Ini Alasan Kalender Kehamilan Bisa Sebabkan Stres

Oleh dr. Jessica Florencia pada 30 Apr 2019, 07:45 WIB
Alih-alih membantu memudahkan program hamil, kalender kehamilan justru bisa sebabkan stres. Ini alasannya!
Ini Alasan Kalender Kehamilan Bisa Sebabkan Stres (Luis Molinero/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Dalam mempersiapkan program kehamilan, banyak pasangan yang menyimpan aplikasi kalender kehamilan di smarthpone-nya untuk tahu kapan masa subur. Namun, nyatanya tak sedikit juga pasangan yang justru malah tertekan atau stres akibat kalender kehamilan tersebut. Apa penyebabnya?

Perlu diketahui, stres dapat mengganggu perencanaan kehamilan. Berbagai studi telah menyebutkan bahwa stres yang dialami baik istri maupun suami dapat memengaruhi kesuburan selama program hamil yang dijalani.

Stres yang berlebihan diketahui dapat mengakibatkan gangguan terhadap keseimbangan hormon yang berperan dalam kesuburan. Pada wanita, gangguan keseimbangan hormon ini bisa menyebabkan terganggunya siklus haid dan membuat pengeluaran sel telur ikut terganggu. Sedangkan pada pada pria, gangguan keseimbangan hormon bisa menjadikan produksi sperma terganggu. Adanya kondisi-kondisi tersebut tentu saja dapat menurunkan peluang terjadinya kehamilan pada pasangan suami istri yang menginginkan anak.

Kalender kesuburan: bisa membantu, bisa juga bikin stres

Salah satu alat yang dapat menunjang keberhasilan program hamil adalah penggunaan kalender kehamilan atau kalender kesuburan, tepatnya untuk mencatat siklus menstruasi, sehingga dapat membantu memprediksi perkiraan ovulasi (pengeluaran sel telur di dalam tubuh wanita), sekaligus dapat menentukan kapan waktu yang tepat dalam melakukan hubungan seks yang dapat meningkatkan peluang terjadinya kehamilan. Tujuan penggunaan kalender tersebut memang baik. Namun, tak jarang pasangan suami istri dibuat stres karenanya.

Ya, sayangnya, tak sedikit orang memiliki aplikasi kalender kehamilan yang kurang tepat. Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa kalender kehamilan yang Anda gunakan justru bisa bikin stres.

  1. Hanya mempertimbangkan siklus menstruasi

Ketika Anda hanya mempertimbangkan siklus menstruasi dalam kalender kehamilan, maka banyak faktor lainnya yang luput. Pasalnya, dalam merencanakan kehamilan, ada banyak hal yang harus diperhatikan. Mulai dari kesehatan organ reproduksi Anda dan pasangan, makanan atau obat-obatan yang harus dihindari, nutrisi yang harus dicukupi, serta pola hidup yang baik untuk mendukung persiapan kehamilan.

  1. Terlalu khawatir atau tegang

Tak perlu menambah stres yang tak perlu dengan kekhawatiran dan rasa tegang yang berlebih dalam merencanakan kehamilan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, stres merupakan salah satu faktor yang harus dihindari jika Anda dan pasangan ingin mewujudkan hadirnya buah hati. Faktanya, banyak pasangan yang karena saking inginnya punya momongan, justru cenderung jadi terobsesi. Hubungan seks yang seharusnya menyenangkan berubah jadi suatu keharusan dan tak lagi bisa dinikmati kedua belah pihak. Dari situ saja sudah ada potensi stres, yang akhirnya bisa menghambat program kehamilan.

  1. Pola hidup tidak sehat

Beban pekerjaan setiap hari menggunung, sering lembur, pola makan tak sehat, kurang tidur hampir tiap malam, itu semua berkontribusi menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh. Artinya, hal tersebut bisa mengganggu kesuburan dan menurunkan peluang terjadinya kehamilan.

  1. Memilih aplikasi program kehamilan yang fiturnya kurang lengkap

“Yang penting aplikasinya gratis, tidak berbayar!” pikir Anda dalam memilih aplikasi kalender kehamilan di smartphone. Padahal, tak semua aplikasi kalender kehamilan yang gratis punya fitur lengkap. Pilihlah aplikasi yang bisa secara rutin mengingatkan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan yang tepat, daftar nutrisi dan jenis makanan yang dibutuhkan, prediksi masa subur, artikel kesehatan terkait kehamilan yang isinya bisa dipertanggungjawabkan, serta berbagai informasi yang dibutuhkan lainnya.

Dalam program kehamilan, aplikasi kalender kehamilan memang bisa membantu meningkatkan peluang. Namun, jika faktor-faktor di atas tidak diperhatikan, justru malah bisa bikin stres dan menurunkan peluang terjadinya kehamilan. Cobalah untuk relaks, kelola stres dengan baik, terapkan pola hidup sehat, serta lakukan konsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan, atau jika perlu datangi juga ahli kesuburan untuk mendapatkan hasil terbaik.

(RN/ RVS)