Tips Jaga Kesehatan untuk Buruh yang Bekerja Shift

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 01 May 2019, 11:30 WIB
Buruh yang bekerja shift rawan terkena masalah kesehatan, apalagi jika dirinya tidak bisa mengatur diri dengan baik. Apa solusinya?
Tips Jaga Kesehatan untuk Buruh yang Bekerja Shift (Firma V./Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menjadi buruh yang bekerja shift memang tidak mudah. Hal ini utamanya dirasakan jika sedang kebagian shift malam, di saat tubuh yang seharusnya tidur dan beristirahat malah dipaksa terjaga untuk terus bekerja hingga fajar tiba.

Beberapa pekerjaan yang dituntut untuk bekerja shift, termasuk buruh pabrik, suster, dokter, dan lainnya. Hal itu diperlukan karena lini pekerjaan tersebut harus selalu siap siaga selama 24 jam selama 7 hari. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa bekerja shift sedikit banyak dapat memengaruhi kondisi kesehatan.

Lantas, adakah cara yang bisa dilakukan pekerja shift supaya kesehatan terus terjaga dan tubuh tetap bugar? Ada! Berikut caranya:

  • Atur waktu tidur

Bekerja shift dapat menyebabkan terganggunya jam tidur. Hal ini membuat Anda kurang tidur sehingga lebih rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan.

Oleh karena itu, sebisa mungkin “tabunglah” jam tidur, terutama di hari ketika Anda akan melakukan shift malam. Usahakan untuk tidur siang dalam durasi yang cukup.

Untuk dapat tidur siang dengan nyenyak, kondisikan kamar Anda agar suasananya mirip seperti malam hari. Upayakan agar kamar tetap gelap, tenang, dan sejuk. Jangan lupa matikan telepon genggam agar tidur Anda tidak terganggu.

  • Olahraga secara rutin

Sebagai pekerja shift, Anda dituntut untuk memiliki kondisi tubuh yang terjaga prima. Untuk mewujudkan hal ini, melakukan olahraga secara rutin dan teratur adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.

Memang, bulan-bulan pertama berolahraga rasanya berat dan melelahkan, apalagi jika Anda tidak terbiasa. Namun, setelah melewati bulan ketiga, Anda pasti akan merasakan bedanya. Tubuh akan terasa lebih sehat, segar, dan berenergi.

Olahraga tidak perlu khusus dilakukan pada pagi hari. Apabila jadwal Anda tidak memungkinkan, olahraga boleh saja dilakukan di sore atau malam hari. Selama dilakukan secara teratur, yaitu minimal 3 kali seminggu selama 30–60 menit per sesi. Olahraga juga bukan berarti Anda harus pergi ke pusat kebugaran atau lapangan. Cukup lari keliling halaman atau senam di dalam rumah.

  • Pola makan sehat dan bergizi

Bekerja shift malam sering membuat timbangan berat badan makin bergeser ke kanan. Sering bergadang memang membuat nafsu makan meningkat dan keinginan untuk menyantap makanan yang kurang sehat, seperti junk food, gorengan, keripik, serta makanan dan minuman yang manis-manis melonjak.

Nah, agar tubuh lebih sehat, bertenaga, tidak mudah sakit, dan dapat menjaga berat badan agar tetap stabil, tahan keinginan Anda untuk mengonsumsi makanan-makanan tersebut. Sebaliknya, perbanyak konsumsi buah maupun sayur, dan cukupi kebutuhan protein harian melalui daging sapi, ayam, ikan, telur, tahu, tempe, atau susu.

Jika diperlukan, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian. Namun sebelum itu, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter.

  • Cukupi kebutuhan cairan

Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan cairan harian, agar tidak mengalami dehidrasi. Rata-rata orang dewasa membutuhkan 40 mililiter cairan per kilogram berat badan.

Misalnya, Anda memiliki berat badan 50 kilogram, maka total cairan yang dibutuhkan adalah 2000 mililiter atau 2 liter. Anda bisa mencukupi kebutuhan cairan melalui air putih, susu, sup, dan lainnya. Hindari konsumsi minuman yang manis, seperti minuman soda, minuman kemasan, dan jus buah yang mengandung gula.

Bekerja shift adalah bagian dari tanggung jawab yang mesti dipatuhi. Oleh karena itu, jika Anda adalah buruh yang bekerja di perusahaan dengan sistem tersebut, lindungi diri dari berbagai risiko kesehatan dengan tips yang telah disampaikan. Selamat Hari Buruh Internasional!

(NB/ RVS)