5 Kiat Cegah Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

Oleh dr. Atika pada 01 May 2019, 09:30 WIB
Ibu hamil harus waspada atas kondisi bayi lahir dengan berat badan rendah. Temukan kiat-kiat pencegahannya di artikel berikut ini.
5 Kiat Cegah Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah (Sayanjo65/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Artis Nikita Mirzani hari Minggu (28/4) lalu melahirkan anak ketiganya lewat operasi caesar. Meski sehat, bayi laki-laki dengan berat 2,3 kilogram ini tergolong memiliki berat badan rendah.

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan istilah yang digunakan ketika bayi yang baru lahir memiliki berat badan kurang dari 2500 gram. Sementara, seharusnya berat badan bayi baru lahir yang normal adalah 2500-3500 gram.

Diperkirakan ada 20 juta anak di seluruh dunia yang lahir dengan berat badan rendah, dan 18 juta anak kemungkinan lahir di negara berkembang. Di negara maju seperti Amerika pun kondisi ini masih menjadi masalah yang sangat menyita perhatian.

Mengapa masalah ini membutuhkan perhatian khusus? Sebab, bayi yang lahir dengan berat badan rendah menghadapi banyak risiko gangguan kesehatan di masa depannya.

Penyebab bayi lahir dengan berat badan rendah

Hal pertama yang harus diketahui adalah penyebab bayi dapat lahir dengan berat badan rendah. Penyebab utama BBLR adalah kelahiran prematur (lahir sebelum 37 minggu kehamilan). Ketika anak lahir lebih cepat, menandakan janin kekurangan waktu dalam rahim ibunya untuk bertumbuh dan menambah berat badan. Apalagi, sebagian besar dari berat badan bayi diperoleh pada bagian akhir dari kehamilan.

Penyebab lain bayi lahir dengan berat badan rendah adalah hambatan pertumbuhan janin di dalam rahim (Intrauterine Growth Restriction/ IUGR). Pada kondisi ini terjadi gangguan pertumbuhan bayi didalam rahim, misalnya karena gangguan plasenta, serta adanya masalah kesehatan pada ibu atau bayi.

Faktanya, IUGR dapat terjadi sekalipun janin melewati masa kehamilan yang cukup/ aterm (antara 37 dan 41 minggu). Bayi yang mengalami IUGR namun aterm bisa memiliki fisik yang sempurna, namun lebih lemah.

Banyak sekali risiko kesehatan yang harus dihadapi oleh bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Beberapa di antaranya adalah:

  • Risiko kematian yang lebih tinggi dalam 4 minggu setelah kelahiran
  • Lebih mudah terserang penyakit, seperti infeksi saluran napas bagian bawah
  • Pertumbuhan tubuh yang terhambat
  • Gangguan perkembangan psikomotor dan kognitif
  • Gangguan perilaku
  • Pada masa dewasa, lebih rentan mengalami penyakit diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung koroner.
1 of 2

Bayi lahir dengan berat rendah bisa dicegah

Untuk itu, penting sekali agar setiap ibu hamil mewaspadai kondisi yang sangat tidak diharapkan ini. Kabar baiknya, kondisi ini dapat dicegah. Berikut adalah 5 kiat untuk mencegah terjadinya bayi lahir dengan berat badan rendah:

  1. Rencanakan kehamilan dengan matang

Secara fundamental, kehamilan yang sehat dimulai bahkan sebelum konsepsi (pembuahan). Rencanakanlah kehamilan dengan baik. Tidak hanya membuat Anda siap secara fisik, namun juga secara mental untuk menghadapi kehamilan. Persiapan fisik yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan ibu sebelum hamil.

Calon ibu harus menjalani pemeriksaan seputar adakah risiko kehamilan yang mungkin saja terjadi. Kemudian ibu harus memperoleh edukasi kesehatan yang mumpuni terkait kehamilan, termasuk mengenai BBLR.

Selain itu, perencanaan dikeluarga juga harus dimatangkan. Dukungan orang terdekat, terutama suami, sangat dibutuhkan. Pencernaan yang dibutuhkan tidak hanya seputar dukungan secara fisik, melainkan juga dalam hal emosional dan pembiayaan.                      

  1. Penuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil

Wanita yang sedang hamil membutuhkan asupan nutrisi dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan sebelum hamil. Ketika trimester kedua dan ketiga, ibu hamil perlu menambah asupan makanan sebanyak 300 kalori lebih banyak.

Tidak hanya mencukupkan kebutuhan makronutrien seperti karbohidrat, lemak, dan protein, ibu hamil juga perlu memastikan asupan mikronutriennya terjaga (sumber vitamin dan mineral). Keduanya bisa dipenuhi dengan mengonsumsi berbagai jenis sayur dan buah.

Dengan mencukupi kebutuhan nutrisi, risiko bayi lahir dengan berat badan yang rendah akan berkurang.

  1. Jalani pemeriksaan kehamilan dengan teratur

Pemeriksaan kesehatan kehamilan, yang disebut juga pemeriksaan antenatal, penting untuk dilakukan secara teratur. Dengan begitu, ketika ditemukan gangguan kesehatan ibu maupun janin maka akan ditangani dengan segera.

Pada pemeriksaan kehamilan juga akan diketahui apakah berat badan ibu dan janin meningkat seperti yang diharapkan. Untuk aspek berat badan ibu, bila pertambahannya sedikit – atau bahkan berkurang – maka menandakan asupan nutrisi ibu harus diperbaiki. Berat badan ibu sangat berkaitan dengan pertambahan berat janin.

  1. Hindari merokok, konsumsi alkohol, dan penggunaan obat terlarang

Ibu hamil harus menghindari rokok dan asap rokoknya (menghindarkan diri menjadi perokok pasif). Begitu pula terhadap alkohol dan obat terlarang. Sebab, ketiganya telah terbukti dapat berkontribusi terhadap terjadinya penghambatan pertumbuhan janin. Selain itu, ketiganya juga erat kaitannya dengan kecacatan janin.

  1. Hindari stres berlebihan

Kondisi psikis dan emosional yang tenang sangat mendukung kehamilan yang sehat. Kondisi stres berlebihan dapat memunculkan hormon stres yang bisa memberikan dampak pada tubuh ibu dan janin. Ibu hamil yang memiliki kondisi emosional yang stabil, tenang, dan tidak stres tentunya akan lebih mudah berpikir rasional dalam memenuhi kebutuhan tubuhnya selama hamil. Salah satunya, lebih sadar dan waspada akan kebutuhan makanan sehat selama menjalani kehamilan.

Demikianlah lima kiat untuk mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah. Mengingat BBLR memunculkan berbagai risiko kesehatan bahkan hingga masa depan anak, sudah sepantasnya kondisi ini diwaspadai. Selamat menjalani kehamilan yang sehat!

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓