Cara Bicara tentang Vaksinasi pada Orang yang Anti Vaksin

Oleh Ayu Maharani pada 30 Apr 2019, 14:44 WIB
Pandangan orang yang anti vaksin terhadap vaksinasi memang sulit diubah. Tapi, bukan berarti tidak bisa sama sekali diajak diskusi bersama.
Cara Bicara tentang Vaksinasi pada Orang yang Anti Vaksin (Monkey-Business-Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bila Anda ingin tahu cara paling efektif untuk mencegah penyakit, maka vaksinasi adalah jawabannya. Sebab, vaksinasi dapat membuat tubuh kebal sehingga bila Anda terpapar dengan sumber penyakit, infeksi tak akan langsung terjadi. Kepada KlikDokter, dr. Kartika Mayasari bahkan mengatakan bahwa vaksinasi adalah salah satu faktor penunjang yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak.

Sayangnya, tak sedikit pula orang yang berpendapat sebaliknya. Mereka berpikir bahwa vaksinasi tidak diperlukan, dan untuk mencegah penyakit bisa dilakukan dengan cara lain. Lalu, ada juga yang mengaitkannya dengan spektrum autisme serta alergi sehingga orang tua merasa khawatir bahwa vaksinasi malah menuntun pada terjadinya berbagai masalah kesehatan.

Hal tersebut tentunya perlu menjadi perhatian bagi pemerintah untuk mewujudkan generasi bangsa yang terbebas dari penyakit tertentu, seperti polio, difteri, dan lain sebagainya.

Nah, Anda yang setuju dengan vaksinasi sebenarnya bisa membantu pemerintah untuk meuwujudkan hal itu, yakni dengan melakukan diskusi, khususnya dengan orang-orang yang anti vaksin. Meski tak mudah, tetapi bukan berarti hal tersebut mustahil dilakukan.

Dilansir dari Verywell Health, berikut beberapa hal yang bisa Anda jadikan “modal” untuk berdiskusi dengan orang yang anti vaksin:

  • Tanyakan alasan

Terkadang, yang membuat situasi tak kondusif adalah Anda lupa mendengar sudut pandang orang yang anti vaksin terlebih dulu. Anda hanya fokus bagaimana caranya agar ia mau mengubah pola pikirnya dan langsung ingin memberikan vaksinasi.

Jadi, ketika orang yang anti vaksin mengatakan bahwa ia tidak ingin mendapatkan vaksinasi, tanyakan terlebih dahulu tentang alasan di balik keputusan yang dimilikinya. Sehingga, Anda bisa memahami dan memberikan solusi yang sesuai dengan masalah yang dihadapinya.

1 of 2

Selanjutnya

  • Berikan tanggapan netral

Ketakutan-ketakutan yang dialami oleh masyarakat bisa didapat dari informasi yang beredar luas di internet. Entah itu sumber tepercaya atau tidak, masyarakat memang berpotensi menolak vaksinasi ketika dia sudah melihat informasi buruk atau efek samping dari tindakan yang satu ini.

Maka itu, ketika orang yang anti vaksin bilang tidak ingin mendapatkan vaksinasi karena internet mengatakan bahwa itu tidak aman, ada kalimat “diplomatis” yang bisa Anda lontarkan untuk menyamakan suara sejenak, yakni “Iya, keamanan itu memang menjadi prioritas utama bagi semua orang.”.

  • Berikan alasan mengapa vaksinasi penting

Setelah orang atau pihak yang anti vaksin melihat Anda bisa memahaminya, sekarang giliran Anda untuk berpendapat mengapa vaksinasi adalah hal yang sangat penting. Anda bisa menjelaskan bahwa efek samping vaksinasi terhadap berbagai risiko kesehatan atau gangguan perkembangan adalah hal yang belum jelas bahkan cenderung hoaks.

Tapi, yang sudah jelas di sini adalah, vaksinasi dapat mencegah infeksi penyakit tertentu. Jika ingin terhindar dari penyakit tersebut, langkah yang bisa dilakukan adalah mendapatkan vaksinasi. Hal ini juga turut menghemat biaya kesehatan di kemudian hari.

Berikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Semakin sederhana penjelasan yang diberikan, semakin terlihat bahwa Anda yakin dengan pilihan untuk ikut serta dalam program vaksinasi.

  • Ajak diskusi dengan dokter

Setelah percakapan singkat ini, orang yang anti vaksin mungkin tidak akan langsung berubah pikiran. Di dalam dirinya pasti tetap ada keraguan terhadap vaksinasi. Lagi pula, Anda bukanlah seorang ahli medis profesional yang mampu menjabarkan kandungan vaksinasi dan manfaat darinya.

Jadi, tak bijak juga rasanya bila Anda mendikte orang yang anti vaksin untuk mendapatkan vaksinasi. Akan lebih baik bila Anda menyarankannya untuk berkonsultasi kepada dokter terkait masalah tersebut. Misalnya, anak Anda memiliki alergi telur dan vaksin flu diduga mengandung telur. Daripada langsung menghindari sama sekali, dokter biasanya akan memberikan jalan tengah agar anak Anda tetap bisa mendapatkan vaksinasi tanpa takut alerginya kambuh.

Jika Anda berhadapan dengan orang yang anti vaksin, sebaiknya jangan langsung paksakan kehendak Anda kepadanya. Tunjukkan bahwa Anda juga memahami pemikirannya. Justru dengan saling memahami alasan masing-masing, Anda, dia, bahkan dokter bisa memberikan solusi yang lebih baik agar seluruh anak di Indonesia bisa mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal sehingga bisa tumbuh optimal tanpa terinfeksi penyakit berbahaya.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓