Benarkah Sisha Berbahaya bagi Kesehatan?

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 06 May 2019, 15:20 WIB
Sisha sering dijadikan sebagai alternatif rokok konvensional. Tapi apakah sisha sepenuhnya aman bagi kesehatan? Ini faktanya.
Benarkah Sisha Berbahaya bagi Kesehatan? (Okopniy91/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Rokok seakan tak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Namun belakangan, karena semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya kesehatan, rokok sudah mulai sedikit ditinggalkan. Mereka yang tadinya merokok mulai beralih menggunakan sisha yang katanya lebih aman bagi kesehatan.

Sisha digunakan dengan cara dihisap melalui pipa dan selang, yang terhubung langsung dengan tabung berisi cairan ekstrak tembakau dan campuran perasa seperti apel, anggur, stroberi, mangga, dan lainnya. Sisha menghasilkan keluaran asap yang lebih tebal, dan relatif tidak membuat orang yang menghirupnya kesakitan. Atas alasan ini, sisha dituding lebih sehat daripada rokok konvensional.

Apa kata medis?

Faktanya, sisha dan rokok konvensional menyimpan bahaya yang sama banyaknya. Ini karena di dalam tembakau yang dijadikan sebagai bahan dasar sisha atau rokok konvensional terdapat kandungan tar, karbonmonoksida, arsenik, timah, besi dan tembaga. Perlu Anda tahu jika semua bahan tersebut terurai dengan panas akan menghasilkan butiran racun.

Lebih lanjut, Centers for Diesase Control dan Prevention (CDC) menyebut bahwa mengisap shisa sama saja dengan menghirup asap dari 200 batang rokok. Ini sama bahayanya dengan rokok konvensional, dan meningkatkan risiko terjadinya gangguan pernapasan.

Selain itu, sisha juga menghasilkan asap mengandung nikotin 2,5 kali lebih banyak dibandingkan rokok biasa. Orang yang menggunakan sisha pun lebih terekspos oleh racun dari asap tersebut.

Atas dasar itu semua, sisha bisa meningkatkan risiko terjadinya:

  • Gangguan pada organ paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan bronkitis.
  • Meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada jantung, seperti penyakit jantung dan serangan jantung mendadak.
  • Meningkatkan risiko terjadinya kanker, seperti kanker paru-paru, tenggorokan dan kanker mulut.
  • Meningkatkan risiko penyakit infeksi menular. Tabung dan selang sisha yang dipakai bergantian dapat menjadi media penyebaran penyakit menular. seperti herpes oral, flu, dan pilek.
  • Gangguan di rongga mulut. Ini terjadi jika Anda terpapar asap sisha secara berlebihan dan terlalu sering sehingga nikotin akan menumpuk di jaringan mulut dan menyebabkan peradangan.

Kesimpulannya, sisha menyimpan bahaya yang tak jauh berbeda dengan rokok konvensional. Oleh karena itu, alih-alih menjadi alternatif, sisha malah bisa membuat Anda mengalami berbagai risiko penyakit.

Bagaimana solusinya?

Solusi terbaik supaya Anda terhindar dari bahaya sisha maupun rokok konvensional adalah benar-benar menjauhkan diri dari keduanya. Ya, Anda harus berhenti merokok maupun mengisap sisha. Beberapa aktivitas penunjang yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

  • Lakukan olahraga rutin supaya pikiran Anda teralihkan dari keinginan merokok. Selain itu, olahraga rutin yang dilakukan setiap hari selama minimal 30 menit juga bikin tubuh lebih bugar dan sehat setiap saat.
  • Hindari tempat-tempat merokok.
  • Minta dukungan dari keluarga dan kerabat. Dengan demikian, Anda akan menjadi lebih semangat dan konsisten sebagai orang yang sudah terbebas dari rokok atau sisha.
  • Kunyah permen karet atau potongan buah. Hal ini sangat baik dilakukan untuk “menutupi” rasa asam di mulut yang bisa bikin keinginan merokok meningkat.

Sisha bukanlah jalan keluar untuk menghindari dampak buruk rokok konvensional. Karena keduanya sama-sama bisa mengundang beragam bahaya bagi kesehatan tubuh Anda. Akan lebih baik bila Anda membebaskan diri dari sisha maupun rokok dengan melakukan beberapa tips yang telah disampaikan.

(NB/ RVS)