Tya Ariestya Melahirkan Lewat Operasi Caesar

Oleh Ayu Maharani pada 03 May 2019, 11:00 WIB
Setelah melewati proses bayi tabung yang cukup rumit, akhirnya Tya Ariestya melahirkan anak keduanya lewat operasi caesar.
Tya Ariestya Melahirkan Lewat Operasi Caesar (Foto: @tya_ariestya/Instagram)

Klikdokter.com, Jakarta Kabar gembira datang dari artis dan presenter Tya Ariestya. Ibu satu anak ini pada Selasa (30/4) lalu melahirkan anak keduanya – seorang bayi laki-laki – lewat operasi caesar.

Selama ini Tya cukup dikenal sebagai artis dan ibu yang memopulerkan metode bayi tabung ke khalayak. Tya berhasil membuka sudut pandang orang tua muda yang kesulitan dalam memperoleh buah hati karena kondisi medis tertentu untuk berjuang melalui metode tersebut.

Meski pernah gagal, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi wanita kelahiran 30 Maret tersebut untuk memberikan adik bagi Kanaka (putera pertamanya). Setelah melewati operasi caesar, Tya pun berhasil melahirkan anak keduanya yang diberi nama Kalundra, lewat operasi caesar.

Alasan memilih operasi caesar

Menurut dr.Andika Widyatama dari KlikDokter, secara medis operasi caesar bertujuan untuk menangani kegawatan pada kehamilan. Tujuan lainnya juga untuk mencegah kondisi gawat darurat dalam kehamilan demi kebaikan ibu hamil dan janin.

Operasi caesar dipilih Tya dan suaminya, Irfan Ratinggang, karena proses pembukaan tidak berjalan lancar. Untungnya setelah melewati operasi, bayi dengan berat 3,5 kilogram dan panjang 50 sentimeter itu terlahir dengan kondisi yang sehat sempurna.

Seperti yang dijelaskan oleh dr. Andika, operasi caesar seperti yang dialami Tya memang kerap dipilih bila ada kondisi medis tertentu yang dapat membahayakan ibu dan bayi. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa melahirkan lewat operasi caesar bukanlah proses melahirkan yang sesungguhnya. Sehingga, mereka sering diremehkan karena tidak melalui masa-masa hidup dan mati. Belum lagi ada yang mengatakan bahwa operasi caesar akan mengurangi ikatan bayi dan ibunya.

1 of 2

Mitos seputar melahirkan lewat operasi caesar

Intinya, cukup banyak mitos terkait operasi caesar yang selama ini beredar di tengah masyarakat. Agar Anda tidak tertipu dan menyepelekan proses melahirkan melalui operasi caesar, dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter akan membeberkan sejumlah mitos terkait hal tersebut yang sebaiknya tidak Anda percayai lagi. Adapun mitos yang dimaksud adalah:

  • Mitos 1: Operasi caesar bikin ikatan batin ibu dan bayi berkurang

Ikatan batin ibu dengan bayi sesungguhnya sudah dimulai sejak masa kehamilan dan tidak akan dipengaruhi oleh metode kelahiran yang dijalani. Lagi pula, sebagian besar fasilitas kesehatan mendorong Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang memungkinkan bayi diberikan ASI segera setelah lahir. Bayi akan dibaringkan d atas dada ibu dan dibiarkan mencari sendiri puting susu ibu. Saat itulah, dia akan merasakan skin to skin contact yang memperkuat ikatan batin antara ibu dan bayu.

  • Mitos 2: Operasi caesar bikin Anda gagal jadi ibu sejati

Tidak benar bila wanita yang melahirkan normal dianggap lebih “hebat” daripada yang melahirkan lewat operasi caesar. Ibu yang melahirkan secara caesar telah mengandung janin selama kurang lebih 40 minggu dan melalui operasi yang berisiko untuk mengeluarkan bayi.

“Setelahnya pun Anda mesti memberikan jiwa raga untuk memelihara dan memenuhi kebutuhan bayi sembari memulihkan diri dari operasi.” jelas dr. Fiona.

  • Mitos 3: Menyusui jadi lebih sulit jika melahirkan secara caesar

Cara melahirkan tidak memengaruhi kemampuan seorang ibu untuk menyusui. Seorang ibu pasti mampu menyusui bayinya, kecuali ada kondisi-kondisi yang membuatnya tidak bisa menyusui. Pada ibu yang melahirkan secara caesar, keluarnya ASI memang cenderung lebih lambat daripada yang melahirkan normal. Dan biasanya, ASI akan lancar setelah hari keempat pasca operasi.

  • Mitos 4: Tidak bisa melahirkan normal jika sebelumnya melahirkan caesar

Melahirkan caesar bukan berarti Anda tidak bisa melahirkan normal pada kehamilan berikutnya. Bila Anda ingin melahirkan normal pasca operasi, Anda akan menjalani percobaan melahirkan yang disebut dengan trial of labor after caesarean (TOLAC). Percobaan ini akan menentukan apakah aman bagi Anda untuk melahirkan secara normal.

Melahirkan lewat operasi caesar biasanya ditempuh atas alasan-alasan medis tertentu. Jadi, jika Anda terpaksa menjalaninya, Anda tidak perlu memusingkan soal mitos-mitos yang menyertainya.

Setiap ibu memiliki hak untuk melahirkan secara normal atau secara caesar seperti yang dilakukan oleh Tya Ariestya. Lagi pula, biasanya dua metode tersebut sangat erat kaitannya dengan kesehatan si ibu serta kondisi bayi dalam kandungannya, sehingga sangat tidak bijak rasanya bila Anda menyepelekan proses operasi caesar. Sebab, bagaimanapun proses melahirkannya, yang terpenting adalah ibu sehat dan bayi lahir dengan selamat.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓