Hentikan Kebiasaan Selingkuh dengan 6 Tips Ini!

Oleh Ruri Nurulia pada 01 May 2019, 14:00 WIB
Untuk si tukang selingkuh, bertobatlah. Anda bisa melakukan tips ini untuk menghentikan kebiasaan selingkuh—sekarang dan selamanya!
Hentikan Kebiasaan Selingkuh dengan 6 Tips Ini! (Roman Seliutin/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu kebiasaan yang dibenci – yaitu selingkuh – nyatanya mungkin lebih umum terjadi daripada yang Anda tahu. Menurut sebuah studi tahun 2015, 1 dari 5 orang mengaku pernah menyelingkuhi pasangannya.

Selingkuh tak cuma bisa berdampak buruk pada sebuah hubungan, tetapi juga kesehatan tubuh baik fisik dan mental. Untuk menghindarinya, untuk Anda si tukang selingkuh (termasuk yang ingin coba-coba), ada beberapa tips untuk menghentikan kebiasaan ini.

Menurut survei nasional yang dilakukan oleh American Association for Marriage and Family Therapy, disebutkan bahwa 15 persen wanita dan 25 persen pria yang sudah menikah pernah berselingkuh. Bagi tiap orang, definisi selingkuh memang dapat berbeda-beda.

Namun, dikatakan oleh dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, selingkuh sering kali didefinisikan mencakup perilaku yang menjurus ke arah seksual (baik disertai hubungan seks atau tidak), ponografi, menggoda orang lain yang bukan pasangannya, atau hubungan emosional dengan orang lain (dengan atau tanpa kontak seksual).

Dampak buruk selingkuh bagi kesehatan

Apa pun definisinya, perselingkuhan bisa menghancurkan perasaan seseorang (baik pelaku maupun korban). Tak hanya itu, selingkuh juga berdampak buruk bagi kesehatan, meliputi:

  • Stres psikis

Berdasarkan penelitian di Universitas Nevada, Amerika Serikat, pada 232 mahasiswa yang diselingkuhi selama 3 bulan terakhir, perselingkuhan dapat memengaruhi seseorang yang diselingkuhi secara mental maupun fisik. Ditemukan bahwa mereka yang diselingkuhi tak hanya mengalami stres psikis, tetapi juga kecenderungan untuk melakukan perilaku yang berisiko seperti penyalahgunaan alkohol, obat-obatan terlarang, berhubungan seks yang berisiko, gangguan pola makan (anoreksia, bulimia, atau makan berlebihan) atau olahraga berlebihan.

1 of 5

Selanjutnya

  • Gangguan cemas dan depresi

Sikap negatif (misalnya akibat disalahkan oleh pasangan, menyalahkan diri sendiri, rasa tidak percaya) dapat berujung pada stres yang bisa sebabkan gangguan cemas dan depresi.

Menurut studi yang dalam jurnal medis “Journal of Social and Personal Relationships”, wanita cenderung mengalami stres yang lebih berat saat diselingkuhi dibandingkan pria.

“Ketika Anda stres emosional mendadak (seperti saat memergoki pasangan selingkuh), ini dapat memicu atau meningkatkan risiko serangan jantung, aritmia, bahkan kematian mendadak,” jelas dr. Nadia.

Ditambahkannya, meski risiko-risiko tersebut lebih sering terjadi pada orang yang sebelumnya telah memiliki riwayat penyakit jantung, tetapi banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka memilikinya sampai terjadi stres mendadak.

  • Nyeri kepala kronis

Stres bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, dan jika terus terjadi dapat berdampak buruk pada tubuh. Menurut sebuah studi dalam jurnal “Annual Review of Psychology”, hampir 50 persen responden yang mengalami stres kronis (akibat sakit hati mendalam karena perselingkuhan) sering mengalami nyeri kepala kronis. Jika berlangsung terus-menerus, bisa terjadi depresi dan meningkatkan risiko penyakit jentung.

  • Gangguan tidur

Menurut survei yang dilakukan oleh American Psychological Association tahun 2012, saat Anda sakit hati karena pasangan selingkuh dan mengalami stres, 40 persen melaporkan cenderung alami gangguan tidur pada malam hari. Kalau kurang tidur, keesokan harinya Anda akan sulit fokus dalam bekerja atau beraktivitas, mudah lelah, dan kurang benergi.

“Tak hanya itu, stres kronis juga bisa sebabkan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes,” jelas dr. Nadia.

2 of 5

Tips hentikan kebiasaan selingkuh

Daripada menyesal di kemudian hari, baiknya segera hentikan kebiasaan selingkuh. Dilansir dari Mind Body Green, berikut ini tipsnya.

  1. Cari tahu apa yang Anda inginkan

Cari tahu apa penyebab Anda selingkuh—apakah Anda ingin bertahan dari hubungan yang tengah Anda jalani?

Jika Anda merasa Anda dan pasangan sudah tak lagi ideal atau sudah menjadi toksik bagi satu sama lain, Dr. Tammy Nelson, PhD, seksolog, terapis seks, serta terapis hubungan asal Amerika Serikat menyarankan Anda untuk jujur saja dengan pasangan. Beri tahu bahwa Anda tak ingin lagi mempertahankan hubungan tersebut.

Dr. Tammy juga mengatakan, kadang orang memanfaatkan perselingkuhan sebagai cara pasif agresif agar pasanganlah yang memutuskan hubungan. “Menggunakan alasan tersebut untuk mengakhiri hubungan tak hanya berarti Anda tak jujur dengan pasangan, tetapi juga dengan diri sendiri,” kata Dr. Tammy.

Dalam jangka panjang, Anda harus belajar bertanggung jawab atas tindakan, emosi, dan kebutuhan jika Anda ingin memiliki hubungan yang sukses dan bahagia.

  1. Tak selamanya selingkuh itu buruk

Mungkin Anda geram saat membaca poin ini. Sebelum menghakimi, Dr. Tammy mengatakan bahwa pelaku perselingkuhan tak selalu menginginkan pasangan lain, tetapi mereka ingin menjadi orang lain.

“Umumnya, pelaku lebih menyukai diri mereka saat sedang bersama dengan pasangan selingkuh. Mereka berusaha untuk mencari bagian yang hilang dalam diri mereka, bagian dari identitas mereka, bagian dari diri yang tak bisa mereka rasakan di rumah bersama pasangan.

Bahkan, Dr. Tammy juga mengungkap, perselingkuhan dapat memperbaiki hubungan dengan pasangan.

“Mungkin ini karena adanya perselingkuhan memaksa Anda dan pasangan untuk bicara jujur dari hati ke hati mengenai apa yang diinginkan, dan ingin dibawa ke mana hubungan ini dalam jangka panjang,” ungkapnya.

3 of 5

Selanjutnya

  1. Stop pakai aplikasi yang berpotensi memunculkan perselingkuhan

Kadang perselingkuhan bisa dimulai saat Anda sedang memelototi layar smartphone, bersebelahan dengan pasangan. Baiknya, hapus berbagai aplikasi yang berpotensi memunculkan perselingkuhan, misalnya aplikasi kencan atau media sosial lainnya.

Lebih baik lakukan hobi yang lebih berguna. Selingkuh memang bisa mengasyikkan, tetapi menyimpan rahasia seperti itu bisa memunculkan perasaan buruk tentang diri Anda sendiri, begitu juga potensi berusak fondasi hubungan dan dapat menyakiti perasaan pasangan.

  1. Sudahi perselingkuhan yang Anda jalani

Segera sudahi hubungan Anda dengan pria atau wanita lain dengan benar. Ucapkan terima kasih dan minta maaf jika Anda menyakiti perasaannya. Beri tahu bahwa Anda menghargai waktu yang Anda habiskan bersama, dan jujurlah bahwa Anda ingin memperbaiki hubungan dengan pasangan dengan benar - bukan dengan berselingkuh.

Setelah itu, ubah perilaku Anda. Jangan lagi mengirim pesan, menelepon, atau main mata saat tak sengaja bertemu. Beri dirinya dan diri Anda ruang untuk bisa saling melupakan dan melanjutkan hidup masing-masing.

4 of 5

Selanjutnya(2)

  1. Perbanyak komunikasi dengan pasangan

Ini merupakan langkah paling penting. Katakan kepada pasangan apa yang Anda rasakan dan apa yang Anda inginkan dari hubungan berkomitmen yang Anda punya. Banyak hubungan yang gagal karena kedua pasangan lebih suka menghindari konflik akibat membicarakan topik sensitif.

“Terapkan empati antisipatif. Biarkan pasangan tahu bahwa Anda juga dapat membayangkan atau merasakan perasaan mereka,” kata Dr. Tammmy. “Hanya dengan menunjukkan empati dan memvalidasi perasaan mereka, ini bisa membantu proses pemulihan pasca perselingkuhan,” lanjutnya.

  1. Ajak pasangan menemui psikolog atau konselor pernikahan

Sesi ini bisa membantu Anda pasangan untuk memperbaiki hubungan dan apa saja langkah-langkah untuk mewujudkannya. Proses pemulihan hubungan pasca perselingkungan bisa terdiri dari beberapa fase. Tahap awalnya adalah krisis, ketika Anda berdua ragu bisa terus bersama. Namun, jika Anda ingin mengusahakannya, terapi bisa membantu.

Terapis dapat membawa Anda pada percakapan yang lebih dalam mengenai masa depan Anda dan pasangan, bisa membantu mengungkap bagaimana dan mengapa perselingkuhan bisa sampai terjadi, serta mungkin solusinya.

Itulah beberapa tips untuk membantu menghentikan kebiasaan selingkuh. Jika alasan Anda selingkuh karena merasa hubungan Anda dan pasangan tak lagi layak untuk dipertahankan, baiknya jujur dan bicarakan baik-baik. Jika Anda dan pasangan masih ingin bertahan, carilah bantuan misalnya dengan melibatkan psikolog atau konselor pernikahan sebagai upaya untuk memperbaiki hubungan Anda.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓