Ini yang Terjadi pada Tubuh Pasca Meningitis

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 24 Apr 2019, 11:00 WIB
Hari Meningitis Sedunia diperingati setiap tanggal 24 April. Yuk, kenali lebih lanjut seputar penyakit ini.
Ini yang Terjadi pada Tubuh Pasca Meningitis (Kateryna Kon/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Meningitis atau radang selaput otak merupakan suatu kondisi peradangan pada cairan serta selaput yang melapisi otak dan saraf tulang belakang. Infeksi merupakan salah satu penyebab tersering dari penyakit ini, yang dapat berasal dari bakteri, virus, maupun jamur.

Kondisi meningitis bisa sulit untuk dikenali, terutama pada tahap awal. Tanda dan gejala yang timbul pun dapat menyerupai infeksi lain, seperti demam, ruam kulit, muntah, nyeri kepala, leher kaku, sensitivitas terhadap cahaya, dan penurunan kesadaran.

Demam yang terjadi pun muncul secara tiba-tiba dengan suhu yang tinggi, hingga 40 derajat Celsius. Peningkatan suhu tubuh ini kemudian diikuti sakit kepala hebat serta rasa kaku di leher, hingga membuat penderitanya sulit menundukkan kepala ke arah dada.

Bicara soal pentingnya mewaspadai penyakit ini, Hari Meningitis Sedunia yang jatuh pada hari ini (24/4), untuk mengajak masyarakat mengenal lebih jauh soal meningitis, baik dari segi bahaya, penanganannya, hingga penjelasan seputar kondisi pasca meningitis.

Kehidupan pasca meningitis

Tema yang diangkat pada Hari Meningitis Sedunia tahun 2019 ini adalah kehidupan pasca mengalami meningitis. Mengapa tema tersebut yang dipilih? Hal ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai dampak yang dapat dialami oleh seseorang pasca perawatan dengan meningitis.

Kampanye untuk Hari Meningitis Sedunia tahun ini berfokus pada dampak dan konsekuensi yang dapat dialami oleh seseorang setelah mengalami meningitis, dan juga dampak pada anggota keluarga dari pasien yang meninggal pasca perawatan dengan meningitis.

Berdasarkan kampanye tersebut, berikut adalah beberapa poin-poin yang penting untuk diketahui mengenai penyakit yang satu ini:

  1. Meningitis dapat terjadi dalam waktu beberapa jam, namun berlangsung seumur hidup

Dampak pasca mengalami meningitis yang dapat mengubah kehidupan seseorang setelahnya mencakup hilang ingatan, ketulian, kebutaan, epilepsi, paralisis, kehilangan ekstremitas, kerusakan organ, dan kerusakan otak.

Selain itu, anggota keluarga dari pasien yang meninggal akibat meningitis juga akan mengalami perubahan yang signifikan.

  1. Vaksinasi merupakan kunci dari pencegahan meningitis

Terdapat lebih dari satu vaksin yang dapat mencegah terjadinya meningitis. Setiap individu disarankan untuk berdiskusi dengan tenaga kesehatan di area setempat untuk mengetahui lebih lanjut mengenai berbagai jenis vaksin yang tersedia.

  1. Meningitis dapat menyebabkan kematian dalam 24 jam

Apabila Anda menduga bahwa seseorang mengalami tanda dan gejala tertentu yang menyerupai meningitis, sangat penting untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat yang memadai guna mendapatkan penanganan dini. Sebab, penyakit ini bisa mengancam nyawa.

  1. Meningitis dialami oleh lebih dari 2,8 juta individu setiap tahunnya di seluruh dunia

Meningitis dapat terjadi pada kelompok usia manapun. Bayi, anak, remaja, dan lansia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini.

Salah satu cara yang terbaik untuk mencegah meningitis adalah dengan melakukan vaksinasi. Saat ini, vaksin yang aman dan efektif telah tersedia untuk beberapa tipe meningitis, dan vaksin baru juga selalu dalam tahap perkembangan.

Hari Meningitis Sedunia sejatinya diperingati untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai meningitis. Setelah menyimak penjelasan di atas, kini Anda telah mengetahui berbagai bahaya yang akan terjadi pada tubuh pasca terkena meningitis. Oleh sebab itu, mulailah menerapkan gaya hidup sehat, serta lakukan vaksinasi untuk mencegah terkena meningitis.

[NP/ RVS]