Sering Pakai Mouthwash Picu Radang Tenggorokan?

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 23 Apr 2019, 10:00 WIB
Menggunakan mouthwash bisa menjaga kesehatan gigi dan gusi Anda. Tapi benarkah jika terlalu sering malah picu radang tenggorokan?
Sering Pakai Mouthwash Picu Radang Tenggorokan? (New Africa/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi ber-fluoride, melakukan flossing, dan membilas mulut dengan mouthwash (obat kumur) adalah tiga prosedur yang dapat bermanfaat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut. Namun, benarkah jika menggunakan obat kumur terlalu sering dapat memicu masalah seperti radang tenggorokan?

Seputar obat kumur

Umumnya obat kumur dibagi menjadi dua tipe, yaitu obat kumur kosmetik dan obat kumur terapeutik. Obat kumur kosmetik hanya dapat mengendalikan bau mulut agar napas terasa segar dan hanya bekerja sementara. Obat kumur ini tidak memiliki kandungan yang dapat membunuh bakteri sehingga manfaatnya hanya sebagai kosmetik.

Sedangkan obat kumur terapeutik memiliki kandungan bahan aktif di dalamnya, Fungsinya adalah untuk membantu mengendalikan kondisi bau mulut, menghilangkan plak gigi, mencegah gigi berlubang, dan melindungi dari beberapa penyakit seperti peradangan pada gusi.

Berbicara soal plak gigi, ketahuilah bahwa plak gigi adalah faktor utama yang dapat menyebabkan terjadinya suatu penyakit di dalam mulut. Karena itu, plak wajib dibersihkan guna mencegah penumpukan. Meskipun tidak dapat menggantikan aktivitas menyikat gigi dan flossing, obat kumur dapat menjadi prosedur tambahan yang bermanfaat untuk membersihkan plak.

Dalam menggunakan obat kumur, cara yang benar adalah sikatlah gigi terlebih dahulu dan bersihkan sela-sela gigi dengan menggunakan dental floss. Lalu gunakan obat kumur sesuai petunjuk aturan yang telah diberikan.

Saat berkumur, usahakan gigi atas dan gigi bawah dalam keadaan tertutup. Dengan begitu, cairan kumur dapat membersihkan seluruh rongga mulut, termasuk bagian sela-sela gigi. Berkumurlah selama kurang lebih 30 detik. Kemudian, buang cairan di dalam mulut hingga benar-benar bersih.

Hindari makan atau merokok hingga 30 menit setelah menggunakan obat kumur. Sebab hal tersebut justru dapat mengurangi efek obat kumur tersebut.

Dampak terlalu sering menggunakan obat kumur

Sebagian orang beranggapan bahwa semakin sering menggunakan obat kumur, semakin manfaatnya berlipat untuk kesehatan gigi dan mulut. Namun, sayangnya hal tersebut tidaklah benar. Menggunakan obat kumur dengan intensitas yang terlalu sering justru dapat merugikan penggunanya.

Hal ini terjadi karena kadar alkohol yang tinggi dalam obat kumur dapat menyebabkan mulut kering, bau mulut, sariawan, dan kulit pipi bagian dalam terkelupas. Tak hanya itu, pH yang terlalu asam di dalam mulut akan mengganggu remineralisasi gigi.

Selain itu, bila orang tersebut memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi pada rongga mulut, gejala seperti mulut kering, rasa terbakar, dan iritasi tenggorokan dapat saja terjadi. Untuk itu, disarankan bagi Anda yang mengalami kondisi tersebut berhati-hatilah dalam memilih jenis obat kumur. Pilihlah obat kumur yang tidak mengandung alkohol atau kadar alkohol yang rendah.

Ingat juga bahwa obat kumur yang ada di pasaran memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ada yang hanya sekadar menyegarkan napas, ada juga yang yang berguna untuk membantu menghilangkan plak. Jadi sebelum membeli obat kumur yang tepat, perhatikan apakah kandungannya sesuai dengan kebutuhan Anda.

Menggunakan mouthwash (obat kumur) memang bermanfaat dalam menjaga kesehatan mulut. Ada baiknya sebelum memilih, Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi agar efek buruk yang dapat terjadi bisa dihindari. Dan jika timbul efek samping seperti sariawan, kulit pipi bagian dalam terkelupas atau radang tenggorokan, segera periksa ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

[RS/ RVS]