Waspada, Ada Bahaya di Balik Produk Pemutih Gigi!

Oleh drg. Callista Argentina pada 23 Apr 2019, 12:15 WIB
Jangan sembarang menggunakan produk pemutih gigi, apalagi jika Anda tak ingin mengalami berbagai efek samping merugikan.
Waspada, Ada Bahaya di Balik Produk Pemutih Gigi! (Puhhha/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Peredaran produk pemutih gigi semakin marak di pasaran. Hal ini tentu bisa menimbulkan dilema, khususnya pada orang-orang yang ingin memiliki penampilan gigi putih dan bersih. Pasalnya, tidak semua produk pemutih gigi yang beredar benar-benar memberikan hasil yang sesuai keinginan. Bahkan, bukan tidak mungkin jika beberapa produk tersebut malah mengundang efek samping yang merugikan.

Perlu Anda ketahui, produk pemutih gigi dibagi menjadi 2. Jenis yang pertama adalah yang biasa Anda gunakan sehari-hari, seperti pasta gigi dan mouthwash. Pemutih gigi jenis ini umumnya memiliki bahan pemutih dengan kadar yang rendah, sehingga tergolong aman untuk digunakan setiap hari dengan cara yang tepat.

Sedangkan, jenis pemutih gigi yang kedua adalah yang biasa digunakan oleh dokter gigi. Jenis pemutih ini memiliki kandungan pemutih yang tinggi, sehingga bisa memberikan hasil yang benar-benar maksimal. Di balik itu, kadar pemutih yang tinggi pada produk tersebut ternyata juga bisa memicu munculnya efek samping merugikan.

Faktanya, produk pemutih gigi yang memiliki carbamide peroksida dan hidrogen peroksida (10–38%) bisa memberikan efek samping merugikan, salah satunya gigi ngilu. Efek tersebut biasanya muncul 2–3 hari setelah pemakaian, dan sensasi ngilu bisa bertahan hingga 3 atau 4 jam.

Tak cuma itu, penggunaan produk pemutih gigi yang tinggi akan kandungan bahan-bahan tersebut juga memungkinkan terjadinya iritasi dan luka pada gusi. Kondisi ini khususnya terjadi jika pemutih yang seharusnya hanya diaplikasikan pada gigi hingga memapar gusi, baik akibat sendok cetak yang terlalu sempit atau sang pengguna tidak benar-benar mengetahui cara mengaplikasikan produk pemutih gigi terkait.

Efek samping lain yang pernah dilaporkan terjadi akibat penggunaan produk pemutih gigi yang tinggi akan kandungan carbamide peroksida dan hidrogen peroksida adalah perlukaan pada langit-langit tenggorokan.

Lantas, harus bagaimana?

Anda tidak perlu panik, karena efek samping yang timbul akibat penggunaan produk pemutih gigi hanya akan terjadi jika Anda menggunakan produk dengan kandungan carbamide peroksida dan hidrogen peroksida tinggi di luar pengawasan dokter.

Atas dasar itu, bagi Anda yang ingin memutihkan gigi dengan cara cepat dan aman, lakukanlah di dokter gigi yang berpengalaman. Sebab, untuk meminimalkan risiko timbulnya efek samping akibat penggunakan produk pemutih gigi dengan kandungan carbamide peroksida dan hidrogen peroksida tinggi, dokter akan memberikan pasien pasta gigi dengan kandungan 3–5% potassium nitrate dan fluoride 2–3 minggu sebelum mengaplikasikan produk pemutih gigi terkait. Selain itu, agar gusi terhindar dari luka akibat terkena bahan pemutih, dokter juga akan melapisi seluruh bagian gusi dengan pelindung khusus.

Lalu, bagaimana dengan produk pemutih gigi yang digunakan sehari-hari seperti pasta gigi dan mouthwash? Seperti telah diungkit sebelumnya, penggunakan produk pemutih gigi konvensional seperti pasta gigi dan mouthwash relatif aman, karena produk-produk tersebut umumnya hanya mengandung sedikit bahan pemutih carbamide peroksida dan hidrogen peroksida. Kendati begitu, Anda harus tetap mengingat aturan pakai dan indikasi dari produk pemutih gigi yang dipilih, agar hasilnya sesuai keinginan dan efek samping merugikan tidak terjadi kemudian.

(NB/ RVS)