Susu Skim, Benarkah Pilihan Tepat untuk Diet?

Oleh dr. Atika pada 30 Apr 2019, 13:00 WIB
Susu skim banyak dipilih karena kandungan lemaknya yang lebih rendah. Apakah jenis susu ini adalah pilihan yang tepat untuk Anda yang diet?
Susu Skim, Benarkah Pilihan Tepat untuk Diet? (Tanya Yatsenko/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Susu adalah bagian dari asupan harian kebanyakan orang. Betapa tidak, dalam segelas susu terkandung komposisi gizi yang lengkap. Jenis susu yang populer dikonsumsi adalah susu skim karena kandungan lemaknya yang rendah. Nah, apakah susu skim ini merupakan pilihan tepat untuk orang-orang yang sedang diet?

Susu skim berbeda dengan susu biasa (whole milk atau full-cream). Susu skim mulai menarik banyak perhatian ketika Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mulai merekomendasikan perubahan menuju produk susu yang rendah lemak pada tahun 1985.

Susu skim memiliki kandungan lemak yang lebih rendah daripada jenis susu sapi lainnya. Ini karena pada proses pengolahannya, lemak terlebih dahulu dipisahkan dari susu dengan menggunakan alat centrifugal separator. Lemak yang terpisah kemudian akan disingkirkan, sehingga dihasilkan susu yang memiliki kandungan lemak 0-0,1 persen. Inilah mengapa susu skim juga disebut sebagai susu rendah lemak atau susu bebas lemak.

Susu skim sebagai pilihan diet

Berikut di bawah ini adalah kandungan nutrisi satu cangkir (setara dengan 237 ml) beberapa jenis susu.

  1. Susu skim

    • Kalori: 83
    • Karbohidrat: 12,5 g
    • Protein: 8,3 g
    • Lemak: 0,2 g
    • Lemak jenuh: 0,1 g
    • Omega-3: 2,5 mg
    • Kalsium: 306 mg
    • Vitamin D: 100 IU
  1. Susu rendah lemak (low-fat)

    • Kalori: 102
    • Karbohidrat: 12,7 g
    • Protein: 8,2 g
    • Lemak: 2,4 g
    • Lemak jenuh: 1,5 g
    • Omega-3: 9,8 mg
    • Kalsium: 290 mg
    • Vitamin D: 127 IU
  1. Whole milk

    • Kalori: 146
    • Karbohidrat: 12,8 g
    • Protein: 7,9 g
    • Lemak: 7,9 g
    • Lemak jenuh: 4,6 g
    • Omega-3: 183 mg
    • Kalsium: 276 mg
    • Vitamin D: 97,6 IU

Dari tabel di atas, jelas bahwa kandungan lemak dari susu skim paling rendah dibanding dua jenis susu lainnya. Mengingat lemak adalah penyumbang terbesar jumlah kalori dalam suatu asupan makanan, secara otomatis jumlah kalori yang terkandung dalam satu gelas susu skim jumlahnya paling kecil.

Asupan rendah kalori bagi yang diet

Untuk Anda yang sedang diet, konsumsi makanan pun diproritaskan pada kandungan kalori yang rendah. Cara diet yang disarankan adalah dengan cara yang alami, yaitu dengan mengurangi jumlah kalori yang masuk ke tubuh sambil dibarengi olahraga secara rutin.

Dengan begitu, meski sedang diet tetapi pelakunya tetap bisa mendapatkan kandungan vitamin dan mineral dari susu tanpa memperolah asupan lemak yang terlalu banyak. Jadi, bisa disimpulkan bahwa susu skim adalah pilihan tepat bagi Anda yang sedang dalam proses menurunkan berat badan.

Susu skim juga memiliki kelebihan lain, berupa kandungan protein dengan asam amino yang lebih lengkap dibandingkan susu biasa. Rasio kepadatan protein susu skim adalah 40 persen, sedangkan pada susu biasa hanya 22,7 persen. Selain itu, kandungan kalsium susu skim jauh lebih tinggi dibandingkan susu biasa.

Perhatikan ini saat mengonsumsi susu skim

Jika Anda mengonsumsi susu skim karena alasan diet, Anda juga perlu memperhatikan asupan vitamin larut lemak dari sumber lain. Sebab, ketika lemak dihilangkan dari susu skim, kandungan vitamin larut lemak (A, D, E, dan K) juga ikut menghilang. Meski demikian, saat ini sudah banyak tersedia susu skim yang telah menerima fortifikasi vitamin-vitamin tersebut.

Manfaat konsumsi susu skim dalam jangka panjang usai menjalani diet masih menjadi perdebatan. Beberapa studi baru banyak menarik kesimpulan bahwa lemak pada susu bisa bermanfaat untuk menjaga kesehatan, salah satunya untuk menghindari penyakit kronis. Contohnya adalah omega-3, yang pada susu skim jumlahnya lebih sedikit.

Jadi, susu skim memang merupakan pilihan susu yang tepat untuk Anda yang sedang diet. Meski demikian, manfaatnya dalam jangka panjang masih harus diteliti lebih lanjut. Agar manfaatnya optimal, kombinasikan dengan pola makan dan kebiasaan sehat lainnya, ya!

(RN/ RVS)