Anak Sering Mengigau, Haruskah Khawatir?

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 27 Apr 2019, 17:00 WIB
Anak yang sering mengigau kadang dianggap sebagai polah tingkah yang lucu. Jika anak mengingau, haruskah orang tua khawatir?
Anak Sering Mengigau, Haruskah Khawatir? (Rawpixel.com/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anak yang mengigau saat tidur (disebut juga dengan sleep talking atau somniloquy) kasusnya cukup banyak ditemukan. Studi menemukan, lebih dari 50 persen anak berusia 3-10 tahun pernah mengigau saat tidur. Bahkan, 1 dari 10 anak mengalaminya beberapa kali dalam seminggu. Jika anak mengigau, dan itu cukup sering, perlukah orang tua khawatir?

Pertama-tama, Anda perlu mengetahui empat tahapan tidur, yaitu:

  1. Tahap 1 tidur non-REM

Tahapan ini merupakan transisi antara terjaga dan tidur. Seseorang jadi mudah terbangun pada saat ini.

  1. Tahap 2 tidur non-REM

Pada tahapan ini, gelombang otak melambat.

  1. Tahap 3 tidur non-REM

Ini merupakan tahapan tidur nyenyak saat semua gerakan mata dan otot berhenti.

  1. Tidur REM (rapid eye movement)

Tahapan tidur ini berhubungan dengan bermimpi, bola mata bergerak cepat, serta denyut jantung dan napas menjadi cepat dan teratur.

Nah, anak dapat mengigau pada setiap tahapan tidur. Pada tahap non-REM, sebagian besar bagian otak sudah beristirahat dan tertidur, tetapi ada sebagian kecil yang masih “terbangun”. Pada bagian ini, anak bisa mengigau. Pada tahapan REM, anak mudah mengigau saat sedang bermimpi.

Anak yang mengigau bisa normal, bisa juga tidak

Sebagian besar kondisi anak yang mengigau tak perlu dikhawatirkan, karena menjadi bagian dari proses tidur yang normal. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan anak mudah mengigau, antara lain:

  • Anak sedang mengalami demam
  • Anak terlalu lelah beraktivitas seharian
  • Anak mengalami gangguan stres atau depresi

Meski umumnya tak perlu dikhawatirkan, ada beberapa kasus mengigau pada anak yang tidak normal dan memerlukan penanganan khusus. Ciri-cirinya adalah:

  • Anak berbicara sendiri saat tidur selama lebih dari 1 menit.
  • Kejadian mengigau berlangsung setiap malam.
  • Anak terlihat lelah dan mengantuk keesokan harinya.
  • Mengigau disertai berjalan saat tidur (sleep walking).
  • Anak mengigau sambil berteriak-teriak saat sedang tidur (night terror).
  • Anak mengigau disertai mimpi buruk yang membuatnya terbangun ketakutan.
  • Mengigau disertai dengan kaku otot atau kejang (kejang nokturnal).
  • Mengigau disertai dengan mendengkur yang tidak teratur (sindrom obstructive sleep apnea).

Jika anak mengalami satu atau beberapa gejala di atas, sebaiknya segera berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter agar bisa dicari tahu penyebabnya. Sebelum pergi berkonsultasi, Anda bisa membantu mengatasinya dengan beberapa langkah ini.

1 of 2

Selanjutnya

  • Mencari tahu apakah terdapat demam

Jika memang ada demam dan anak mengigau, segera lakukan penanganan untuk membantu menurunkan demamnya. Berikan ia kompres hangat di bagian dahi atau konsumsi obat penurun panas.

  • Buat anak merasa tenang dan nyaman

Sebelum tidur, buat anak merasa nyaman di lingkungan tidurnya. Misalnya dengan mendengarkan musik klasik, berdoa, bercerita, memeluk dirinya hangat.

  • Bantu ia beradaptasi pada perubahan

Anak biasanya lebih nyaman jika ia melakukan rutinitas hariannya. Sebaliknya, adanya perubahan bisa membuatnya cemas, tak nyaman, hingga tertekan, yang dapat membuatnya mengigau saat tidur.

Misalnya, jika Anda baru pindah ke lingkungan baru, temani anak ke sekolah dalam proses adaptasinya. Bantu berikan ia pengertian bahwa lingkungan barunya tersebut tak kalah menyenangkan dari lingkungan sebelumnya.

  • Anak jangan terlalu lelah

Anak yang terlalu lelah atau kurang istirahat bisa mengigau saat tidur. Jadi, cobalah untuk mengurangi kepadatan aktivitas anak yang membuatnya kurang tidur dan kelelahan.

  • Hindarkan ia dari hal-hal yang menakutkan

Pantau apa yang ia baca atau tonton, jangan sampai ia terekspos cerita atau tayangan seram menjelang tidur yang akhirnya membuatnya mengigau. Ini bisa bikin ia ketakutan, sehingga mungkin saja ia menolak untuk tidur di kamarnya.

Apabila cara-cara di atas tidak membantu mengurangi anak yang sering mengigau, dan saat mengigau anak terlihat ketakutan dan sering berterian, segera cari tahu penyebabnya. Jika ini terus-menerus terjadi dan cenderung memengaruhi perkembangan psikisnya, segera konsultasi lebih lanjut dengan psikolog anak. Semakin cepat diatasi, akan semakin baik untuk kelanjutan tumbuh kembangnya.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓