Kenali Dampak Masturbasi pada Kesehatan Fisik dan Mental Pria

Oleh dr. Alvin Nursalim, SpPD pada 25 Apr 2019, 15:15 WIB
Tahukah Anda bahwa sering melakukan masturbasi bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental seorang pria? Ini fakta medis selengkapnya.
Kenali Dampak Masturbasi pada Kesehatan Fisik dan Mental Pria (Life-science/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Baru-baru ini warganet dikejutkan dengan beredarnya video masturbasi yang diduga dilakukan oleh beberapa figur publik. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Namun, yang jelas, masturbasi merupakan perilaku yang memiliki dampak bagi kesehatan fisik dan mental pelakunya.

Dalam pandangan medis, masturbasi diartikan sebagai suatu rangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebut, sekitar 61% pria pernah melakukan masturbasi, sementara wanita hanyalah 38%.

Dampak masturbasi pada kesehatan

Banyak mitos yang berkembang di masyarakat terkait masturbasi, seperti berakibat kebutaan, masalah gangguan ereksi hingga gangguan kesuburan. Namun, berbagai hal tersebut hanyalah mitos semata, karena belum ada penelitian yang menyebutkan demikian.

Akan tetapi, meski tidak memberikan dampak kesehatan secara langsung, masturbasi tetap bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan. Beberapa hal yang bisa terjadi akibat hobi masturbasi adalah:

1. Menurunkan sensitivitas saat berhubungan seks

Tahukah Anda bahwa masturbasi berpotensi menyebabkan penurunan sensitivitas saat melakukan hubungan seksual? Hal ini disebabkan rangsangan yang terus-menerus pada penis dapat meningkatkan ambang rangsang seorang pria. Jika pria memiliki metode masturbasi agresif dengan rangsangan yang berlebihan pada penisnya, maka mereka dapat mengalami penurunan sensasi ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangannya.

2. Iritasi dan kelelahan

Seorang pria bisa saja melakukan masturbasi secara kompulsif atau terus-menerus. Bahkan pada beberapa kasus, kegiatan masturbasi dapat dilakukan sebanyak lebih dari 5 kali dalam sehari.

Padahal, frekuensi masturbasi yang berlebihan dapat menyebakan berbagai efek samping, seperti iritasi pada kulit penis, kelelahan, bahkan gangguan sosial. Jika frekuensi masturbasi sudah sampai pada tahap kecanduan, maka pertolongan dari psikiater sangatlah diperlukan.

3. Mengganggu aktivitas sehari-hari

Salah satu hal yang dapat terjadi jika Anda kecanduan masturbasi adalah terjadinya gangguan pada aktivitas sehari-hari. Dalam banyak kasus, keinginan untuk melakukan masturbasi dapat membayang-bayangi pikiran sehingga dirinya melakukan tindakan tidak senonoh itu tanpa tahu situasi dan keadaan. Hal seperti ini dapat menyebabkan:

  • Kehilangan konsentrasi saat bekerja, yang berpotensi menyebabkan kehilangan pekerjaan, penurunan prestasi sekolah, atau tidak mengikuti acara sosial
  • Memengaruhi hubungan dengan teman
  • Menjadikan masturbasi sebagai bahan pelarian dari masalah hubungan

4. Menimbulkan perasaan bersalah

Orang yang melakukan masturbasi bisa memiliki rasa bersalah yang mendalam, karena mereka khawatir bahwa perilakunya tersebut bertentangan dengan kepercayaan, spiritual, atau budaya yang dianut. Perasaan bersalah ini nantinya dapat menyebabkan gangguan psikis yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Solusi masturbasi

Terdapat beberapa cara agar Anda tidak tenggelam ke dalam jeratan masturbasi yang dapat menyebabkan gangguan pada kondisi fisik maupun mental. Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:

  • Alihkan fokus pada kegiatan yang positif, seperti berolahraga atau mengikuti kursus. Dengan menjadi lebih sibuk, perhatian Anda dari kegiatan masturbasi akan teralihkan.
  • Permasalahan masturbasi merupakan isu yang sensitif. Karena itu, diskusikanlah hal ini hanya dengan orang yang sangat Anda percayai.
  • Jika merasa kegiatan sosial Anda terganggu, konsultasikan hal itu dengan dokter psikiatri guna mendapatkan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah ini.

Masturbasi adalah isu yang bersifat pribadi. Namun bukan berarti masalah tersebut harus disimpan sendiri, apalagi bila Anda sudah kecanduan melakukannya. Berkonsultasilah dengan dokter atau psikiater agar Anda tidak mengalami gangguan fisik maupun mental gara-gara keseringan masturbasi.

(NB/ RVS)