Bolehkah Melahirkan Normal Usai Operasi Caesar?

Oleh dr. Nadia Octavia pada 05 May 2019, 17:00 WIB
Ada anggapan yang mengatakan bahwa sekali pernah operasi caesar, seterusnya Anda akan menjalani operasi caesar. Bolehkah melahirkan normal?
Bolehkah Melahirkan Normal Usai Operasi Caesar? (Nurwahyunan/Bintang.com)

Klikdokter.com, Jakarta Artis Tya Ariestya kembali menjalani operasi caesar saat melahirkan putra keduanya Selasa (30/4) lalu. Lewat media sosialnya, Tya Ariestya mengabarkan berita bahagia tersebut setelah proses panjang program bayi tabung yang dijalani Tya dan suami, Muhammad Irfan Ratinggang.

Tya pun bersyukur sang putra lahir sehat meski ia harus menjalani operasi caesar untuk kedua kalinya. Di kehamilan pertamanya pun, Tya Ariestya juga melahirkan melalui operasi caesar.

Lalu bolehkah seorang wanita melahirkan normal usai melahirkan lewat operasi caesar?

Usai operasi caesar tak boleh melahirkan normal?

Dahulu ada pendapat bahwa sekali melahirkan dengan operasi caesar akan seterusnya operasi caesar. Wanita yang sudah menjalani operasi caesar pun dianggap tak ada lagi "harapan" untuk melahirkan normal.

Namun, kini persalinan normal setelah sebelumnya bersalin caesar memang menjadi populer kembali, dengan catatan harus memperhatikan kondisi ibu terlebih dahulu. Tidak semua ibu yang memiliki riwayat persalinan caesar dapat melahirkan kembali dengan cara normal. 

Persalinan normal usai operasi caesar atau secara medis dikenal dengan istilah VBAC (vaginal birth after cesarean) dapat dilakukan oleh ibu dengan beberapa syarat:

  • Hamil dengan 1 bayi, memiliki riwayat <2 sayatan caesar transversal rendah.
  • Hamil kembar, memiliki riwayat 1 sayatan caesar transversal rendah (dengan syarat bayi kembar dapat dilahirkan normal, walaupun biasanya tidak disarankan).
  • Tidak ada bekas luka rahim, kelainan atau riwayat rahim robek sebelumnya.
  • Petugas kesehatan harus siap untuk memantau atau melaksanakan persalinan atau merujuk untuk melakukan bedah caesar jika perlu.
  • Lokasi kelahiran  Anda harus memiliki petugas yang tersedia pada akhir pekan dan malam hari jika kasus bedah caesar diperlukan.
  • Jika alasan awal kelahiran caesar tidak berulang kembali pada kehamilan ini.
  • Tidak ada masalah medis tertentu pada ibu (misalnya herpes genitalis, masalah jantung, dsb).
  • Bayi dalam ukuran normal.
  • Bayi kepala di bawah.

Kapan persalinan normal tidak disarankan?

Persalinan normal usai operasi caesar atau VBAC (vaginal birth after cesarean) VBAC tidak disarankan jika ada sejumlah kondisi seperti diuraikan berikut:

  • Ada riwayat operasi caesar sayatan vertikal tinggi (sayatan klasik).
  • Tidak diketahui jenis sayatan caesar sebelumnya.
  • Riwayat ruptur uteri (robekan rahim).
  • Adanya riwayat operasi rahim sebelumnya (misalnya ada tumor di rahim).
  • Riwayat operasi caesar >2 dan belum pernah melahirkan normal sebelumnya.
  • Kehamilan kembar >2.
  • Persalinan tidak maju (tidak ada bukaan jalan lahir).
  • Usia ibu.
  • Kehamilan >40 minggu.
  • Preeklampsia atau tekanan darah tinggi saat hamil.
  • Riwayat melahirkan dalam kurun waktu 18 bulan.
  • Indeks massa tubuh ibu >40 (obesitas berat pada ibu).

Persalinan normal usai operasi caesar atau VBAC memiliki komplikasi atau risiko yang lebih rendah ketimbang tindakan operasi caesar elektif (atas permintaan pasien). Namun "percobaan" melahirkan normal tetap ada risikonya seperti robekan rahim.

Jika terjadi robekan rahim saat proses persalinan normal, maka tindakan operasi caesar darurat harus segera dilakukan untuk mencegah komplikasi yang mengancam nyawa (seperti perdarahan hebat pada ibu). Bahkan jika robekan rahim terjadi sangat berat, untuk mencegah perdarahan hebat yang bisa mengancam nyawa ibu, dokter dapat mempertimbangkan untuk operasi histerektomi atau pengangkatan rahim. Jika rahim seorang wanita diangkat, maka tidak akan bisa hamil lagi.

Jika Anda sedang hamil dan sebelumnya memiliki riwayat operasi caesar seperti Tya Ariestya, berdiskusilah dengan dokter sebelum memilih melahirkan normal atau VBAC. Bicarakan apa yang menjadi perhatian dan harapan Anda di kehamilan ini. Pertimbangkan secara matang risiko dan manfaat yang didapat dengan melahirkan normal usai operasi caesar.

[RVS]