Benarkah Kalender Masa Kehamilan Selalu Akurat?

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 23 Apr 2019, 12:30 WIB
Mengetahui usia kandungan dapat diketahui dengan menggunakan kalender masa kehamilan. Tapi, akuratkah?
Benarkah Kalender Masa Kehamilan Selalu Akurat? (Kwangmoozaa/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Biasanya, untuk memastikan usia janin yang sedang dikandung, Anda bertanya pada bidan atau dokter. Akan tetapi, sebenarnya usia kandungan dapat Anda hitung sendiri di rumah dengan menggunakan kalender masa kehamilan. Namun, apakah cara ini akurat?

Kalender masa kehamilan

Terdapat berbagai metode perhitungan usia kehamilan. Salah satunya adalah dengan kalender masa kehamilan. Metode kalender masa kehamilan merupakan metode yang paling sederhana dan dapat dilakukan oleh Anda sendiri.

Hasil perhitungan usia kehamilan dapat berbeda-beda. Para dokter menghitung usia kehamilan mulai dari hari pertama menstruasi terakhir (last menstrual period/LMP) seperti yang digunakan pada kalender kehamilan.

Dengan mengetahui hari pertama haid terakhir, Anda dapat menentukanusia kehamilan sekaligus hari perkiraan lahir (HPL). Biasanya, dokter akan menghitung 40 minggu (280 hari) sejak LMP. Akan tetapi,cukup jarang bayi yang lahir sesuai tanggal perkiraan tersebut.

Cara menghitung dengan kalender masa kehamilan

Untuk menghitung kalender masa kehamilan, perhatikan contoh di bawah ini.

Jika Anda terakhir kali menstruasi pada 16 November 2018, perhitungannya menjadi:

(16 + 7), (11 – 3), (2018 + 1) = 23, 8, 2019

Jadi, HPL Anda adalah 23 Agustus 2019.

Jika bulan pada terakhir kali Anda menstruasi tidak dapat dikurangi 3 maka Anda tinggal menambahnya dengan 9.

Contoh: terakhir kali Anda menstruasi pada 3 Februari 2018.

Maka, perhitungannya menjadi:

(3 + 7), (2 + 9), (2018) = 10, 11, 2018

Dengan demikian, HPL Anda adalah 10 November 2018.

Nah, kira-kira seperti itu cara menghitung usia kehamilan dengan menggunakan kalender. Namun, untuk memudahkan ibu hamil, saat ini telah tersedia berbagai aplikasi untuk menghitung usia kehamilan.

1 of 2

Metode lain untuk menghitung masa kehamilan

Seperti dijelaskan sebelumnya, kalender masa kehamilan hanyalah salah satu metode untuk menentukan usia kandungan. Metode lainnya apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

  1. Terasa gerakan janin

Gerakan janin pertama kali dapat dirasakan pada usia 18-20 minggu kehamilan. Pada kehamilan kedua dan seterusnya, gerakan janin dapat dirasakan pada minggu ke 16-18. Sayangnya, gerakan janin ini bisa sangat lemah hingga tidak disadari.

  1. Tinggi puncak rahim

Mengukur puncak rahim juga dapat menjadi metode perhitungan masa kehamilan. Jika jarak dari tulang kemaluan sampai puncak rahim berkisar 28 cm, artinya usia kehamilan sudah mencapai 28 minggu.

  1. Deteksi denyut jantung janin pertama kali

Jika dalam pemeriksaan dokter mendengar denyut jantung janin untuk pertama kali, maka usia janin diperkirakan mencapai 12 minggu.

  1. Menggunakan 2 jari tangan

Letakkan dua jari di antara tulang kemaluan dan perut. Jika jarak antara tulang kemaluan dengan puncak rahim masih di bawah pusat, setiap penambahan 2 jari artinya usia kehamilan bertambah2 minggu.

  1. Menggunakan ultrasonografi (USG)

Cara menghitung usia kehamilan dengan menggunakan ultrasonografi (USG) adalah yang paling mudah dan sering dilakukan dokter. Tingkat akurasinya pun cukup tinggi, berkisar 95 persen. Usia kehamilan dan perkiraan waktu kelahiran bayi bisa dilihat dengan jelas melalui gambar janin yang muncul pada layar monitor.

Menghitung usia kandungan berdasarkan kalender masa kehamilan tidak dapat dikatakan 100 persen akurat. Mengapa? Karena Anda tidak tahu pasti kapan terjadinya ovulasi dan pembuahan. Cara paling akurat untuk memastikan usia kehamilan adalah dengan pemeriksaan USG, yang akurasinya mencapai 95 persen.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓