Kenali Kista Bartholin dan Pengobatannya

Oleh Ayu Maharani pada 03 May 2019, 15:00 WIB
Meski nama kista Bartholin masih asing, tetapi kista jenis ini kerap dijumpai di bibir vagina. Coba kenali penyebab dan penanganannya.
Kenali Kista Bartholin dan Pengobatannya (Ocskaymark/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda mendengar istilah kista Bartholin? Biasanya, sebagian besar wanita hanya tahu “kista” saja tanpa embel-embel nama. Oleh sebab itu, tak ada salahnya Anda sebagai kaum hawa mengetahui lebih lanjut apa itu kista Bartholin.

Kista Bartholin merupakan kantung berisi cairan jernih yang terbentuk akibat tersumbatnya kelenjar Bartholin. Kelenjar Bartholin itu sendiri terletak di bibir vagina atau labia.

Fungsi dari kelenjar Bartholin adalah menghasilkan cairan yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya iritasi akibat gesekan saat berhubungan intim. Nah, apabila kelenjar tersebut tersumbat, cairan akan menumpuk dan memicu terjadinya kista.

Kista jenis ini dapat menyerang wanita dari kalangan usia mana pun. Tapi biasanya, wanita dengan usia 20-30 tahunlah yang paling berisiko untuk terkena kista berukuran kecil ini.

Penyebab munculnya kista Bartholin

Salah satu penyebab kista Bartholin adalah infeksi di daerah kelamin. Meski tak selalu disebabkan oleh penyakit menular seksual dan bisa dipicu oleh infeksi bakteri lain, tetapi penyebab paling sering dari penyakit ini adalah infeksi gonore. Sehingga, dapat dikatakan bahwa wanita yang memiliki kista Bartholin biasanya sudah aktif secara seksual meskipun belum pernah hamil. 

Menurut dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc, dari KlikDokter, ukuran kista ini bervariasi. Ukurannya dari sebesar kacang hijau hingga sebesar kelereng, dan biasanya membesar secara perlahan.

“Nah, bila saluran atau kelenjar Bartholin terinfeksi, kondisi ini disebut dengan abses kelenjar Bartholin.” jelas dr. Nitish. Selain itu, kista ini juga bisa membesar mendekati waktu haid atau setelah berhubungan seksual.

1 of 2

Gejala kista Bartholin yang perlu Anda tahu

Tak semua kasus kista Bartholin menimbulkan gejala. Apalagi jika ukuran kistanya kecil, biasanya orang yang bersangkutan tidak merasakan keluhan apa pun. Tapi, dr. Nitish mengatakan, bila kista membesar dan terinfeksi, ada sejumlah gejala yang biasanya dirasakan oleh penderitanya, antara lain:

  • Nyeri yang semakin memburuk sehingga membuat Anda sulit berjalan, duduk, ataupun bergerak
  • Demam serta menggigil
  • Area vulva membengkak
  • Keluar cairan atau nanah dari kista

Lalu, bagaimana jika kista tersebut berukuran sedang atau cenderung besar, tetapi tidak terinfeksi, apakah tidak ada gejalanya juga? Jika kondisinya seperti itu ada beberapa gejala yang ditimbulkan, antara lain:

  • Benjolan tanpa nyeri di area vulva.
  • Kemerahan atau bengkak di area vulva.
  • Rasa tidak nyaman atau mengganjal ketika berjalan, duduk, atau berhubungan seks

Cara mengobati kista Bartholin?

Cara mengobati kista Bartholin bergantung pada ukurannya. Jika kista tersebut sangat kecil dan sama sekali tidak menimbulkan keluhan, maka tidak perlu dilakukan tindakan medis apa pun.

Sebaliknya, bila ukuran kista cukup besar hingga membuat penderitanya tidak nyaman, pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi obat anti-nyeri dan mengompres kista dengan air hangat. Kedua hal tersebut akan meredakan rasa nyeri.

Tindakan medis lanjutan untuk menghilangkan kista adalah dengan memasukkan selang kateter kecil ke dalam kista selama 2-4 minggu. Hal itu dilakukan agar cairan dalam kista bisa dikeluarkan semuanya.

Usai melakukan tindakan itu, tetapi kista masih tetap ada, dokter akan melakukan tindakan marsupialisasi. Metode ini dilakukan dengan menyayat kista agar cairan di dalamnya bisa keluar. Bahkan, dokter juga bisa melakukan tindakan aspirasi jarum guna menyedot cairan.

Apabila semua cara tersebut sudah dilakukan, tetapi kista masih sulit dihilangkan. Dokter akan mempertimbangkan operasi pengangkatan kelenjar Bartholin. Satu hal yang perlu diingat, bila kista tersebut disebabkan oleh infeksi, pengobatan infeksi pun harus dilakukan hingga tuntas.

Itulah penjelasan mengenai penyebab, gejala, dan pengobatan kista Bartholin. Jika Anda ingin terhindar dari penyakit ini, ada satu upaya utama yang bisa Anda lakukan, yaitu proteksi diri dari infeksi menular seksual dengan cara tidak berganti-ganti pasangan dan hindari perilaku seksual berisiko. Dengan begitu, Anda bisa menurunkan risiko untuk terkena kista Bartholin.

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓