8 Penyebab Mulut Terasa Manis

Oleh Rieke Saras pada 27 Apr 2019, 11:00 WIB
Selain karena mengonsumsi permen atau es krim, mulut terasa manis bisa disebabkan oleh hal-hal berikut.
8 Penyebab Mulut Terasa Manis (Lukyanov Mikhail/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Normalnya mulut akan terasa manis saat makan sesuatu yang mengandung gula. Seperti madu, buah-buahan, atau es krim. Tapi selain itu, ada juga beberapa kondisi kesehatan yang dapat membuat seseorang merasakan manis pada mulut meskipun tidak mengonsumsi yang manis-manis.

“Rasa manis pada mulut bisa jadi tanda tubuh kesulitan mengatur gula darah,” kata dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter. Tapi menurutnya, itu bisa juga disebabkan oleh kondisi kesehatan lainnya.

Dilansir Healthline dan sumber lainnya, berikut adalah delapan kemungkinan penyebab dari mulut yang terasa manis.

  1. Masalah metabolisme, seperti diabetes, ketosis, atau gangguan tiroid. Gangguan metabolisme dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengecap rasa dan membuat mulut terasa manis. Jika Anda diabetes, maka bisa disertai dengan gejala-gejala seperti penglihatan kabur, haus berlebih, sering buang air kecil, dan kelelahan ekstrem.
  2. Masalah neurologis, seperti stroke, gangguan kejang, atau epilepsi. Rasa manis di mulut bisa menjadi gejala awal dari masalah neurologis.
  3. Gastroesophageal reflux disease (GERD). Pada kondisi ini, asam lambung kembali ke tenggorokan dan mulut sehingga menyebabkan rasa manis.
  4. Infeksi di sinus, hidung, dan tenggorokan. Infeksi bakteri tertentu dapat menyebabkan rasa manis di mulut. Bahkan infeksi yang umum, seperti flu, bisa menyebabkan liur memproduksi lebih banyak glukosa. Glukosa adalah jenis gula.
  5. Diet rendah karbohidrat. Karbohidrat adalah sumber energi bagi tubuh, dan tanpa itu tubuh akan berganti haluan membakar lemak. Proses ketosis ini menyebabkan keton menumpuk di aliran darah, dan memunculkan rasa manis di mulut.
  6. Kehamilan. Tak sedikit wanita yang mengalami rasa aneh di mulut mereka pada tahap awal kehamilan. Beberapa wanita menggambarkannya sebagai rasa manis.
  7. Obat-obatan. Beberapa obat bisa menimbulkan rasa manis di mulut. Selain itu, obat kemoterapi juga dapat mengubah indra perasa seseorang.
  8. Kanker paru-paru. Meski ini penyebab yang tidak umum, tapi jangan sampai diabaikan. Tumor di paru-paru dapat meningkatkan level hormon seseorang dan memengaruhi sensasi rasa.

Jika rasa manis di mulut hanya terjadi sesekali atau jarang, mungkin tidak perlu dikhawatirkan dan biasanya akan hilang dengan sendirinya. Tapi jika Anda sering mengalaminya, konsultasikanlah kepada dokter. Ada banyak penyebab rasa manis di mulut yang terkait dengan sistem penciuman dan pernapasan. Bisa juga karena hormon tubuh dan masalah neurologis.

Saat kunjungan, dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan Anda, bisa juga riwayat kesehatan keluarga. Bila dirasa perlu, dokter akan mencoba untuk melakukan berbagai tes, seperti tes darah untuk memeriksa kadar hormon dan gula darah; tes darah untuk memeriksa infeksi bakteri dan virus; CT scan & MRI untuk memeriksa tanda-tanda kanker paru-paru; serta scan otak untuk melihat aktivitas neurologis dan mencari kerusakan saraf.

Apabila rasa manis di mulut Anda memang disebabkan oleh masalah medis, jalani pengobatan dengan baik dan benar untuk mencegah gejala kambuh. Dengarkan saran dokter dengan saksama. Jika keluhan masih muncul meski telah mengikuti petunjuk dari dokter, bicarakan kembali dengan dokter Anda. Nantinya dokter akan memberikan pengobatan yang lebih sesuai kepada Anda.

[RS/ RVS]