara-negara tersebut. Tak cuma itu, di daerah yang endemis meningitis, tingkat seseorang bisa menjadi carrier adalah 10–25%.

Untuk itu, sebagai upaya pencegahan, seluruh jemaah haji dianjurkan untuk melakukan vaksinasi meningitis maksimal 10 hari sebelum keberangkatan (kecuali bagi jamaah haji wanita yang sedang hamil). Bahkan, tak cuma vaksin, untuk mencegah meningitis, jemaah haji juga diwajibkan untuk:

  • Memelihara kebersihan diri dan lingkungan dengan baik
  • Menjaga kebersihan peralatan makan, minum, dan alat kebersihan tubuh
  • Selalu mengonsumsi makanan yang bergizi, cukup minum air putih, dan cukup istirahat
  • Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan, serta setelah batuk atau bersin
  • Jika batuk dan bersin, tutup dengan tisu dan buang tisu tersebut ke tempat sampah
  • Selalu gunakan masker bila keluar dari pondok
  • Hindari tempat umum yang ramai dan berdesakan, terlebih jika tidak ada kaitannya dengan ibadah haji.

Dengan mendapatkan vaksin meningitis dan berbagai persiapan penting lainnya, diharapkan ibadah yang dilakukan jemaah haji di tanah suci bisa berjalan dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu, para jemaah bisa kembali ke tanah air dengan kondisi yang sehat dan lebih baik daripada sebelumnya.

(NB/ RVS)