Nyeri Pinggang Saat Bangun Tidur, Ada Gejala Apa?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 23 Dec 2019, 16:55 WIB
Nyeri pinggang saat bangun tidur sangatlah mengganggu. Sebenarnya, kondisi itu menunjukkan ada gejala apa?
Nyeri Pinggang Saat Bangun Tidur, Ada Gejala Apa? (Fizkes/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bangun tidur dengan nyeri punggung bawah atau pinggang bisa membuat hari Anda menjadi terganggu. Yang lebih buruk, bisa jadi Anda tidak tahu alasan di balik nyeri pinggang yang Anda alami tersebut. Padahal, mengetahui penyebab rasa sakit tersebut dapat membantu Anda mencari cara untuk mengatasinya.

Berdasarkan penjelasan dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, "Nyeri pinggang yang dialami dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti masalah otot, ginjal, saraf, atau tulang belakang. Bila menyebar hingga kaki, dapat disebabkan oleh terjepitnya saraf.”

Ditambahkan dr. Andika, nyeri pinggang dapat pula disebabkan oleh nyeri alih, misal pada batu ginjal atau dismenorea (nyeri haid). Pada nyeri kolik karena batu ginjal, keluhan berupa nyeri tajam, seperti diremas, yang terjadi pada bagian pinggang belakang atau pada perut bagian bawah.

1 of 2

Nyeri Pinggang saat Bangun Tidur

Nyeri Pinggang saat Bangun Tidur
Ilustrasi Nyeri Pinggang saat Bangun Tidur

Seperti dinukil dari Medical News Today, ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan Anda merasakan nyeri pinggang setelah bangun tidur, yaitu:

1. Penyakit Cakram Degeneratif

Usia yang semakin tua dapat menajdi penyebab keausan pada cakram di sumsum tulang belakang. Kondisi ini bisa mengakibatkan penyempitan kanal tulang belakang. Dokter merujuk penyempitan ini sebagai artritis tulang belakang atau penyakit cakram degeneratif.

Penyakit cakram degeneratif dapat menekan saraf tulang belakang, mengakibatkan rasa sakit, kekakuan, dan berkurangnya mobilitas yang biasanya memengaruhi punggung bagian bawah atau leher. Rasa sakit dapat berkisar dari ringan hingga sangat parah, dan dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh. Gejala bisa lebih buruk di pagi hari, bahkan dapat mengganggu tidur.

Gejala lain dari penyakit cakram degeneratif dapat meliputi:

  • Kelemahan otot tungkai atau telapak kaki
  • Mati rasa dan kesemutan di lengan dan kaki
  • Rasa sakit yang mungkin bertambah buruk dengan duduk, mengangkat, atau menekuk
  • Rasa sakit yang membaik dengan berjalan, bergerak, atau mengubah posisi

Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, Anda disarankan untuk segera berobat ke dokter. Pertolongan sejak dini dapat membantu menurunkan risiko komplikasi.

2. Fibromyalgia

Nyeri punggung bagian bawah kaku adalah gejala yang biasanya dialami oleh penderita fibromyalgia. Fibromyalgia adalah gangguan kronis yang dapat menyebabkan sakit, nyeri, dan nyeri di banyak bagian tubuh yang berbeda.

Artikel lainnya: Nyeri Tak Kunjung Berhenti, Jangan-jangan Fibromyalgia

Hingga saat ini, penyebab fibromyalgia masih belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, riset terkini mengatakan bahwa penyakit ini berhubungan dengan adanya gangguan pada sistem saraf pusat.

Gejala-gejala lain fibromyalgia adalah:

  • Kelelahan
  • Kesulitan tidur
  • Masalah memori dan konsentrasi, yang kadang-kadang orang sebut sebagai "kabut"
  • Sakit kepala
  • Sindrom iritasi usus besar
  • Mati rasa dan kesemutan di lengan dan kaki

Karena penyebabnya masih belum diketahui, fibromyalgia juga masih belum bisa diatasi hingga tuntas. Pengobatan hanya ditujukan untuk membantu mengendalikan gejala yang dialami penderita.

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, obat golongan antinyeri dapat diberikan pada penderita fibromyalgia untuk membantu mengendalikan gejala. Obat ini wajib dikonsumsi sesuai dengan saran dari dokter.

Selain itu, penelitian melaporkan bahwa Cognitive Behavioral Therapy (CBT) juga dapat membantu penderita fibromyalgia untuk mengendalikan gejala yang dialami.

3. Bangun dari Tempat Tidur dengan Tidak Semestinya

Bangun dari Tempat Tidur dengan Tidak Semestinya
Ilustrasi Pria Bangun Tidur

Cara Anda bangun dari tempat tidur bisa menjadi vital untuk mencegah rasa sakit di pagi hari. Bahkan jika seseorang cukup istirahat, membangunkan badan terlalu cepat atau menekuk terlalu jauh ke depan ketika bangun tidur dapat membuat ketegangan di area punggung, terutama bagian bawah.

Untuk mengurangi risiko nyeri punggung dan kekakuan setelah bangun tidur, Anda bisa melakukan gerakan perlahan ke tepi tempat tidur. Kemudian, bangun menggunakan bantuan lengan untuk pengungkit, pindahkan ke posisi duduk dengan kaki menggantung di sisi tempat tidur. Setelah mengambil beberapa detik untuk menyesuaikan dengan posisi ini, perlahan-lahan letakkan kaki di lantai dan berdiri.

4. Posisi Tidur yang Buruk

Beberapa posisi tidur dapat menyebabkan ketegangan ekstra pada punggung bagian bawah, pinggul, dan leher. Akan tetapi, bukan berarti Anda mengubah total posisi tidur Anda yang biasa.

Artikel lainnya: Posisi Tidur Terbaik untuk Penderita Nyeri Punggung Bawah

Sebagai gantinya, penggunaan bantal dapat membantu Anda. Tempatkan bantal di sekitar tubuh Anda untuk menopang dengan lebih baik saat tidur dalam posisi yang dirasa paling nyaman.

5. Kasur Tidak Mendukung

Ilustrasi Kasur Tidak Mendukung
Ilustrasi Kasur Tidak Mendukung

Kasur yang tidak sepenuhnya menopang berat badan atau bentuk tubuh seseorang dapat menyebabkan Anda terbangun dengan sakit punggung atau nyeri pinggang.

Produsen kasur umumnya menyarankan agar Anda mengganti kasur mereka setiap 10 tahun atau lebih. Tanda-tanda bahwa kasur perlu diganti mungkin termasuk kendur yang terlihat atau adanya lekukan.

Artikel lainnya: 9 Tanda Kasur Anda Harus Segera Diganti

Saat membeli kasur baru, penting untuk memilih kasur yang nyaman dan mendukung penuh tubuh Anda. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kasur dengan ketegangan sedang paling baik untuk orang dengan nyeri punggung bawah kronis.

Saat bangun tidur, Anda tentu tidak berharap mengalami nyeri pinggang. Nah, untuk mencegah kondisi yang sama terus berulang, perhatikan lima hal di atas. Bila nyeri punggung Anda akibat kondisi kasur yang tidak memadai atau  kebiasaan tidur dan bangun tidur yang salah, segera perbaiki. Jika kondisi tersebut tidak segera mereda, periksakan ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.  

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓