Evolusi Terbaru Virus Demam Berdarah

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 06 May 2019, 16:00 WIB
Virus demam berdarah diduga telah mengalami evolusi. Bagaimana pencegahannya?
Evolusi Terbaru Virus Demam Berdarah (SKphotographer/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Demam berdarah adalah penyakit musiman yang kerap melanda negara-negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Demam berdarah telah menjadi “penyakit langganan” yang menyebabkan banyak kasus di negara-negara Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Afrika. Anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia dapat terkena penyakit ini.

Angka kejadian demam berdarah meningkat secara dramatis di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia, WHO, memperkirakan terdapat 390 juta kasus demam berdarah per tahunnya.

Demam Berdarah Ditularkan oleh Nyamuk Betina

Sama seperti malaria, demam berdarah atau demam dengue merupakan penyakit yang juga ditularkan oleh nyamuk. Hanya saja, jenis nyamuk yang menjadi vektor penyebar penyakit ini jenisnya berbeda.

Kalau malaria disebarkan oleh nyamuk betina Anopheles, demam dengue disebarkan oleh nyamuk betina Aedes aegypti. Selain demam berdarah, sebenarnya nyamuk Aedes aegypti juga dapat menularkan penyakit lainnya seperti chikungunya dan zika.

Nyamuk Aedes aegypti hidup di sekitar manusia, dan bertelur di air yang bersih. Pada umumnya serangga ini bertelur di tempat-tempat seperti di bak mandi, serta pot atau wadah yang menampung genangan air hujan.

Nyamuk Aedes aegypti umumnya menggigit manusia pada pagi dan sore hari. Masa inkubasi atau penularan terjadi sekitar 4-10 hari setelah seseorang digigit oleh nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue.

Gejala Demam Berdarah

Meskipun demam berdarah merupakan salah satu penyakit infeksi yang ditakuti, ternyata tidak semua orang yang terinfeksi menunjukkan gejala. Ada pula orang yang tampak tidak sakit meskipun sudah digigit oleh nyamuk demam berdarah, atau dalam bahasa medis dikatakan sebagai asimptomatik atau tidak bergejala. Selain itu, ada pula yang mengalami gejala ringan, sedang, hingga berat dan dapat mengancam jiwa.

Gejala demam berdarah mirip dengan gejala flu pada umumnya. Gejala diawali dengan demam tinggi yang mendadak, bisa mencapai 39-40 derajat celcius.

Selain itu, penderita demam berdarah juga dapat mengalami sakit kepala, nyeri di belakang bola mata, nyeri tulang dan sendi, mual muntah, dan ruam merah pada kulit. Tergantung keparahannya, gejala ini dapat berlangsung antara 2 hingga 7 hari. Selain itu, dapat pula terjadi perdarahan pada demam berdarah, yaitu bintik-bintik merah di kulit, perdarahan gusi, dan perdarahan saluran cerna.

1 of 2

Jenis-jenis virus penyebab demam berdarah

Demam berdarah disebabkan oleh virus Flaviviridae yang terdiri dari empat jenis, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Apabila seseorang terinfeksi salah satu tipe virus tersebut, setelah sembuh, ia akan memiliki kekebalan terhadap jenis virus tersebut.

Namun sayangnya, hal tersebut tidak lantas memberikan kekebalan terhadap tipe virus lainnya. Hal tersebut membuat seseorang dapat terkena penyakit demam berdarah lebih dari satu kali.

Baru-baru ini, sebuah jurnal yang diterbitkan di India melaporkan bahwa mereka telah menemukan jenis virus demam berdarah baru, DEN-5, pada bulan Oktober 2013. Virus tersebut diisolasi dari seorang petani berusia 37 tahun di Sarawak, Malaysia, pada tahun 2007.

Pada tahun 2007 tersebut, para ahli menduga bahwa virus yang menyerang petani di Malaysia tersebut sama seperti virus demam berdarah lainnya. Namun setelah dilakukan pemeriksaan genetik pada virus tersebut, terdapat perbedaan yang mengindikasikan kemungkinan ditemukannya virus demam berdarah jenis baru.

Demam Berdarah Mudah bermutasi

Ditemukannya jenis virus demam berdarah terbaru sebenarnya sedikit banyak dapat diprediksi. Virus ini merupakan jenis virus RNA yang memiliki kemampuan bermutasi sangat tinggi, sehingga dapat mencetuskan timbulnya jenis virus baru dari virus yang sudah ada sebelumnya.

Para ahli menduga jenis virus demam berdarah DEN-5 ini awalnya menginfeksi hewan primata di kawasan hutan di Sarawak. Meskipun demikian, belum ada laporan lain mengenai virus DEN-5 selain di Malaysia dan India.

Belum diketahui apakah virus demam berdarah terbaru ini juga dapat dicegah dengan vaksin demam berdarah terbaru. Namun kabar baiknya, para ahli menemukan bahwa infeksi yang disebabkan oleh DEN-5 ini tergolong ringan dibanding jenis virus lainnya.

Apapun jenis virus demam berdarah yang dihadapi, adalah sangat penting agar Anda mencegah sebelum mengobati. Oleh karena itu, jangan lupa lakukan gerakan 3M Plus seperti menguras dan membersihkan tempat penampungan air, serta menutup rapat tempat penampungan air. Selain itu lakukan juga aktivitas seperti menaburkan bubuk abate ke tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk, hingga menggunakan kelambu saat tidur, dan beberapa langkah lainnya.

Evolusi virus demam berdarah memang tidak bisa dihindari. Namun Anda bisa mencegah merebaknya penyakit demam berdarah dengan langkah-langkah seperti yang disarankan di atas.

[MS/RVS]

Lanjutkan Membaca ↓