Penanganan Asma pada Orang Dewasa

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes pada 01 May 2019, 13:00 WIB
Penyakit asma memang tidak dapat disembuhkan. Namun dengan penanganan yang baik, keluhan asma dapat dikontrol, sehingga tidak mudah kambuh.
Penanganan Asma pada Orang Dewasa (New Africa/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit asma umumnya ditandai dengan peradangan pada saluran pernapasan dalam jangka waktu panjang (kronis). Kondisi ini dapat ditandai dengan munculnya mengi atau bengek, kesulitan bernapas, rasa sesak pada dada, dan batuk. Gejala-gejala tersebut umumnya juga disertai hambatan pada saluran pernapasan.

Pada orang dengan asma, biasanya saluran napasnya menjadi sensitif secara berlebihan terhadap pemicu asma yang umumnya dapat ditemukan dalam lingkungan hidup sehari-hari.

Akibatnya, terjadi peradangan pada saluran pernapasan yang sering kali ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, juga produksi lendir yang berlebihan.

Apabila tidak mendapat penanganan dengan baik, saluran napas penderita asma dapat mengalami remodelling, yakni gangguan pada saluran napas yang umumnya disebabkan oleh munculnya jaringan parut. Apabila sudah terjadi demikian, kinerja obat-obat asma bisa jadi kurang efektif.

Pada dasarnya, tujuan penanganan asma adalah untuk mengontrol gejala, mengurangi resiko kekambuhan, memperbaiki keterbatasan pada laju udara pernapasan, serta mengatasi efek samping (apabila muncul) dari pengobatan.

Penanganan asma dapat sukses apabila ada kerjasama yang baik antara penderita asma dan tenaga kesehatan yang mengobatinya. Oleh sebab itu, penting bagi penderita asma untuk mengenali pemicu kekambuhan asma yang dialaminya.

Sering kali, pemicu asma adalah hal yang umum ditemukan, misalnya perubahan cuaca, infeksi virus pada saluran pernapasan, olahraga, hingga iritan seperti asap knalpot kendaraan, asap rokok dan bau menyengat. Jadi, kenalilah berbagai hal yang dapat memicu gejala asma Anda dan hindari pemicu tersebut.

1 of 3

Pengobatan pada penyakit asma

Secara umum, terdapat tiga kategori obat asma yang dapat ditawarkan pada penderitanya. Berikut ini adalah pemaparannya:

  1. Controller

Berguna sebagai terapi pemeliharaan, sehingga umumnya dikonsumsi setiap hari. Obat ini berfungsi untuk mengurangi pembengkakan pada saluran pernapasan, mengontrol gejala, serta mengurangi risiko kekambuhan dan penurunan fungsi paru-paru.

Sebagai controller, sering kali digunakan obat golongan kortikosteroid yang berfungsi sebagai anti peradangan, sehingga mengurangi bengkak pada jalan napas serta mengurangi produksi lendir pada saluran pernapasan.

Obat jenis lain yang juga kerap digunakan sebagai controller yaitu anti-kolinergik. Obat ini bekerja untuk mencegah otot mengencang pada saluran pernapasan.

  1. Reliever

Umumnya obat jenis ini bekerja dengan cepat dan harus segera diminum begitu gejala asma muncul. Sering kali, obat yang digunakan sebagai reliever adalah golongan bronkodilator. Obat ini berfungsi membantu relaksasi otot di seputar saluran pernapasan.

Dengan demikian, saluran pernapasan akan “terbuka”, sehingga penderita mudah untuk bernapas.

  1. Terapi tambahan untuk asma berat

Terapi ini disarankan bagi mereka yang memiliki gejala menetap walaupun sudah menjalani pengobatan yang maksimal. Umumnya obat yang digunakan adalah jenis controller dosis tinggi.

Dari ketiga jenis obat di atas, penggunaan obat yang diberikan bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung kondisi fisik dan tingkat keparahan asma penderita.

2 of 3

Teknik pengobatan asma bisa berbeda pada setiap orang

Pengobatan asma tidak akan sama bagi setiap orang. Bahkan saat ini terdapat lima langkah pengobatan asma yang dapat dilakukan.

Pengobatan bisa bervariasi, mulai dari penggunaan reliever apabila diperlukan saja, hingga pengobatan menggunakan controller dan reliever. Kelima langkah tersebut adalah:

  1. Penggunaan reliever (bronkodilator) apabila muncul gejala saja
  2. Penggunaan controller (kortikosteroid dosis rendah) + reliever
  3. Penggunaan controller (kombinasi kortikosteroid dosis rendah dan bronkodilator) + reliever
  4. Penggunaan controller (kombinasi kortikosteroid dosis menengah atau tinggi dan bronkodilator) + reliever
  5. Serupa seperti langkah 4, namun ditambahkan anti-kolinergik

Sangat penting bagi Anda untuk melakukan kontrol rutin setelah mendapatkan pengobatan asma, guna menentukan apakah gejala asma sudah terkontrol dengan baik atau belum.

Jika belum terkontrol, mungkin Anda memerlukan penambahan langkah pengobatan. Jika sudah terkontrol dengan baik selama 2-3 bulan, dapat dilakukan penurunan langkah pengobatan ke tahap yang lebih rendah.

Asma memang amat mengganggu penderitanya. Belum lagi, kondisi ini tak bisa disembuhkan. Namun, dengan menjalani pengobatan yang sesuai, kekambuhan asma masih bisa dicegah dan dikontrol. Sehingga, Anda yang memiliki penyakit ini masih dapat memiliki kualitas hidup yang baik.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓