Siapa Saja yang Perlu Vaksin Meningitis?

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 24 Apr 2019, 13:15 WIB
Meningitis bisa dicegah dengan pemberian vaksin. Siapa saja yang perlu mendapatkan vaksin meningitis?
Siapa Saja yang Perlu Vaksin Meningitis? (PORTRAIT IMAGES ASIA BY NONWARIT/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Meningitis merupakan peradangan yang terjadi pada meninges, yaitu lapisan tipis yang melindungi otak dan jaringan saraf tulang belakang. Terjadinya penyakit ini bisa disebabkan oleh adanya infeksi bakteri, virus, jamur atau protozoa. Meningitis dapat terjadi pada siapa saja, namun anak-anak dan bayi adalah golongan yang paling rentan.

Meningitis memberikan gejala awal menyerupai infeksi virus pada umumnya, yaitu demam tinggi. Seiring waktu, orang yang mengalami penyakit ini akan mengeluhkan sakit kepala, rasa kaku pada leher, muntah-muntah, penurunan kesadaran, dan kejang. Pada tahap yang lebih lanjut, meningitis dapat menyebabkan kematian.

Mencegah meningitis dengan vaksin

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebelum meningitis telanjur terjadi, pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi. Secara garis besar, vaksin meningitis sangat dianjurkan untuk:

  • Kelompok usia 11–12 tahun, yang diulang kembali dengan booster pada usia 16 tahun
  • Pria atau wanita berusia 56 tahun atau lebih
  • Orang-orang yang hendak bepergian ke wilayah endemis meningitis, seperti Afrika dan Arab Saudi
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah, misalnya penderita HIV
  • Petugas medis, khususnya yang sering berurusan dengan pasien meningitis
  • Memiliki riwayat penyakit meningitis
  • Mengalami gangguan pada limpa.

Selain itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut bahwa kelompok usia 2 bulan hingga 10 tahun juga perlu mendapatkan vaksin meningitis. Tindakan ini sangat penting untuk dilakukan, apalagi jika orang-orang dengan rentang usia tersebut hendak bepergian ke negara dengan kasus meningitis tinggi atau menderita HIV sejak dini.

Di sisi lain, ada pula golongan orang yang tidak dianjurkan untuk mendapatkan vaksin meningitis. Mereka adalah:

  • Orang-orang yang mengalami reaksi alergi parah dan mengacam keselamatan jiwa, khususnya setelah diberikan vaksin meningitis atau jenis vaksin lainnya
  • Orang yang sedang sakit
  • Orang-orang dengan sindrom Guillain-Barre. Ini adalah penyakit yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang sistem saraf periferal.

Bagaimana dengan wanita hamil? Apakah boleh mendapatkan vaksin meningitis? Tentu saja boleh, apalagi bila wanita tersebut tinggal di daerah yang rawan meningitis. Namun sebelum itu, wanita hamil sangat disarankan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter spesialis kandungan.

Apakah vaksin meningitis memiliki efek samping merugikan? Ya. Seperti vaksin pada umumnya, vaksin meningitis juga bisa menimbulkan efek samping merugikan yang bersifat ringan berupa kemerahan, bengkak, nyeri, gatal, dan sakit kepala. Efek samping ini biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Pada kasus yang jarang terjadi, vaksin meningitis juga bisa menimbulkan efek samping serius. Pada kondisi ini, efek samping yang timbul bisa berupa badan lemas, lesu, dan demam tinggi. Di samping itu, meski sangat jarang, vaksin meningitis juga bisa menyebabkan reaksi alergi parah dengan gejala kesulitan bernapas, mengi, jantung berdebar, mual dan muntah, serta pusing.

Terlepas dari kemungkinan adanya efek samping, Anda tidak perlu terlalu khawatir jika ingin mendapatkan vaksin meningitis. Selama dilakukan di fasilitas kesehatan resmi dan di bawah pengawasan dokter yang ahli, efek samping vaksin meningitis diharapkan tidak akan terjadi. Daripada memikirkan kemungkinan terjadinya efek samping, sebaiknya Anda lebih memedulikan manfaat vaksin meningitis dalam mencegah peradangan pada sel otak yang bisa berujung pada kematian. Anda tentu tak ingin mengalami meningitis dan berbagai komplikasinya hanya gara-gara tak ingin vaksin, bukan?

(NB/ RVS)