Sering Batuk Kering, Kapan Harus Khawatir?

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 04 May 2019, 11:00 WIB
Batuk kering adalah salah satu gangguan pada tenggorokan yang menjengkelkan. Namun, jika sering terjadi, haruskah Anda khawatir?
Sering Batuk Kering, Kapan Harus Khawatir? (Pormezz/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Batuk kering menjadi salah satu hal yang menjengkelkan apabila terjadi secara terus-menerus. Selain menyakitkan, batuk kering juga dapat membuat Anda kesulitan menelan. Apakah kondisi ini harus membuat khawatir, terlebih bila terjadi pada waktu yang lama?

Batuk sebagai mekanisme pertahanan tubuh

Batuk adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh dalam merespons bahan-bahan iritan atau benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Meskipun normal, batuk dapat berubah menjadi hal yang menjengkelkan karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Secara garis besar, batuk terbagi menjadi dua, yaitu batuk yang disertai dengan dahak dan batuk tanpa dahak. Batuk jenis kedua itu sering disebut dengan batuk kering.

Dibandingkan dengan laki-laki, perempuan lebih rentan mengalami batuk. Hal ini terjadi karena pada perempuan memiliki refleks batuk yang lebih sensitif dibandingkan laki-laki. Berdasarkan pembagian waktunya, batuk diklasifikasikan menjadi batuk akut (< 3 minggu), sub akut (3-8minggu), dan kronik (>8minggu). 

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya batuk, terutama batuk kering, yaitu faktor lingkungan dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan seperti banyak asap kendaraan, asap rokok, hingga polutan tempat bekerja. Adapun faktor internal berasal dari tubuh orang tersebut, misalnya memiliki suatu penyakit tertentu dan penggunaan obat–obatan tertentu.

Batuk kering yang tidak ditangani dapat menimbulkan keluhan, seperti rasa perih pada tenggorokan. Tak jarang, batuk kering bisa mengiritasi saluran pernapasan sehingga muncul darah saat tak sengaja membuang air liur.

1 of 2

Penyebab batuk lama dan berulang

Batuk dapat terjadi dalam jangka waktu yang lama dan sering berulang. Hal ini bisa disebabkan adanya masalah pada saluran pernapasan, termasuk organ pernapasan maupun di luar saluran pernapasan.

Pada orang dewasa, penggunaan obat-obatan antihipertensi golongan ACE-I dapat menjadi salah satu penyebab tersering seseorang mengalami batuk kering. Selain obat ACE-I, masalah gastroesophageal reflux disease (GERD) dan infeksi saluran pernapasan atas menjadi penyakit tersering yang menyebabkan keluhan batuk kering.

Infeksi pada paru-paru seperti bronkitis, asma, dan rhinitis alergi maupun vasomotor dapat menjadi salah satu penyebab Anda sering mengalami batuk yang berkepanjangan. Selain itu, sindrom post nasal drip juga sering menjadi penyebab seseorang mengalami batuk yang berkepanjangan.

Sindrom ini berhubungan dengan keluhan common cold atau flu sebelumnya. Pada orang dewasa, produksi lendir di hidung normalnya sekitar 20-30 ml dan akan refleks untuk dikeluarkan atau tertelan bersamaan dengan air liur. Namun, akibat adanya infeksi akut sebelumnya, peradangan pada saluran napas dan reseptor batuk dapat terjadi, sehingga produksi lendir akan semakin banyak dan dapat menyebabkan keluhan rasa gatal di sekitar hidung hingga tenggorokan.

Kapan harus ke dokter?

Apabila Anda sering mengalami batuk kering, Anda perlu mewaspadai beberapa red flags di bawah ini, antara lain:

  1. Batuk lama lebih dari 8 minggu
  2. Batuk disertai dengan perubahan suara
  3. Batuk disertai dengan sesak napas dan nyeri dada, bahkan ada periode henti nafas saat batuk
  4. Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
  5. Ada gejala sistemik yang menyertai seperti demam, kehilangan nafsu makan

Jika Anda merasakan salah satu tanda red flags tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam atau spesialis paru. Pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen dada maupun tes spirometri (tes untuk mengevaluasi fungsi paru-paru) mungkin diperlukan untuk membantu menegakkan diagnosis.

Batuk, termasuk batuk kering, pada dasarnya adalah mekanisme alami pertahanan tubuh. Akan tetapi, bila sudah terlalu lama dan sering berulang, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter. Untuk mencegah batuk semakin parah, sebaiknya Anda hindar lingkungan yang penuhpolusi atau asap rokok, selalu memakai masker saat berada di tempat umum, serta rajin berolahraga agar kesehatan paru-paru tetap terjaga.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓