8 Cara Terbaik Mengajari Anak Berpuasa Ramadan
searchtext customer service

Cara Terbaik Mengajari Anak Berpuasa Ramadan

Anak yang baru mulai berpuasa harus dididik dan diajari dengan benar. Bagaimana cara mengajari anak berpuasa? Simak tipsnya di sini.
Cara Terbaik Mengajari Anak Berpuasa Ramadan

Klikdokter.com, Jakarta Memasuki bulan suci Ramadan, seluruh umat muslim berpuasa. Tidak hanya orang dewasa, semangat berpuasa juga muncul pada anak-anak. Bahkan, banyak anak-anak yang ingin berpuasa walaupun belum diperbolehkan oleh orangtuanya. 

Puasa Ramadan memang belum wajib bagi anak-anak, namun mereka perlu sarana belajar agar terbiasa berpuasa ketika sudah memasuki usia remaja. Oleh karena itu, melatih berpuasa sejak dini penting dilakukan agar anak dapat beradaptasi dengan puasa Ramadan.

Umumnya, anak-anak mengenal puasa pada usia 3-5 tahun. Pada usia tersebut, anak sudah dapat diajak mengikuti sahur, berbuka puasa, atau kegiatan lainnya di bulan Ramadan. 

Selanjutnya, di atas usia 5 tahun barulah anak lebih paham aturan untuk ikut berpuasa Ramadan. Bagaimana cara terbaik mengajari anak berpuasa Ramadan? Berikut adalah tips-tips yang dapat orangtua lakukan. 

1 dari 4

1. Jelaskan Hal-Hal Mengenai Berpuasa

Jelaskan Hal-Hal Mengenai Berpuasa
loading

Sebelum mulai berpuasa, jelaskan terlebih dahulu kepada anak apa pentingnya puasa di bulan Ramadan serta bagaimana cara melakukannya. Jelaskan dengan analogi dan kalimat sederhana sesuai usia anak agar mereka lebih paham makna serta cara berpuasa.

2. Berikan Contoh

Saat anak berusia 3-5 tahun, Anda dapat memberikan contoh kepada mereka bagaimana cara berpuasa dengan menjalankannya. Mengajak anak ikut sahur dan berbuka dapat membuat anak mengenal puasa dari contoh yang diberikan oleh orangtuanya. 

Anak akan sangat mudah dan tertarik melakukan sesuatu dengan mencontoh perilaku orangtuanya.

Artikel Lainnya: Anak Balita Anda Mau Ikut Berpuasa, Boleh atau Tidak, Ya?

2 dari 4

3. Lakukan Secara Bertahap

Lakukan Secara Bertahap
loading

Mengajarkan puasa kepada anak sebaiknya dilakukan secara bertahap. Mulailah dengan mengajarkan si kecil berpuasa selama 3-4 jam. Apabila ia sudah dapat beradaptasi, maka Anda dapat memperpanjang durasi berpuasanya.

Anda juga bisa memberikan si kecil makan dan minum pada siang hari, kemudian melanjutkan kembali puasa hingga sore hari.

4. Biasakan Tidur Lebih Awal

Bangun dini hari untuk makan sahur tidaklah mudah bagi anak. Agar anak bisa sahur tepat waktu, biasakan untuk tidur lebih awal sehingga ia lebih mudah bangun.

Hal ini juga bertujuan agar si kecil tidak kekurangan waktu istirahat. Apalagi jika paginya Anak tetap beraktivitas di sekolah.

5. Beri Apresiasi Jika Anak Berhasil Berpuasa

Mendapat apresiasi merupakan hal yang sangat disenangi anak dan itu bisa meningkatkan motivasinya. Apabila anak berhasil menjalankan puasa secara bertahap sesuai target dan kesepakatan, maka berikan pujian atau hadiah kecil untuk membangkitkan semangatnya.

Salah satu contohnya adalah dengan menyiapkan menu berbuka puasa favoritnya. Jika anak belum berhasil, sebaiknya jangan dimarahi. Orangtua tetap harus memberikan semangat agar ia mampu berpuasa lebih baik esok hari.

Artikel Lainnya: Tips Berpuasa Anak dengan Diabetes

3 dari 4

6. Libatkan Anak Dalam Berbagai Aktivitas Ramadan

Libatkan Anak Dalam Berbagai Aktivitas Ramadan
loading

Anda bisa melibatkan anak ke dalam berbagai aktivitas di bulan Ramadan. Mereka akan merasa senang diajak menyiapkan makanan berbuka, sholat tarawih bersama, hingga membuat kue Lebaran. 

Aktivitas-aktivitas tersebut juga dapat meningkatkan semangat anak untuk berpuasa. Jadi, tidak ada salahnya mencoba hal tersebut.

7. Awasi Kesehatan Si Kecil

Apabila anak memiliki masalah kesehatan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum si kecil mulai belajar berpuasa. Selama berpuasa, ada dua hal yang perlu diwaspadai oleh orangtua, yakni hipoglikemia dan dehidrasi. 

Jika anak terlihat lemas, pucat, kurang konsentrasi, keringat dingin, hingga tubuh gemetar, itu merupakan tanda hipoglikemia. 

Sementara itu, bila anak terlihat lemas, mata cekung, mukosa bibir kering, kulit keriput, dan urine buang air kecilnya sedikit, itu adalah tanda dehidrasi. 

Sebaiknya puasa si kecil segera diakhiri atau dibatalkan jika mengalami kedua kondisi tersebut. 

Artikel Lainnya: Kapan Waktu yang Tepat Ajarkan Anak untuk Puasa?

8. Perhatikan Gizi Menu Sahur dan Berbuka Puasa

Saat berpuasa, nutrisi anak tetap harus dipenuhi untuk menunjang tumbuh dan kembangnya. Oleh karena itu, orangtua harus memastikan bahwa menu sahur dan berbuka anak adalah makanan yang mengandung gizi seimbang.

Artinya, makanan saat berpuasa harus mengandung makronutrien (protein, karbohidrat, dan lemak) serta mikronutrien (vitamin dan mineral) agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi dengan baik.

Perhatikan pula pemenuhan cairan dalam tubuh anak di malam hari untuk mencegah kondisi dehidrasi.

Nah, kini Anda telah mengetahui beberapa cara jitu untuk mengajarkan anak berpuasa. Semoga Anda bersama anak bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan lancar. 

Baca Juga

Apabila ingin mencari tahu informasi kesehatan anak atau tips parenting lebih lanjut, baca terus artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Irma Arniawati, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 20.000
avatar

dr. Nofiyanty Nicolas, Sp.A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Andrew Limantoro, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 30.000

ARTIKEL TERKAIT

Sehatkah Makan Sahur dengan Mi Instan? Ini Faktanya

Info Sehat
07 Mei

Berbagai Masalah Kesehatan yang Rentan Terjadi saat Puasa

Info Sehat
07 Mei

Anak Sulit Bangun Sahur, Ini Cara Menyikapinya!

Info Sehat
07 Mei

Herbal Asli Indonesia Ini Bikin Anda Tak Mudah Sakit

Info Sehat
06 Mei

Apa yang Bisa Dilakukan Ortu saat Anak Sering Bilang Benci?

Info Sehat
03 Mei

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat