5 Tips Persiapan Puasa Ramadan untuk Penderita Diabetes

Oleh Ayu Maharani pada 04 May 2019, 15:00 WIB
Ingin puasa Ramadan tetap lancar meski mengidap diabetes? Ini tips yang bisa Anda coba untuk diterapkan.
5 Tips Persiapan Puasa Ramadan untuk Penderita Diabetes (Didesign021/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Selain orang yang memiliki penyakit lambung, berpuasa juga menjadi tantangan tersendiri bagi penderita diabetes. Pasalnya, masalah gula darah yang dialami penderita diabetes bisa saja bergejolak di tengah-tengah waktu puasa ataupun saat berbuka. Lantas, adakah cara agar penderita diabetes tetap bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan lancar?

Ada! Penderita diabetes tetap bisa berpuasa sebagaimana mestinya, asalkan menerapkan tips yang tepat, seperti yang disarankan oleh dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter berikut ini:

  1. Pantau kadar gula darah secara rutin

Penderita diabetes memang mesti “agak repot” jika ingin puasa berjalan dengan lancar dan kondisi tubuh tidak drop. Saat berpuasa, penderita diabetes disarankan untuk melakukan pengecekan gula darah beberapa kali dalam sehari, khususnya jika Anda menggunakan terapi insulin.

Semua penderita diabetes mellitus mesti paham bahwa mereka harus segera minum atau makan jika hipoglikemia terjadi. Ini adalah kondisi saat kadar gula darah di bawah 60 mg/dL.

  1. Perhatikan kebutuhan gizi di waktu tertentu

Penderita diabetes mesti minum air putih lebih banyak saat waktu buka puasa tiba. Namun, hindari minuman yang terlalu manis, seperti beragam jenis es yang biasanya hadir di meja makan saat bedug magrib tiba.

“Selain itu hindari juga mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi dan berlemak secara berlebihan saat berbuka puasa. Itu karena proses pencernaan dan penyerapan makanan lebih lambat selama berpuasa,” jelas dr. Vita.

Anda tak mesti menghindari karbohidrat, melainkan membatasinya. Dengan kata lain, Anda diperbolehkan mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti nasi, mi, dan lainnya saat waktu berbuka tiba asalkan dalam batas yang normal. Sementara untuk sahur, Anda sebaiknya mengonsumsi jenis karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan roti gandum. Ingat, makan sahur sebaiknya dilakukan sedekat mungkin dengan waktu imsak.

  1. Hindari melakukan aktivitas fisik berlebihan

Aktivitas fisik normal sebaiknya tetap dilakukan saat berpuasa. Namun, saat ada orang yang mengajak Anda untuk berolahraga berat sebelum berbuka puasa, sebaiknya tahan diri untuk mengatakan “ya”. Sebab, hal tersebut hanya akan meningkatkan risiko hipoglikemia.

  1. Berhenti puasa jika mengalami kondisi ini

Bila kadar gula darah Anda kurang dari 70 mg/dL di beberapa jam setelah puasa dimulai, terutama jika insulin digunakan saat sahur, sebaiknya segera batalkan puasa saat itu juga. Hal ini juga berlaku saat kadar gula darah melebihi 300 mg/dL. Batalkan puasa Anda sebelum kondisi tubuh semakin buruk, dan periksakan diri ke dokter terdekat.

  1. Periksakan ke dokter sebelum memasuki bulan puasa

Jika ingin ibadah puasa Anda terbebas dari gangguan, lakukan pemeriksaan medis 1–2 bulan sebelum Ramadan tiba. Adapun pemeriksaan kesehatan yang bisa Anda lakukan, yaitu cek gula darah, tekanan darah, serta profil lipid.

Lalu, jangan lupa, konsultasikan dengan dokter mengenai tanda-tanda hipoglikemia, hiperglikemia, pemonitoran gula darah, dan apa saja obat-obatan yang perlu dikonsumsi untuk menunjang aktivitas puasa atau apabila terjadi komplikasi.

Penderita diabetes memang memiliki kondisi tertentu yang mengharuskannya untuk tidak puasa. Jadi, pahamilah kondisi tersebut sebaik mungkin. Namun, jika Anda sudah mengantongi izin dari dokter dan keadaan fisik memang memungkinkan, cobalah untuk berpuasa dengan menerapkan tips di atas secara konsisten. Dengan begitu, diharapkan ibadah puasa Ramadan yang Anda jalankan berlangsung dengan lancar tanpa hadirnya segala masalah kesehatan.

(NB/ RVS)