Biskuit Merangsang Pertumbuhan Gigi Anak?

Oleh drg. Callista Argentina pada 05 May 2019, 12:35 WIB
Untuk merangsang pertumbuhan gigi, biskuit bayi kerap digunakan untuk merangsang munculnya gigi baru. Benarkah?
Biskuit Merangsang Pertumbuhan Gigi Anak? (Iren_Geo/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pertumbuhan gigi termasuk salah satu masa yang cukup melelahkan, baik bagi anak maupun ibu. Para ibu harus memiliki cukup informasi agar dapat menghadapi masa ini dengan tenang tanpa menimbulkan beban baru. Terlebih lagi bila anak Anda memiliki keterlambatan dalam tumbuh gigi. Pada anak yang memiliki keterlambatan tumbuh gigi, biskuit bayi kerap digunakan untuk merangsang munculnya gigi baru. Namun, apakah hal ini efektif dilakukan?

Masa pertumbuhan gigi

Dengan mudahnya akses informasi sekarang ini, para ibu kini bisa lebih leluasa mendapatkan informasi seputar si Kecil kapan saja. Salah satunya mengenai pertumbuhan gigi anak. Gigi pertama anak biasanya akan tumbuh mulai pada usia 4-13 bulan. Bila sampai usia 18 bulan anak Anda belum tumbuh gigi, sebaiknya lakukan rontgen foto untuk melihat benih gigi.

Struktur gigi memang mengandung kalsium, fosfat, dan fluor. Namun, bukan berarti kecepatan pertumbuhan gigi anak ditentukan dari banyaknya konsumsi zat-zat tersebut. Pertumbuhan gigi anak dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor genetika, gormon, faktor pertumbuhan, sitokine, dan protein dalam tubuh.

Masa pertumbuhan gigi anak termasuk masa yang melelahkan dan penuh “drama” karena dapat menyebabkan banyak hal, antara lain :

  • Gangguan pencernaan, termasuk diare, BAB keras
  • Sakit perut kolik
  • Infeksi pernapasan pada anak
  • Demam
  • Peradangan pada gusi
  • Kehilangan selera makan
  • Rasa badan tidak enak
  • Rasa sakit di gusi atau rongga mulut
  • Ruam di sekitar mulut anak
  • Ruam pada kulit
  • Gangguan saat tidur
  • Muntah

Untuk meredakan gejala pertumbuhan gigi anak, Anda bisa melakukan beberapa cara, yaitu:

  1. Memberikan teether yang didinginkan untuk anak mengunyah-ngunyah. Selain itu, Anda bisa juga memberikan handuk basah yang didinginkan. Buah atau sayur yang dingin seperti timun, wortel, atau apel juga bisa dimanfaatkan.
  2. Menggosok daerah gusi dengan menggunakan tekanan jari, menggigit biskuit bayi, roti panggang atau empeng.
1 of 2

Biskuit bayi untuk rangsang gigi tumbuh?

Lantas, bagaimana dengan biskuit bayi? Apakah biskuit bayi bisa merangsang pertumbuhan gigi?

Biskuit bayi pada umumnya bertekstur keras, tapi renyah. Menggigit biskuit ini mampu meredakan rasa tidak enak pada gusi bayi. Jadi, biskuit bayi tidak berfungsi untuk merangsang pertumbuhan gigi, melainkan hanya meredakan rasa tidak enak di gusi mereka.

Selain itu, biskuit bayi terkadang mengandung terlalu banyak gula sehingga tidak terlalu disarankan. Kalaupun Anda ingin memberikan biskuit pada bayi Anda, pilihlah yang tidak terlalu manis.

Akan tetapi, jika Anda ingin memberikan biskuit bayi, sebaiknya tunggu sampai anak berusia 8-12 bulan. Pada usia ini anak sudah bisa memegang dan menggerogoti makanan di tangannya sendiri. Selalu awasi anak Anda jika sedang mengunyah biskuit bayi untuk meminimalkan risiko tersedak.

Selain itu, gigi bayi juga bisa terkena karies gigi. Oleh karena itu, Canadian Pediatric Society dan Iowa Department of Public Health tidak menyarankan pemberian biskuit di masa pertumbuhan gigi anak.

Namun, di lain sisi, pemberian biskuit bayi juga memiliki manfaat yang baik, karena bisa membantu anak belajar mengunyah, dan membiasakannya dengan makanan padat. Jadi, jika biskuit adalah pilihan Anda, sebaiknya teliti kandungan gula di dalamnya sebelum membeli.

Jika Anda ingin menggunakan biskuit untuk merangsang pertumbuhan gigi, pilih yang sedikit atau sama sekali tidak mengandung gula. Selain itu, penting untuk diperhatikan agar selalu merawat gigi yang baru tumbuh dengan menyikatnya 2 kali sehari setelah memberikan biskuit. Batasi konsumsi biskuit, jus, atau susu dengan botol dengan tidak memberikan makanan-makanan itu ketika anak akan tidur. Dengan begini, diharapkan gigi anak Anda terhindar dari risiko karies gigi dan gigi berlubang.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓