Tips agar Anak Tak Rewel Usai Vaksin Difteri

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 07 May 2019, 11:00 WIB
Vaksin difteri bisa bikin anak rewel. Namun Anda bisa meredakan rengekan anak dengan cara berikut.
Tips agar Anak Tak Rewel Usai Vaksin Difteri (AJP/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu pencegahan terbaik agar tidak tertular penyakit difteri adalah dengan vaksinasi. Tetapi, membawa anak untuk diberi vaksin difteri di rumah sakit, klinik, atau puskesmas sering menjadi tantangan bagi orang tua. Tak hanya itu, anak dapat mengalami berbagai efek samping setelah diimunisasi.

Vaksin difteri dapat memberikan efek samping yang bervariasi pada anak, mulai dari yang ringan hingga berat. Adanya efek samping ini dapat menyebabkan anak menjadi rewel usai vaksin.

Beberapa tips dan trik di bawah ini dapat Anda lakukan agar anak tak rewel usai mendapat vaksin difteri.

  1. Peluk anak

Saat proses pemberian vaksin – terutama vaksin yang diberikan melalui injeksi atau suntik – cobalah untuk mendekap anak. Tindakan ini membuat anak merasa aman dan tenang. Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal medis Pediatrics, orang tua sebaiknya berada di dekat anak saat mendapat vaksin untuk mengalihkan perhatiannya.

Salah satu opsi yang paling ideal adalah dengan memeluk anak selama ia divaksin. Trik ini akan membuat anak merasa aman sehingga mengurangi kemugkinan anak menjadi rewel.

  1. Susui atau beri makan/minum

Pada bayi yang masih menyusui dan belum mulai MPASI, menyusuinya usai pemberian vaksin dapat menjadi salah satu metode untuk menenangkannya. Selain meredakan rasa haus setelah menangis, menyusu juga merupakan bentuk relaksasi bagi bayi, terutama jika langsung pada payudara.

Jika anak sudah mulai makan dan minum, memberinya kudapan yang dia sukai juga bisa menjadi salah satu cara untuk membuatnya sibuk sehingga cepat lupa akan rasa sakit. Tentunya, ikuti petunjuk dan anjuran pasca vaksinasi sesuai jenis vaksin yang diberikan, kapan anak boleh diberi makan dan minum.

  1. Alihkan perhatian

Anak yang rewel setelah vaksin biasanya diakibatkan oleh dua hal. Yang pertama, dia mengingat rasa sakit yang dialaminya saat pemberian vaksin. Kedua, rasa tidak nyaman yang merupakan efek samping dari vaksin itu sendiri.

Salah satu cara untuk memecah fokus anak dari ingatan itu adalah dengan mengalihkan perhatiannya kepada kegiatan lain yang sederhana. Anda dapat membacakannya buku serta mengajak bernyanyi dan bermain. Cara ini dapat membantu mengalihkan konsentrasinya dari rasa tidak nyaman kepada hal yang lain sehingga bisa membantu mengurangi rewel.

  1. Atasi efek samping

Akan tetapi, jika memang anak rewel akibat efek samping yang muncul sudah berupa gejala klinis, seperti demam, segera redakan dengan pengobatan. Jika suhu badan anak mulai tinggi, jaga asupan cairan dengan memberi minum atau menyusuinya.

Ganti pakaian anak dengan pakaian yang tipis dan lapisi dia dengan selimut yang nyaman. Segera beri anak obat penurun demam jika demam sudah mencapai suhu di atas 38 derajat Celsius.

Anak rewel setelah diberikan vaksin difteri adalah hal yang wajar. Anda tidak perlu panik. Pada dasarnya, Anda hanya perlu memberikan kenyamanan pada anak dan mengalihkan perhatiannya dari rasa sakit. Akan tetapi, bila suhu anak sudah di atas 38 derajat Celsius, Anda dapat memberikan obat penurun demam.

[HNS/ RVS]