Inilah Cara Paling Sehat Konsumsi Madu

Oleh Ruri Nurulia pada 25 Apr 2019, 13:00 WIB
Madu memang menyehatkan. Namun, karena termasuk gula tambahan, efeknya bisa sebaliknya. Inilah cara paling sehat konsumsi madu!
Inilah Cara Paling Sehat Konsumsi Madu (Africa Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Berbagai penelitian memang telah mengaitkan konsumsi madu dengan peningkatan keseimbangan bakteri di usus, kondisi pernapasan, dan masih banyak lagi. Meski demikian, keseluruhan nutrisi madu perlu dipertimbangkan. Madu masuk dalam kategori pemanis tambahan, sehingga konsumsinya yang berlebih bisa berefek buruk pada kesehatan tubuh.

Ahli gizi asal Amerika Serikat, Jenny Friedman, mengatakan kepada Time bahwa untuk mendapatkan banyak manfaat dari madu, Anda harus mengonsumsinya dalam jumlah banyak.

“Sayangnya, konsumsi dalam jumlah banyak ini berarti konsumsi kalori bisa bertambah,” kata Jenny.

Ia mengingatkan, madu merupakan gula—sesuatu yang dikonsumsi banyak orang secara berlebih. American Heart Association merekomendasikan asupan gula tak lebih dari 6 sendok teh per hari untuk wanita dan 9 sendok teh untuk pria.

Ditambahkan oleh dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, Dietary Guidelines Advisory Committee menyarankan agar Anda membatasi konsumsi gula maksimal 10% dari total konsumsi kalori dalam sehari.

“Jadi misalkan Anda mengonsumsi 1.500 kalori, maka Anda hanya boleh mengonsumsi gula sebanyak 150 kalori atau setara dengan 39 gram (maksimal 3 sendok makan sehari). Beda dengan anjuran tersebut,” kata dr. Karin menjelaskan.

Sedikit berbeda dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang mematok konsumsi gula maksimal 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan per hari.

Konsumsi gula secara berlebihan diketahui bisa menyebabkan peningkatan berat badan, yang diikuti dengan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes.

Apakah madu termasuk pemanis tambahan?

Dilansir dari Time, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) baru-baru ini mewajibkan penulisan jenis-jenis gula dalam label kemasan. Badan tersebut secara spesifik meminta produsen untuk mencantumkan gula tambahan, atau jenis gula yang ditambahkan ke makanan saat makanan diproses atau disiapkan.

Meski madu berasal dari sumber alami, tetap saja madu adalah pemanis tambahan, seperti halnya sirop jagung atau gula tebu.

“Saat membaca kemasan makanan, banyak orang yang menganggapnya lebih sehat saat melihat tulisan “madu” di sana. Padahal, tubuh mempersepsikan gula dan madu secara sama. Sama-sama pemanis,” kata Jenny.

Juga perlu diketahui, beberapa istilah seperti “natural sugars”, “no artificial sugars”, atau “naturally sweetened” sering kali merupakan taktik pemasaran.

1 of 2

Cara paling sehat konsumsi madu

Para pakar menyarankan Anda untuk mengonsumsi madu secara moderat. Jenny menyarankan satu sendok makanan (seukuran jempol) dalam satu penyajian. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), jumlah tersebut mengandung 64 kalori dan 17 gram gula. Usahakan untuk menjaga asupan harian gula tambahan di bawah 100 kalori sehari untuk wanita dan 150 kalori untuk pria.

Untuk penyajian, rekomendasinya adalah dengan mencampur satu sendok makan madu ke dalam teh, disiram di atas yoghurt, atau dicampurkan ke oatmeal pagi atau roti panggang dan selai kacang. Madu juga bisa menjadi alternatif saus dressing salad yang tak kalah enak.

Lantas, bagaimana dengan jenis madu yang disarankan?

Jenis utama madu adalah organik, dark, light, raw, dan filtered. Jenis tersebut mengacu pada sumber madu dihasilkan, pada dasarnya jenis bunga yang nektarnya dikonsumsi lebah. Warna, rasa, dan kandungan nutrisi madu bergantung pada nektar yang digunakan lebah.

Untuk memilih mana yang paling tepat, ini tergantung rasa yang Anda cari dan bagaimana penggunaannya. Madu manuka misalnya, punya rasa yang lebih kuat sehingga baik untuk baking. Madu yang berwarna gelap juga dikatakan memiliki lebih banyak antioksidan, meski rasanya cenderung lebih pahit.

Dalam membeli madu, baiknya lakukan riset terlebih dulu, apalagi madu impor yang bisa dicampurkan dengan sirop jagung. Intinya, jangan malas membaca kemasan. Waspadai juga madu palsu, yang bisa diidentifikasi lewar harga yang murah.

Jika memang tersedia sampel, produk yang bagus biasanya betekstur tebal dan ketika diaduk bergerak sangat lambat (walaupun tekstur madu juga bergantung pada jenisnya—raw atau unfiltered). Madu yang bagus seharusnya tidak cair seperti sirop dan tidak terlalu lengket di tangan. Anda juga bisa memeriksanya dari bau, yaitu cenderung beraroma bunga. Jika mungkin, belilah produk lokal yang memang terkenal terbukti memproduksi madu yang berkualitas.

Dari KlikDokter, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti mengingatkan bahwa gula memang termasuk pemanis alami, tetapi konsumsinya tetap tak boleh berlebihan.

“Fruktosa yang serupa dengan gula dalam madu berisiko memicu berbagai jenis penyakit jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan,” tegasnya.

Ingat, madu merupakan pemanis yang jika dikonsumsi berlebihan bisa berdampak buruk bagi tubuh. Selain jumlah konsumsi, Anda juga mesti mempertimbangkan jenis madu, serta kandungan nutrisi dengan membaca kemasan. Jangan tergoda madu murah meriah, karena mungkin saja itu madu palsu yang marak beredar. Dengan mengikuti saran tentang cara paling sehat konsumsi madu yang disebutkan di atas, diharapkan hanya potensi sehat dari madu yang Anda dapat.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓