5 Manfaat Sehat Solo Traveling

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 26 Apr 2019, 15:40 WIB
Liburan sendirian? Tidak masalah! Selain bebas ribet, ternyata solo traveling juga punya manfaat sehat, lho!
5 Manfaat Sehat Solo Traveling (PR-Image-Factory/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Jalan-jalan atau traveling memang menyenangkan, baik sendiri, berdua, maupun beramai-ramai. Kebanyakan menganggap traveling itu lebih enak jika ada temannya. Namun, ada juga yang menganggap traveling sendirian lebih seru. Jika Anda tipe yang gemar solo traveling, ada manfaat ekstra bepergian sendirian ini terhadap kesehatan. Simak terus artikel ini, ya!

Aktivitas harian, bahkan yang terlalu sibuk, bisa bikin stres, jenuh, atau sampai sakit. Nah, liburan penting untuk meredakan itu semua sekaligus mengisi ulang semangat dan stamina.

Berdasarkan pemaparan dari dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, manfaat liburan antara lain:

  • Mencegah terjadinya penyakit. Menurut studi, seseorang yang bepergian secara rutin akan menurunkan risikonya terkena flu dan penyakit lainnya.
  • Mengurangi risiko penyakit jantung. Banyak penelitian yang telah menghubungkan antara tingkat stres seseorang dengan penyakit jantung.
  • Meningkatkan produktivitas. Beberapa perusahaan sudah menerapkan cara yang lebih modern untuk meningkatkan produktivitas pegawainya, yaitu dengan menyediakan tempat untuk beristirahat dan aturan cuti yang lebih fleksibel. Nah, salah satu cara untuk mengurangi stres dan meningkatkan produktivitas ini adalah dengan berlibur.

Kenapa ada orang yang lebih memilih solo traveling?

Bisa dibilang, mereka ini adalah sebuah anomali, karena umumnya liburan itu dianggap lebih bisa dinikmati bersama-sama. Nah, studi yang dilakukan oleh Queensland University of Technology Business School, Australia, mencoba mengulas motivasi di balik mereka yang suka solo traveling. Apakah itu pilihan atau kebutuhan, dan alasan bepergian sendirian daripada dengan keluarga atau teman.

Menurut Profesor Connie Bianchi, peneliti utama, ia menemukan bahwa solo traveling adalah tentang kebebasan, kesenangan tanpa kompromi, dan bertemu orang-orang baru atas kebutuhan untuk memiliki pendamping untuk berbagi pengalaman.

Ia juga mengatakan, meski mereka punya pilihan untuk pergi sendiri atau bersama-sama, mereka tetap memilih untuk pergi sendirian karena mereka (lebih) menikmatinya.

1 of 2

Solo traveling juga ada manfaatnya bagi kesehatan

Pada dasarnya, liburan baik untuk tubuh dan pikiran—bisa melepas stres, membuat relaks, dan merasa lebih bahagia. Lantas, apa saja manfaat kesehatan dari berpetualang seorang diri?

1. Menyehatkan

Menurut sebuah studi kolaborasi Global Commission on Aging dan U.S. Travel Association, bepergian secara aktif membuat Anda lebih sehat. Studi ini menemukan bahwa wanita yang berlibur setidaknya dua kali setahun menunjukkan risiko lebih rendah menderita serangan jantung daripada mereka yang hanya bepergian setiap enam tahun atau lebih.

Hal yang sama berlaku untuk pria. Pria yang tidak mengambil cuti untuk liburan tahunan menunjukkan risiko kematian 20 persen lebih tinggi dan risiko penyakit jantung 30 persen lebih tinggi.

2. Melepas stres

Meskipun kadang traveling cukup menguras tenaga karena perjalanan yang padat dan jauh, berlibur telah terbukti secara ilmiah dapat menurunkan tingkat stres secara signifikan.

Menurut sebuah penelitian, tiga hari setelah pulang berlibur, mereka melaporkan berkurangnya rasa cemas, kualitas istirahat meningkat, suasana hati pun membaik. Menariknya, manfaat ini cenderung bertahan selama berminggu-minggu setelah meski liburan telah usai.

3. Meningkatkan kepuasan dan kebahagian

Kebanyakan orang cenderung lebih bahagia ketika mereka bepergian dan tidak perlu khawatir tentang pekerjaan, tentu saja. Namun, salah satu manfaat yang menarik dari hasil studi di Universitas Cornell, Amerika Serikat (AS), seseorang juga mengalami peningkatan kebahagiaan secara langsung hanya dari merencanakan perjalanan.

4. Menurunkan risiko depresi

Depresi masih menjadi masalah utama bagi kebanyakan orang. Untungnya, menurut penelitian, traveling adalah salah satu cara agar Anda terhindar dari depresi.

Sebuah studi dari Klinik Marshfield di Wisconsin, AS, menemukan bahwa wanita yang berlibur setidaknya dua kali setahun cenderung tidak menderita depresi dan stres kronis daripada wanita yang berlibur kurang dari sekali setiap dua tahun.

5. Efek positif terhadap psikis

Dilansir dari Health, perusahaan wisata Trafalgar menyebut bahwa 57 persen wanita yang melakukan solo traveling melaporkan perasaan bahwa secara pribadi mereka lebih kuat dan lebih terinspirasi.

Testimoni menyebutkan bahwa ada kegembiraan tersendiri saat menjelajah tempat baru sendirian. Itu membuat pelaku solo traveling merasa lebih bebas, mandiri, dan meraih pencapaian tertentu. Ada pula yang secara psikis lebih matang.

Menurut survei yang dilakukan oleh British Airways, 50 persen wanita dari berbagai belahan dunia telah mencoba solo traveling, dan 75 persen wanita merencanakannya untuk melakukannya dalam beberapa tahun ke depan. Termasuk Anda? Buanglah rasa khawatir dan lakukan perencanaan secara matang, karena solo traveling manfaatnya begitu banyak, baik secara mental maupun fisik. Paling tidak, Anda perlu melakukannya sekali seumur hidup!

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓