Bersiap Puasa Ramadan, Perlukah Medical Check Up?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 03 May 2019, 17:00 WIB
Bulan puasa Ramadan segera menjelang. Akan tetapi, perlukah medical check up sebelum menjalankan ibadah puasa?
Bersiap Puasa Ramadan, Perlukah Medical Check Up? (Africa-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Umat muslim akan menyambut bulan Ramadan yang akan datang tidak lama lagi. Itu tandanya umat muslim akan menjalankan ibadah puasa Ramadan. Akan tetapi, perlukah medical check up untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda sebelum menjalani puasa?

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, puasa pada dasarnya sangat bermanfaat bagi tubuh. Paling kentara adalah puasa sangat bermanfaat dalam hal pengurangan asupan kalori dan bisa menurunkan berat badan.

Namun, memang ada beberapa orang yang perlu memerhatikan kondisi secara khusus ketika ingin menjalani puasa. Misalnya, ibu hamil dan orang yang sedang menjalani pengobatan akibat sakit.

Tapi, perlukah medical check up sebelum puasa?

Menurut dr. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter, orang yang sehat sebenarnya tidak perlu medical check up. Hanya saja, dokter yang akrab disapa dr. Deri ini menegaskan memang ada beberapa kondisi kesehatan yang memerlukan cek kesehatan sebelum menjalankan ibadah puasa.

"Untuk orang-orang yang sehat atau normal, tidak perlu check up sama sekali. Sementara, orang-orang yang butuh medical check up biasanya yang bermasalah dengan hipertensi (darah tinggi), gula darah, dan jantung," ujar dr. Dejandra.

"Itu karena mereka biasanya harus menjaga sekali pola makan. Orang-orang dengan ketiga kondisi tersebut memang harus cek dulu, tubuhnya siap untuk berpuasa atau tidak," tegas dr. Dejandra.

Di sisi lain, selalu menjadi pertanyaan dari tahun ke tahun adalah apakah boleh ibu hamil menjalankan ibadah puasa Ramadan. Untuk hal ini, dr. Dejandra menyebut sebaiknya itu dikonsultasikan dengan dokter kandungan. Ini karena menyangkut kebutuhan nutrisi untuk si janin.

"Sementara itu, kalau untuk ibu hamil, sebenarnya mereka kan tetap butuh nutrisi supaya janin berkembang dengan baik. Kalau mau puasa, tidak perlu medical check up, lebih baik konsultasi saja dengan dokter kandungannya," sambung dr. Dejandra.

Hal ini juga diamini oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter. Akan tetapi, ia menjelaskan bahwa ibu hamil yang berpuasa akan lebih aman jika sang ibu dalam keadaan sehat, kuat, dan tidak ada masalah dalam kehamilan.

"Lakukan cek kesehatan secara umum dan kemungkinan komplikasi saat puasa seperti anemia dan diabetes gestasional. Diabetes gestational adalah tipe diabetes yang berkembang selama kehamilan. Karena itu, sebaiknya lakukan kontrol kehamilan lebih sering saat menjalani puasa untuk memastikan kadar gula darah. Wanita hamil dengan diabetes tidak disarankan berpuasa," ujar dr. Sepriani Timurtini.

Hal yang dapat dilakukan wanita hamil saat berpuasa

Beberapa hal yang dapat dilakukan wanita hamil saat berpuasa agar kehamilan tetap aman antara lain:

  1. Minum air yang cukup. Asupan cairan yang disarankan adalah 1,5-2 liter sehari.
  2. Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang saat sahur dan buka puasa. Pilih makanan yang melepaskan energi secara perlahan.
  3. Karbohidrat kompleks, seperti gandum dan biji-bijian, dan makanan berserat tinggi seperti sayur dan buah-buahan kering dapat membantu sang ibu bertahan menjalani puasa dan mencegah konstipasi (sembelit). Asupan protein dari kacang-kacangan, daging, dan telur juga penting.
  4. Istirahat yang cukup dan kerjakan tugas saat sebelum berpuasa atau sesudah berbuka puasa.

Sebaiknya, segera berkonsultasi pada dokter kandungan bila berat badan turun atau kurang. Begitu juga bila Anda mual, muntah, pusing, lemas, pandangan gelap, gerakan janin berkurang, atau mengalami kontraksi rahim.

Jadi, beberapa kondisi memang mengharuskan medical check up sebelum menjalankan puasa Ramadan. Tetapi, bagi orang yang sehat tidak perlu. Di sisi lain, ibu hamil perlu mendapat perhatian lebih serius dan berkonsultasi dengan dokter kandungan terkait beberapa hal.

[MS/ RVS]