Tips Menambah Berat Badan Selama Kehamilan

Oleh dr. Andika Widyatama pada 02 May 2019, 10:00 WIB
Pada umumnya, berat badan wanita saat hamil pasti naik. Namun jika Anda ingin menambah berat badan selama kehamilan, ini tipsnya.
Tips Menambah Berat Badan Selama Kehamilan (Dean Drobot/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian lebih dari ibu hamil, salah satunya adalah menambah berat badan selama kehamilan. Penambahan berat badan ini berpengaruh terhadap kesehatan baik untuk ibu hamil maupun janin. Bertambahnya berat badan secara tidak ideal bisa berpotensi menimbulkan masalah kesehatan saat hamil maupun setelahnya.

Misalnya saja, penambahan berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes dan hipertensi pada ibu hamil. Tak hanya itu, berat badan yang kurang juga berisiko, yaitu dapat menyebabkan bayi lahir dengan ukuran terlalu kecil. Nantinya, bayi tersebut akan cenderung mengalami kesulitan dalam proses menyusui serta lebih berisiko mengalami hambatan dalam perkembangannya.

Bukan hanya oleh karena adanya janin dalam kandungan, penambahan berat badan selama kehamilan dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi pada beberapa jaringan tubuh. Di antaranya plasenta, cairan ketuban, darah, dan rahim. Selain itu, simpanan lemak, protein, dan nutrisi lainnya juga berkontribusi pada penambahan berat badan ibu hamil. Semua hal tersebut berperan dalam proses kehamilan.

Penambahan berat badan selama kehamilan yang dianjurkan

Indeks massa tubuh (IMT atau BMI) sebelum wanita hamil perannya penting dalam penentuan jumlah berat badan yang harus ditambah selama kehamilan. IMT berguna untuk mencegah kemungkinan penambahan berat badan pada ibu hamil yang berlebihan atau justru kurang. Adapun penambahan berat badan selama kehamilan yang dianjurkan sesuai IMT adalah sebagai berikut:

IMT sebelum hamil                       

Penambahan berat badan

<18,5 (underweight)

13-18 kg

18,5-24,9 (normal weight)

11,5-16 kg

25-29,9 (overweight)

7-11,5 kg

>30 (obese)

5-9 kg

Jika tabel di atas berlaku pada kehamilan dengan janin tunggal, maka terdapat pula acuan penambahan berat badan pada kehamilan dengan janin ganda (kembar).

Jika hamilan kembar jumlahnya tentu lebih besar. Pada kehamilan kembar dengan IMT sebelum hamil normal, kenaikan berat badan dianjurkan sekitar 16,5-24,5 kg. Lalu, pada IMT overweight, ibu hamil dianjurkan menambah berat badan 14,5-22,5 kg, dan pada IMT obese sebaiknya menambahkan berat badan antara 11-19 kg selama kehamilan.

1 of 3

Tips menambah berat badan secara sehat

Adapun beberapa tips yang perlu diperhatikan supaya penambahan berat badan selama kehamilan membawa manfaat sehat antara lain:

  • Asupan gizi seimbang

Ibu hamil sudah seharusnya mengonsumsi asupan yang bergizi seimbang. Tidak hanya untuk ibu hamil sendiri, setiap asupan yang masuk ke dalam tubuh tentu akan sangat berpengaruh terhadap janin dalam kandungan demi pertumbuhan dan perkembangannya. Beberapa asupan gizi yang diperlukan selama kehamilan antara lain karbohidrat, protein, buah, sayur, asam folat, kalsium, zat besi, asam lemak omega-3, serta susu dan produk olahannya.

  • Ketahui kebutuhan kalori

Pada setiap trimester, kebutuhan kalori harian ibu hamil berbeda-beda. Selama trimester pertama, ibu hamil tidak membutuhkan kalori tambahan. Pada trimester kedua, dibutuhkan tambahan 300 kalori per hari, sedangkan pada trimester ketiga butuh 500 kalori per hari saat trimester 3. Pastikan Anda tidak makan melebihi batasan asupan kalori yang dianjurkan.

  • Batasi asupan garam dan lemak padat

Ibu hamil sebaiknya menghindari asupan garam dan lemak padat secara berlebihan. Garam dan lemak padat berpotensi menimbulkan beberapa masalah selama kehamilan, di antaranya obesitas. Beberapa makanan dan minuman yang termasuk di dalamnya antara lain makanan yang digoreng, daging berlemak, whole milk atau susu full-cream, dan soft drink.

  • Tingkatkan frekuensi makan

Makanlah dengan frekuensi yang lebih sering dan porsi kecil selama kehamilan. Selama kehamilan, terdapat beberapa keluhan yang sering muncul, yaitu mual, nyeri perut, hingga begah. Makan sebanyak 5-6 porsi kecil dapat menyiasati keluhan tersebut, dan Anda tetap bisa memperoleh asupan yang dibutuhkan.

Selain itu, pastikan Anda makan secara yang teratur. Bila perlu, bawa makanan kecil ketika berpergian. Dengan begitu, Anda bisa makan tepat waktu dan menghindari kemungkinan makan secara berlebihan.

2 of 3

Selanjutnya

  • Variasikan bentuk sajian

Ini penting untuk menghindari kebosanan untuk makan selama hamil. Misalnya saja, Anda bisa mengonsumsi jus buah, smoothies, atau scrambled egg dicampur roti bakar.

  • Ukur berat badan

Selama kehamilan, Anda dianjurkan untuk melakukan penimbangan berat badan secara teratur. Dengan begitu, Anda bisa memantau penambahan berat badan apakah sudah sesuai target atau belum.

  • Olahraga rutin

Wanita hamil perlu berolahraga secara rutin. Olahraga dapat membantu mengeluarkan kelebihan kalori pada tubuh ibu hamil. Dalam seminggu, lakukan olahraga aerobik minimal selama total 150 menit dengan intensitas sedang, misalnya jalan cepat atau berenang. Anda bisa membagi durasi olahraga ke dalam beberapa waktu. Jika ada hambatan selama berolahraga, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Dengan mengetahui panduan dan tips menambah berat badan selama kehamilan, diharapkan ibu hamil bisa terus sehat, begitu juga dengan janin dalam kandungan. Jika masih ada kesulitan untuk mencapai target penambahan berat badan, sebaiknya segera rencanakan program diet Anda dengan dokter. Jangan tunggu sampai penambahan berat badan yang dialami malah membahayakan kondisi kehamilan Anda.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓